CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 42 ( Siapa Nayla? )


__ADS_3

Mama Marlina terlihat panik ketika melihat Anak kesayangannya pingsan.


"Pak, bagaimana Kevin bisa sampai pingsan seperti ini?" tanya Mama Marlina dengan terus mengipasi tubuh Jefri, sedangkan Papa Richard bergegas menelpon Dokter keluarga supaya segera datang ke kediaman Adhitama.


"Maaf Nyonya, saya tidak tau kenapa Tuan muda tiba-tiba pingsan," jawab Pak Supir.


"Bapak kenapa sih, tadi kan Kevin pergi sama Bapak, memangnya tadi Kevin minta di antar kemana?" tanya Mama Marlina.


"Tadi Tuan muda minta di antar ke sebuah rumah di kawasan Bintaro Nyonya, dan Tuan muda terlihat berbicara dengan seorang Satpam, tapi saya tidak terlalu jelas mendengar percakapannya, dan saya ke luar dari mobil karena Tuan muda tiba-tiba pingsan."


Bukannya rumah Mas Ervan juga di kawasan Bintaro? Apa mungkin Kevin ke rumah Mas Ervan? Batin Mama Marlina bertanya-tanya.


Beberapa saat kemudian, Kakek William datang, dan terlihat panik juga ketika melihat Jefri yang sudah terbaring di atas ranjang.


"Marlina, kenapa dengan Cucu kesayangan Papa? kenapa Kevin bisa sampai pingsan?"


"Marlina juga tidak tau Pa, padahal tadi sebelum berangkat, Kevin baik-baik saja."


"Kenapa kalian mengijinkannya ke luar?" ujar Kakek William dengan terus mengelus kepala jefri.


"Semua ini gara-gara Papa, kalau tadi Papa mengijinkan Mama untuk ikut dengan Kevin, mungkin semuanya tidak akan seperti ini," ujar Mama Marlina yang menyalahkan Papa Richard.


"Kenapa Mama jadi nyalahin Papa sih? Papa hanya mengingatkan Mama supaya Mama tidak terlalu posesif terhadap Kevin, karena Papa takut jika Kevin merasa tidak nyaman."


"Sudah, sudah, kalian jangan saling menyalahkan. Richard, apa kamu sudah menelpon Dokter?" tanya Kakek William.


"Sudah Pa, sebentar lagi Dokter Andreas akan segera datang ke sini," jawab Papa Richard.


Beberapa saat kemudian, Dokter Andreas datang untuk memeriksa kondisi Jefri yang masih pingsan, dan semuanya sudah terlihat cemas karena takut jika sampai Pangeran Mahkota mereka kenapa-napa.


Setelah Dokter Andreas memeriksa kondisi Jefri secara teliti, Mama Marlina, Kakek William dan Papa Richard angkat suara secara bersamaan.


"Dok, bagaimana keadaan Kevin?"


"Tuan muda baik-baik saja, kondisi kesehatannya sudah lebih baik dari sebelumnya," jawab Dokter Andreas.

__ADS_1


"Lalu kenapa Kevin bisa sampai pingsan?" tanya Mama Marlina.


"Sepertinya Tuan muda mengalami syok, bisa saja Tuan muda mendengar sebuah berita yang membuatnya terkejut," jelas Dokter.


Beberapa saat kemudian, Jefri mengigau dengan terus memanggil nama Nayla.


"Nayla, Nayla," ucap Jefri dengan lirih.


"Nyonya coba bicara dengan Tuan muda, dan cari tau keberadaan Nayla, mungkin Tuan muda merindukan perempuan bernama Nayla tersebut. Siapa tau dengan bertemu perempuan yang bernama Nayla, kondisi Tuan muda akan lebih baik. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya, nanti sore saya akan kembali lagi untuk memeriksa keadaan Tuan muda," ujar Dokter Andreas, kemudian pergi meninggalkan kediaman Adhitama.


"Siapa Nayla sebenarnya? kenapa Mama selalu mendengar Kevin memanggil nama Nayla," gumam Mama Marlina.


"Apa mungkin Nayla adalah kekasih Kevin, tapi kita tidak mengetahui hubungannya dengan Nayla?" ujar Papa Richard.


"Tapi selama ini Papa tidak pernah mendengar Kevin menyebut perempuan bernama Nayla, karena yang Papa tau, Kevin hanya dekat dengan Adel," ujar Kakek William.


"Pa, sepertinya Kevin sudah mengetahui pengkhianatan yang telah Adel lakukan, bisa saja Kevin merahasiakan hubungannya dengan Nayla karena takut dimarahi Papa," ujar Mama Marlina kepada Kakek William.


"Siapa pun perempuan yang bernama Nayla, Papa yakin jika dia sangat penting bagi Kevin," ujar Papa Richard.


"Nanti Mama coba tanyakan kepada Kevin siapa Nayla sebenarnya."


"Nayla."


"Alhamdulillah akhirnya Kevin sadar juga," ucap Mama Marlina dan semuanya.


"Ma, kenapa Kevin ada di rumah? bukannya tadi Kevin ada di_" ucapan Jefri terhenti karena dirinya tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.


"Tadi memangnya Kevin pergi kemana? kenapa Kevin bisa sampai pingsan?" tanya Mama Marlina.


"Tadi Kevin pergi ke rumah teman Ma," jawab Jefri, kemudian tertunduk sedih ketika mengingat Nayla dan Andri yang sudah menikah.


Tega sekali kamu Nayla, dengan mudahnya kamu menikah dengan Andri dan melupakan aku begitu saja. Tapi aku tidak heran kenapa kamu seperti itu, karena dari awal kamu hanya mencintai Andri, bahkan mungkin aku tidak pernah ada di hatimu. Mulai sekarang aku bertekad akan menghancurkan rumah tangga kamu dan Andri, dan aku akan membuat kamu jatuh cinta terhadap sosok Kevin, ucap Jefri dalam hati.


"Nak, siapa Nayla? kenapa Kevin selalu mengigau menyebut nama Nayla?"

__ADS_1


Jefri beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum menjawab pertanyaan Mama Marlina.


"Nayla adalah perempuan yang Kevin cintai Ma," jawab Jefri.


"Jadi sebenarnya Kevin mengkhianati Adel juga?" tanya Kakek William.


"Pasti semuanya salah Adel Pa, makanya Kevin berpaling terhadap perempuan lain," ujar Mama Marlina yang tidak mau kalau sampai Anak kesayangannya disalahkan oleh Kakek William.


Jefri memikirkan alasan yang tepat supaya semuanya percaya dengan perkataan Jefri.


"Sebenarnya setelah Kevin mengetahui Adel selingkuh, Kevin bertemu dengan seorang perempuan cantik dan Saleha yang bernama Nayla, dan Kevin jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Nayla, makanya tadi Kevin mencoba mencari keberadaan Nayla ke rumahnya, tapi ternyata Nayla sudah menikah dengan lelaki lain, makanya Kevin sampai pingsan karena syok mendengar kabar pernikahan Nayla."


Padahal aku kira tadi Kevin pergi ke rumah Mas Ervan, ucap Mama Marlina dalam hati.


"Kasihan sekali kamu sayang. Kevin yang sabar ya, kami pasti akan mencarikan perempuan yang lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Nayla dan Adel," ucap Mama Marlina dengan memeluk tubuh Jefri.


"Tidak Ma, Kevin tidak ingin perempuan lain, Kevin hanya ingin Nayla. Jika Kevin tidak bisa mendapatkan Nayla, Kevin tidak akan menikah dalam seumur hidup Kevin."


"Kevin, kamu jangan egois Nak, Nayla sekarang sudah menjadi istri lelaki lain, tidak seharusnya kamu mengganggu rumah tangganya," ujar Papa Richard.


Mama Marlina dan Kakek William menatap wajah Papa Richard, dan Papa Richard terlihat salah tingkah, karena dulu juga Papa Richard bersikeras ingin mendapatkan Mama Marlina yang sudah mempunyai Suami bahkan memiliki Anak.


"Buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya," sindir Kakek William.


"Apa maksud Papa?" tanya Papa Richard yang pura-pura tidak mengerti.


"Sepertinya sifat Kevin turun dari kamu Richard, bukannya dulu juga kamu bersikeras ingin mendapatkan Marlina? padahal kamu jelas-jelas tau kalau Marlina sudah memiliki Suami, bahkan saat itu Marlina sudah memiliki Anak," ujar Kakek William, dan Papa Richard merasa malu, kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mama Marlina terlihat melamun, jika saja dulu dia tidak tergoda dengan Papa Richard, mungkin Jefri tidak akan menjadi korban perceraian, karena Anak yang akan menjadi korban perceraian orangtuanya.


Papa Richard dan Kakek William ke luar dari dalam kamar Kevin karena ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan, dan saat ini Mama Marlina terlihat menangis karena menyesali semua perbuatannya di masalalu yang sudah egois tanpa memikirkan perasaan Jefri.


"Mama kenapa menangis?" tanya Jefri dengan menghapus airmata yang terus menetes pada pipi Mama Marlina.


"Nak, Mama harap Kevin bisa melupakan Nayla."

__ADS_1


"Kenapa seperti itu Ma?" tanya Jefri yang tidak terima dengan perkataan Mama Marlina.


"Mama tidak mau kalau sampai kejadian yang dulu Mama alami terulang oleh Kevin. Jika Nayla sudah memiliki Anak, Kasihan Anaknya akan bernasib seperti mendiang Jefri, karena Anak akan menjadi korban perceraian. Dulu Jefri sudah menjadi korban keegoisan Mama yang meminta bercerai dengan Papanya, sehingga Jefri tumbuh tanpa kasih sayang dari Mama," ucap Mama Marlina dengan berderai airmata.


__ADS_2