CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 57 ( Aku akan menikahimu )


__ADS_3

Andri dan Nayla merasa tidak enak dengan perkataan Mama Indri kepada Mama Marlina, dan Andri langsung saja angkat suara.


"Ma, tidak sepantasnya Mama berbicara seperti itu terhadap Tante Marlina, karena bagaimana pun Andra adalah Cucunya juga," ujar Andri.


"Cucu dari Hongkong? jelas-jelas Andra adalah Anak kamu dan Nayla, jadi Andra tidak ada sangkut pautnya dengan Marlina," ujar Mama Indri.


Andri bingung karena tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, karena Andri ingin melindungi rumah tangganya dengan Nayla, dan pastinya Mama Indri akan semakin berusaha untuk memisahkan Nayla dan Andri jika mengetahui semua kebenaran tentang Andra.


Jefri yang sudah merasa geram terhadap Mama indri hampir saja mengatakan semua kebenarannya seandainya Mama Marlina tidak mencegah Jefri.


"Dasar Nenek Sihir selalu saja berbicara buruk kepada oranglain. Kamu tidak tau saja jika sebenarnya Andra adalah_" perkataan Jefri terputus karena Mama Marlina langsung memotongnya.


"Nak, sebaiknya sekarang kita pulang dari sini, Mama tidak ingin membuat keributan," ujar Mama Marlina, sehingga membuat Nayla dan Andri merasa lega karena Jefri tidak jadi mengatakan kebenaran tentang Andra.


Jadi ternyata Kevin Adhitama adalah Anak Marlina? pantas saja wataknya benar-benar sama dengan Jefri yang selalu memanggilku Nenek Sihir juga, ucap Mama Indri dalam hati.


Mama Indri begitu terkejut ketika mengetahui jika Mama Marlina adalah Ibu dari Kevin Adhitama, dan Mama Indri begitu iri karena Mama Marlina mendapatkan Suami yang lebih kaya raya dibandingkan dengan Papa Ervan.


"Jadi kamu adalah Ibu dari Kevin Adhitama?" tanya Mama Indri.


"Kalau iya memangnya kamu mau apa? sekali lagi kamu menghina Ibuku, aku tidak akan segan-segan untuk memberikan pelajaran," ujar Jefri.


"Tante, Kevin, atas nama Mama, Andri meminta maaf yang sebesar-besarnya."


"Andri, kenapa sih kamu pake minta maaf segala sama mereka?" ujar Mama Indri.


"Ma, Andri harap Mama mau meminta maaf juga kepada Tante Marlina dan Kevin."


"Aku tidak sudi meminta maaf kepada mereka," ujar Mama Indri dengan angkuhnya.

__ADS_1


"Mama tidak mau kan kalau Papa sampai marah jika Kevin memutus kerjasamanya dengan perusahaan kita," bisik Andri pada telinga Mama Indri, dan dengan berat hati akhirnya Mama Indri meminta maaf kepada Mama Marlina.


"Maafkan aku Marlina," ucap Mama Indri dengan lirih, dan semuanya merasa terkejut karena selama ini Mama Indri selalu saja tidak mau mengalah.


"Nak, kalau begitu kami pulang saja ya, nanti kapan-kapan Mama pasti bakalan nengok Andra ke rumah kalian," ujar Mama Marlina dengan memeluk tubuh Nayla.


"Makasih banyak ya Ma, karena Mama sudah sangat perhatian kepada kami, dan Nayla mohon maaf atas ketidaknyamanannya."


"Tidak apa-apa sayang, Mama sangat mengerti posisi kalian saat ini. Ayo Kevin kita pulang," ujar Mama Marlina dengan menarik tangan Jefri, padahal Jefri ingin sekali terus berada di samping Andra.


Setelah kepergian Mama Marlina dan Jefri, terdengar suara Salam dari depan pintu kamar perawatan Nayla, dan ternyata yang datang adalah kedua orangtua Nayla.


"Alhamdulillah Nak, akhirnya Nayla sudah melahirkan. Kenapa Nayla baru memberikan kabar setelah Nayla melahirkan? padahal Ibu ingin sekali mendampingi Nayla saat proses persalinan."


"Bu, Nayla tidak ingin membuat Ibu dan Abah khawatir, dan sekarang Alhamdulillah bayi Nayla sudah lahir. Maafin Nayla ya Bu, dulu Ibu sudah mempertaruhkan nyawa saat melahirkan Nayla, dan sekarang Nayla tau bagaimana rasanya melahirkan," ujar Nayla dengan menitikkan airmata dalam pelukan Bu Fatimah.


"Nak, semua itu sudah menjadi kodrat seorang wanita, dan Ibu bahagia karena akhirnya Nayla berhasil melahirkan bayi tampan. Oh iya, siapa nama Anak Nayla dan Andri?" tanya Bu Fatimah.


"Semoga Andra menjadi Anak yang Saleh ya Nak," ucap Bu Fatimah dengan mengelus kepala Andra yang saat ini tengah digendong oleh Mama Indri.


Andri dan Nayla tersenyum bahagia karena Mama Indri terlihat menyayangi Andra, sampai-sampai Mama Indri tidak memperbolehkan Bu Fatimah menggendongnya.


"Ma, gantian dong sama Ibu gendongnya," ujar Andri.


"Nanti ya Bu, kalau saya udah pegal baru saya kasih Andra sama Ibu," ujar Mama Indri.


Seandainya Mama Indri tau kalau Andra bukan Anak Mas Andri, Mama Indri pasti tidak akan menyayangi Andra seperti itu, ampuni hamba Ya Allah karena telah membohongi semuanya, ucap Nayla dalam hati.


......................

__ADS_1


Jefri dan Angela bersikap profesional dalam bekerja, seolah-olah tidak terjadi apa pun di antara mereka, karena Angela selalu saja menghindar saat Jefri hendak membicarakan masalah One night stand yang pernah mereka lakukan, sampai akhirnya tiga bulan kemudian angela memberikan surat pengunduran diri.


"Kenapa Angela belum juga datang ke Kantor?" tanya Jefri kepada Asisten Roy.


"Angela tadi pagi memberikan surat pengunduran diri, dan saya dengar hari ini Angela akan pindah ke luar negeri," jawab Asisten Roy.


Kenapa Angela memutuskan untuk pergi ke luar negeri secara mendadak? padahal kemarin dia tidak membicarakan apa pun kepadaku. Apa mungkin Angela menghindar dariku karena dia hamil? sekarang aku harus menanyakan semuanya kepada Angela, karena kalau Angela sampai hamil, aku akan bertanggung jawab dengan menikahinya, ucap Jefri dalam hati, kemudian Jefri bergegas berangkat ke Bandara untuk menyusul Angela.


Setelah sampai Bandara Jefri berkeliling mencari Angela, sampai akhirnya Jefri melihat Angela yang sudah berada di depan pintu masuk sedang melakukan pemeriksaan.


"Angela tunggu, !!" teriak Jefri.


Awalnya Angela tidak menghiraukan teriakan Jefri, tapi Jefri menarik tubuh Angela kemudian memeluknya dengan erat.


"Kenapa kamu ingin pergi dariku?" tanya Jefri.


"Maaf Tuan Kevin, saya tetap harus pergi, karena saya sudah tidak mungkin lagi tinggal di Indonesia," jawab Angela dengan menangis.


"Angela, apa kamu hamil Anak aku?" tanya Jefri dengan menangkup kedua pipi Angela, tapi Angela tidak menjawabnya, dan hanya airmata yang menjawab semua itu.


"Angela, sekarang juga kamu ikut aku," ujar Jefri dengan menarik tubuh Angela ke luar dari Bandara.


"Kita akan pergi kemana Tuan?" tanya Angela yang sudah takut jika Jefri akan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya.


"Kita akan pergi ke suatu tempat," ujar Jefri dengan terus menyetir.


"Tuan, saya mohon jangan paksa saya untuk menggugurkan kandungan saya. Kita berdua sudah berdosa karena telah berbuat zina, jangan sampai kita menambah dosa dengan menggugurkan bayi yang tidak berdosa ini. Tuan, biarkan saya pergi, dan saya akan merawat bayi ini sendiri, saya janji tidak akan menampakkan diri lagi di hadapan Tuan."


Jefri menghentikan mobilnya ketika mendengar perkataan Angela.

__ADS_1


"Angela, apa kamu pikir aku sejahat itu? aku membawamu pergi dari Bandara karena sekarang juga aku akan menikahimu," ujar Jefri, dan Angela membulatkan matanya karena tidak percaya dengan yang Jefri katakan.


__ADS_2