
Nayla terus saja menangis di samping Andri yang masih belum sadarkan diri, sampai akhirnya airmata Nayla menetes pada tangan Andri.
"Jangan menangis Nayla, aku akan baik-baik saja selama kamu berada di sampingku," ucap Andri dengan lirih ketika pertama kali membuka matanya.
"Alhamdulillah akhirnya Mas Andri sadar juga, kalau begitu Nayla akan memanggil Dokter," ucap Nayla, kemudian berlari ke luar untuk memanggil Dokter.
Dokter bergegas memeriksa keadaan Andri, dan setelah selesai memeriksanya, Dokter ke luar dari ruang ICU.
"Dok, bagaimana keadaan Anak saya?" tanya Mama Indri.
"Pasien sudah berhasil melewati masa kritisnya, dan sekarang Pasien sudah bisa dipindahkan ke kamar perawatan," jawab Dokter.
"Mama Indri dan Papa Ervan saling berpelukan karena bahagia mendengar kondisi Andri yang sudah stabil.
"Nayla, makasih banyak ya Nak, karena Nayla sudah mau menemui Andri. Sekarang Papa minta tolong supaya Nayla selalu menemani Andri sampai kondisi Andri benar-benar pulih."
Nayla hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, karena sebelumnya Jefri sudah memberikan ijin kepada Nayla untuk merawat Andri, tapi Nayla masih berharap jika Jefri bersedia menemaninya, karena Nayla tidak mau sampai timbul fitnah jika hanya berduaan dengan Andri dalam satu ruangan.
"Pa, Ma, Nayla pamit ke Taman dulu untuk menemui Mas Jefri," ucap Nayla, dan sebelum Mama Indri angkat suara, Papa Ervan terlebih dahulu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kenapa sih Pa, Papa mengijinkan Nayla menemui Jefri? pasti nanti Jefri akan menemani Nayla juga saat dia merawat Andri, dan Mamah tidak mau kondisi Andri semakin memburuk jika bertemu si biang onar Jefri."
"Ma, bagaimanapun juga saat ini Jefri dan Nayla sudah menikah, jadi kita tidak mungkin melarang Nayla untuk menemui Jefri."
"Kalau begitu sekarang juga Papa minta Jefri supaya menceraikan Nayla. Sekarang Mama ingin Nayla menikah dengan Andri, supaya Andri bisa segera sembuh."
"Apa maksud Mama? kemarin-kemarin Mama yang memaksa Papa supaya secepatnya menikahkan Jefri dan Nayla, tapi sekarang Mama Meminta Papa supaya memisahkan mereka. Pernikahan itu bukanlah sebuah mainan Ma."
"Mama kan tidak tau kalau Nayla adalah kekasih Andri, makanya Mama mendukung Jefri supaya menikahi Nayla. Lagian Andri dan Nayla juga saling mencintai Pa, jadi sebaiknya Papa meminta Jefri supaya menceraikan Nayla sebelum tumbuh perasaan cinta di antara mereka," ujar Mama Indri mencari alasan, padahal sebenarnya Mama Indri sudah mengetahui tentang hubungan Nayla dan Andri.
Papa Ervan tidak habis pikir dengan jalan pikiran Mama Indri, dan beliau bingung harus berkata apa lagi supaya Mama Indri bisa menyadari kesalahannya.
__ADS_1
"Papa tau kalau Mama sangat menyayangi Andri, tapi tidak dengan cara memisahkan Jefri dengan Nayla Ma."
"Pokoknya Mama tidak mau tau, Papa sekarang juga harus meminta Jefri untuk menceraikan Nayla," ucap Mama Indri yang sudah memutuskan akan merestui Andri menikah dengan Nayla daripada harus melihat Andri sakit.
"Nanti kita bicarakan lagi semua ini dengan Anak-anak, tapi Papa harap Mama tidak memaksakan kehendak Mama, biar Anak-anak sendiri yang memutuskannya."
......................
Nayla yang melihat Jefri duduk di bangku taman, menghampiri Jefri kemudian duduk di sampingnya.
"Bagaimana keadaan Andri?" tanya Jefri.
"Alhamdulillah sekarang Mas Andri sudah sadar dan berhasil melewati masa kritisnya," jawab Nayla.
"Kekuatan cinta kalian begitu hebat ya, Andri langsung sadar ketika kamu menemuinya," sindir Jefri.
"Mas Andri sadar karena Allah SWT Mas, karena hidup dan mati manusia sudah ditentukan oleh Allah SWT sejak kita masih berada dalam kandungan."
"Lalu untuk apa kamu ke sini? apa kamu ingin pamer kalau kamu bahagia karena Andri sudah sadar?"
"Apa tujuanmu mengajakku? apa kamu ingin memperlihatkan kemesraan kalian?"
"Mas, bagaimanapun juga saat ini kita adalah Suami istri, dan aku tidak ingin Mas Jefri sampai salah paham jika aku dekat dengan Mas Andri."
"Sudahlah Nay, aku juga tadi sudah memberikan ijin, jadi kamu tidak perlu memikirkan perasaanku, lagian aku tidak mau bertengkar terus dengan Nenek sihir jika kami bertemu."
"Aku hanya mencoba untuk menghargai Mas Jefri saja, tapi kalau memang Mas Jefri tidak mau, aku sekarang masuk lagi ke dalam," ucap Nayla, kemudian berdiri dan hendak melangkahkan kaki untuk kembali ke dalam Rumah Sakit, tapi tiba-tiba Jefri menahan pergelangan tangannya.
"Baiklah aku ikut," ucap Jefri yang ikut berdiri.
Entah kenapa aku tidak ingin berpisah jauh dari Nayla, dan aku ingin selalu berada di dekatnya. Apa ini yang dinamakan cinta? padahal sebelumnya aku tidak pernah merasakan kupu-kupu yang menggelitik dalam perutku ketika aku sedang bersama dengan seorang perempuan, ucap Jefri dalam hati.
__ADS_1
Nayla langsung menuju kamar perawatan Andri, karena sebelumnya Papa Ervan sudah memberikan pesan kepada Nayla jika Andri sudah dipindahkan.
Sebelum masuk ke dalam kamar perawatan Andri, Nayla mengetuk pintu serta mengucapkan Salam terlebih dahulu, dan Andri yang melihat perempuan yang ia cintai datang untuk menemuinya, langsung mengembangkan senyuman.
"Sayang, akhirnya kamu datang lagi, kamu kemana saja? dari tadi aku mencarimu," ucap Andri, tapi ketika Andri melihat Jefri di belakang tubuh Nayla, senyum Andri langsung hilang begitu saja.
"Pa, sebaiknya kita pulang sekarang, Mama rasanya gerah kalau ketemu sama biang onar. Nayla, kamu jaga Andri baik-baik, jangan sampai ada orang yang berusaha untuk mencelakakannya," sindir Mama Indri kepada Jefri, kemudian menarik tangan Papa Ervan untuk pulang.
Nayla terlihat bingung harus bagaimana, karena dirinya tidak mungkin melayani lelaki yang bukan Suaminya.
"Kamu duduk saja di samping Andri, biar aku duduk di sini, Andri pasti ingin kamu suapi," ujar Jefri dengan menahan sesak dalam dadanya.
"Mas Andri sekarang bagaimana keadaannya?" tanya Nayla.
"Sakit pada tubuhku tidak seberapa jika dibandingkan dengan sakit pada hatiku ketika harus melihat kamu bersama dengan lelaki lain Nay," jawab Andri, dan Nayla terlihat bingung harus berbicara apa.
"Sebaiknya sekarang Mas Andri makan ya," ujar Nayla yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
Nayla menyuapi Andri dengan telaten, sehingga Andri merasa bahagia, lain hal nya dengan Jefri yang merasakan sesak dalam dadanya.
Kenapa dengan hatiku? kenapa hatiku terasa sakit melihat Nayla dekat dengan lelaki lain, apalagi lelaki tersebut adalah mantan kekasihnya sendiri, apa aku cemburu? ucap Jefri dalam hati.
"Makasih ya Nay, kamu sudah mau merawatku. Aku pasti akan cepat sembuh jika kamu selalu berada di sampingku," ucap Andri dengan menggenggam erat tangan Nayla.
"Ekhem, ingat itu istri orang," sindir Jefri, tapi Andri tidak menghiraukan perkataan Kakaknya tersebut, karena saat ini dia benar-benar membutuhkan Nayla.
"Maaf Mas Andri, kita bukan muhrim, tidak seharusnya Mas Andri memegang tangan Nayla."
Dengan berat hati Andri melepaskan pegangannya kepada Nayla, dan Nayla memutuskan untuk duduk di samping Jefri.
Jefri sengaja membuat Andri merasa cemburu dengan memeluk tubuh Nayla, dan Nayla merasa tidak enak karena di sana ada Andri.
__ADS_1
"Mas, jangan seperti ini," bisik Nayla.
"Kenapa? aku ini kan Suami kamu, jadi aku berhak melakukan apa pun kepada kamu sayang," ucap Jefri, sehingga Andri merasakan api cemburu.