CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 31 ( Surat dari Jefri )


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Papa Ervan, Nayla mengucapkan terimakasih kepada Andri karena telah mengantarnya.


"Mas, makasih banyak ya karena Mas Andri sudah mengantar Nayla."


"Nay, apa pun akan aku lakukan untuk kamu, jadi kamu tidak perlu merasa sungkan ya," ucap Andri.


"Kalau begitu Nayla ke kamar dulu ya Mas," ujar Nayla dengan melangkahkan kaki menuju kamarnya.


Mama Indri yang melihat Andri hendak menaiki tangga menuju kamarnya, langsung saja melontarkan sindiran.


"Kalian habis bersenang-senang di Hotel mana? apa sudah puas makanya kalian pulang ke rumah ini?"


"Ma, selama ini Andri selalu menghormati Mama karena Andri tidak mau menjadi Anak durhaka, tapi Mama sudah benar-benar keterlaluan karena sudah memfitnah Andri melakukan perbuatan yang tidak senonoh dengan Nayla. Mama harus tau kalau Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan," ujar Andri yang tidak habis pikir dengan Mama Indri yang selalu berkata seenaknya.


"Sudahlah Andri, kamu tidak perlu munafik," ujar Mama Indri, dan Andri memutuskan untuk meninggalkan Mama Indri yang terus saja menggerutu.


"Dasar Anak tidak tahu diri, orangtua sedang bicara, malah pergi begitu saja."


......................


Setelah sampai di dalam kamarnya, Nayla hendak memasukan barang-barang penting milik Jefri ke dalam lemari, tapi tiba-tiba ada secarik kertas yang terjatuh, dan itu adalah surat yang ditulis oleh Jefri.


"Kertas apa ini, ini seperti sebuah surat?" gumam Nayla dengan mengambil kertas tersebut dari atas lantai, dan ternyata di dalam kertas tersebut terdapat Fhoto Nayla dan Jefri yang sedang mengucap ijab kabur pernikahan.


Di balik fhoto tersebut, Jefri menulis 'Semoga pernikahan kita abadi sampai maut yang memisahkan.'


Buliran bening terus mengalir membasahi pipi Nayla, hatinya terasa sakit bagaikan tertusuk ribuan duri ketika membaca surat Jefri yang ditujukan untuknya.


Untuk Nayla istriku tercinta


Sayang, maaf jika selama kita menikah aku belum bisa membahagiakanmu, dan aku hanya menorehkan luka pada hatimu.

__ADS_1


Awalnya aku menikahi kamu karena ingin membalas dendam terhadap Andri dan Mamanya, tapi ternyata, dengan seiring waktu, rasa cinta itu tumbuh dalam hatiku.


Nay, terimakasih karena telah mengajari aku cinta, tadinya aku tidak percaya dengan yang namanya cinta, tapi setelah aku mengenalmu aku percaya jika cinta itu ada.


Nay, maaf karena aku selalu meragukan kesetiaanmu, aku bahkan sampai menyakitimu karena aku mengira jika kamu telah melakukan tindakan tidak senonoh dengan Andri.


Mulai sekarang, aku akan belajar menjadi Imam yang baik untukmu, aku akan selalu percaya dengan semua yang kamu katakan, dan aku akan menunggu hingga kamu membuka hati untukku.


Aku mencintaimu karena Allah, Nayla Bidadari Surgaku.


"Mas Jefri," ucap Nayla dengan lirih, kemudian Nayla menjatuhkan tubuhnya di atas lantai, dan Nayla semakin merasa bersalah terhadap Jefri, tapi sekarang menyesal pun sudah tidak ada gunanya.


......................


Saat ini Jefri dibawa menuju Singapura menggunakan jet pribadi milik keluarga Adhitama.


Jefri akan melakukan operasi plastik untuk menyembuhkan luka pada sekujur tubuhnya, dan Jefri berangkat ditemani oleh Mama Marlina, Papa Richard dan Kakek William.


Mama Marlina merasa bahagia karena akhirnya bisa terus berada di samping Kevin.


Ma, padahal dari dulu Jefri ingin selalu dekat dengan Mama, tapi Mama tidak pernah mau menemui Jefri, sedangkan Kevin tidak ingin dekat dengan Mama, tapi Mama selalu ingin berada di dekat Kevin. Ma, apa Jefri tidak pernah berarti untuk Mama? apa salah Jefri sehingga Mama selalu menolak untuk menemui Jefri? ucap Jefri dalam hati dengan menitikkan airmata.


"Sayang, kenapa Kevin menangis? apa perkataan Mama salah?" tanya Mama Marlina yang melihat airmata Kevin membasahi kain kasa yang saat ini menutupi semua bagian wajahnya, dan Jefri menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Jefri langsung dibawa menuju Rumah Sakit terbaik di Singapura, begitu juga dengan semua Dokter yang akan menanganinya, karena keluarga Adhitama merupakan salah satu keluarga terkaya di Indonesia. Harta kekayaan milik keluarga Adhitama tidak akan habis sampai tujuh turunan, makanya banyak yang berusaha untuk menjodohkan Putrinya dengan Kevin, termasuk orangtua Adel.


Kevin sebenarnya menyukai Adel dan telah jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi Mama Marlina tidak menyukai Adel, karena Adel sangat sombong, sehingga Mama Marlina mengatakan kepada Kakek dan Papanya Kevin jika Kevin tidak mencintai Adel, padahal sebenarnya penyebab Kevin kecelakaan saat itu adalah Kevin melihat Adel berselingkuh dengan lelaki lain, dan Kevin begitu terpukul serta merasa kecewa karena Adel telah mengkhianati dirinya.


Setelah sampai Rumah Sakit, Kevin kembali melakukan serangkaian pemeriksaan, dan Dokter memutuskan akan langsung melakukan tindakan operasi tahap pertama.


Semuanya menunggu di depan ruang operasi dengan harap-harap cemas, apalagi Mama Marlina yang terus saja gelisah.

__ADS_1


"Ma, sebaiknya Mama tenang dulu, Kevin pasti akan sembuh, dan operasinya akan berjalan dengan lancar," ujar Papa Richard.


"Tapi Pa, Mama sangat takut jika sampai Kevin kenapa-napa. Mama sudah kehilangan Jefri, dan sekarang Mama tidak mau kalau sampai kehilangan Kevin juga."


"Ma, kita serahkan semuanya kepada Tuhan, Papa yakin kalau Kevin pasti berhasil melewati semuanya," ujar Papa Richard.


Beberapa saat kemudian, Dokter ke luar dari ruang operasi.


"Dok bagaimana operasi Kevin?" tanya Kakek William.


"Operasi pertama berjalan lancar, bulan depan kita bisa melakukan operasi kedua," ujar Dokter, dan keluarga Kevin bisa bernapas lega.


......................


Empat puluh hari telah berlalu dari sejak kecelakaan Jefri, dan hari ini di kediaman Papa Ervan akan di adakan Tahlil empat puluh hari mendiang Jefri.


Nayla dan Bu Fatimah saat ini sedang membereskan pakaian mereka, karena besok Nayla dan Bu Fatimah akan pulang ke kampung halaman mereka di Garut.


"Nay, apa kamu bakalan tega ninggalin aku?" tanya Andri yang saat ini membantu memasukan barang Nayla.


"Mas Andri kapan saja bisa berkunjung ke Garut, dan pintu rumah kami akan selalu terbuka untuk Mas Andri dan keluarga," ucap Nayla.


"Iya Nak, kami pasti akan merasa bahagia jika Nak Andri bersedia untuk berkunjung ke rumah kami."


"Bulan depan, Andri bukan hanya akan berkunjung, tapi Andri akan meminta Nayla untuk menjadi istri dan Ibu dari Anak-anak Andri," ujar Andri, dan Nayla hanya diam karena terkejut mendengar perkataan Andri.


Ada rasa bahagia pada hati Nayla, tapi Nayla merasa tidak pantas untuk bersanding dengan Andri dengan statusnya saat ini yang sudah menjadi seorang Janda.


"Mas, sebaiknya Mas Andri pikir-pikir dulu, Nayla tidak mau kalau sampai Mas Andri menyesal di kemudian hari."


"Kenapa aku harus menyesal? dari dulu impianku adalah menikah dengan perempuan yang aku cintai, dan aku akan sangat bahagia jika impianku terwujud," ujar Andri.

__ADS_1


"Saat ini status Nayla sudah bukan gadis lagi, dan Nayla adalah Janda dari Kakak Mas Andri sendiri. Apa nanti kata orang jika kita sampai menikah?"


"Aku tidak akan mendengar perkataan oranglain Nay, meski pun orang tersebut adalah Ibu kandungku sendiri, karena sumber kebahagiaanku adalah kamu Nayla Ramadhani."


__ADS_2