CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 28 ( Apakah Salah Janda? )


__ADS_3

Mama Indri selalu merasa kesal terhadap Andri, karena sekarang Andri selalu melawan perintahnya.


"Kamu itu Anak Mama, Andri. Jadi, kamu seharusnya menuruti perkataan Mama, tapi apa yang kamu lakukan sekarang? kamu berubah semenjak kamu bertemu Nayla."


"Ma, maaf jika Andri mempunyai kesalahan terhadap Mama, tapi Nayla tidak pernah memberikan dampak buruk kepada Andri, bahkan sebaliknya, karena berkat Nayla, hidup Andri menjadi lebih baik, dan Andri tidak pernah lalai lagi dalam menjalankan ibadah, karena Nayla selalu mengingatkan Andri untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT."


"Mama cape ngomong sama kamu, sekarang terserah kamu, Mama tidak akan peduli lagi dengan kehidupan kamu, sebaiknya sekarang kamu urusi saja Ratu kesayangan kamu itu."


Andri memutuskan untuk segera ke kamar Nayla mengantarkan makanan, daripada terus berdebat dengan Mama Indri, karena Andri tidak mau menjadi Anak durhaka.


Setelah sampai di depan pintu kamar Nayla, Andri mengetuk pintu serta mengucap Salam terlebih dahulu sebelum masuk.


"Nay, kamu makan dulu ya," ujar Andri dengan duduk di samping Nayla yang saat ini tengah melamun.


"Tapi Mas_," ucap Nayla yang langsung dipotong oleh Andri.


"Tidak ada tapi-tapian, dan aku tidak menerima penolakan. Nay, aku tidak mau kalau kamu sampai sakit. Kamu jangan terus seperti ini, kasihan Kak Jefri kalau kamu terus-terusan menyiksa diri kamu sendiri."


"Mas, maaf ya kalau Nayla selalu merepotkan Mas Andri."


"Tidak Nay, kamu tidak pernah merepotkanku, dan aku selalu bahagia bisa melakukan semuanya untukmu. Sekarang makan ya, menangis juga butuh tenaga," ujar Andri, kemudian menyuapi Nayla.


Bu Fatimah yang melihat Andri berhasil membujuk Nayla makan, merasa senang, karena dari tadi Nayla susah sekali untuk dibujuk.


Alhamdulillah, Nak Andri berhasil membujuk Nayla untuk makan. Sepertinya Nayla juga masih mempunyai perasaan cinta terhadap Nak Andri. semoga saja mereka memang ditakdirkan untuk hidup bersama, kasihan Nayla belum sempat merasakan kebahagiaan berumah tangga, karena Nak Jefri keburu meninggal pada usia pernikahan mereka yang baru beberapa minggu saja, ucap Bu Fatimah dalam hati.


Setelah selesai menyuapi Nayla, Andri memutuskan untuk menghadiri acara tahlil Jefri yang akan segera dimulai.

__ADS_1


"Nay, aku ke bawah dulu ya, sebentar lagi acara tahlil Kak Jefri akan segera dimulai," ucap Andri.


"Mas, apa bisa Nayla ikut ke bawah? Nayla juga ingin mendo'akan mendiang Mas Jefri."


"Apa kamu sudah kuat?" tanya Andri.


"Insyaallah aku kuat Mas," jawab Nayla.


Nayla dibantu oleh Bu Fatimah berjalan menuruni tangga, tapi tubuh Nayla masih terasa lemas, sehingga Andri memutuskan untuk membantunya juga.


Tetangga yang hadir pada acara tersebut menatap tidak suka terhadap Nayla yang turun dengan dibantu oleh Andri, sehingga mereka terdengar membicarakan Nayla.


"Baru juga Suaminya meninggal, udah nempel saja sama mantannya," ujar salah satu perempuan paruh baya yang datang pada acara tersebut.


"Iya ya, belum satu hari jadi Janda juga sudah kegatelan. Sepertinya dia bahagia tuh Suaminya meninggal dunia, jadi bisa balikan lagi sama mantan," ujar salah satu tetangga yang lainnya.


Hati Nayla rasanya sakit mendengar perkataan orang-orang yang membicarakannya, dan Andri tidak terima dengan perkataan oranglain yang sudah berkata buruk terhadap Nayla.


Nayla merasa terharu karena Andri telah membelanya, begitu juga dengan Bu Fatimah yang semakin kagum terhadap Andri.


"Nay, kamu jangan terlalu banyak pikiran ya, tidak ada untungnya kita mendengarkan perkataan oranglain, kita juga tidak meminta makan kepada mereka, dan yang penting kita jangan merugikan oranglain saja," ujar Andri, dan Nayla menganggukan kepalanya serta tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


Banyak yang hadir pada acara tahlil Jefri, termasuk semua Anak buah Jefri, dan Papa Ervan menyambut ramah kedatangan semuanya, berbeda dengan Mama Indri yang terus saja memasang wajah cemberut.


Sebelum acara tahlil dimulai, Papa Ervan terlebih dahulu memberikan sambutan yang di awali dengan pembacaan Basmalah serta Salam.


"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada semua yang hadir pada acara tahlil Anak saya, dan sebagai orangtua Almarhum mendiang Jefri, saya mohon maaf jika selama hidupnya Almarhum Jefri pernah melakukan kesalahan," ujar Papa Ervan, kemudian acara tahlil pun dilanjutkan dengan pembacaan do'a.

__ADS_1


Sepanjang acara, Nayla terus menitikkan airmata, karena Nayla teringat kebersamaannya dengan mendiang Jefri.


Selamat jalan Mas Jefri, semoga Mas Jefri tenang di alam sana, mulai sekarang Nayla akan mengikhlaskan kepergian Mas Jefri, ucap Nayla dalam hati.


Setelah acara tahlil selesai, salah satu Anak buah Jefri menyerahkan kunci basecamp kepada Nayla.


"Kakak ipar, ini adalah kunci basecamp, siapa tau Kakak ipar hendak mengambil barang-barang penting milik Bos di sana," ujar Rahmat.


"Terimakasih Mas Rahmat, tapi bagaimana jika Mas Rahmat dan yang lainnya hendak masuk ke basecamp jika kuncinya diberikan kepada saya? tanya Nayla.


"Kami memiliki kunci duplikat lantai bawah, sedangkan itu adalah kunci basecamp dan juga ruangan atas tempat tinggal Bos. Kakak ipar yang sabar ya, kalau ada apa-apa Kakak ipar bisa menghubungi kami, dan kami berharap Kakak ipar mau meneruskan mengelola usaha mendiang Bos Jefri."


"Nanti saya pikirkan dulu Mas, sekali lagi saya ucapkan terimakasih, dan tolong sampaikan terimakasih saya kepada yang lainnya."


"Iya sama-sama Kakak ipar, Kalau begitu kami permisi dulu," ucap Rahmat, kemudian mengucapkan Salam sebelum pulang.


Setelah kepergian Rahmat, Nayla kembali di antar oleh Andri dan Ibunya ke dalam kamar.


"Mas, uang dari semua teman Mas Jefri sebaiknya dipakai untuk acara tahlilan saja," ujar Nayla dengan memberikan amplop yang berisi uang pemberian semua teman Jefri kepada Andri.


"Tidak perlu Nay, sebaiknya simpan saja uangnya untuk keperluan kamu. Nayla tidak perlu khawatir, insyaallah kalau buat acara Tahlil Kak Jefri, aku dan Papa sudah mempersiapkannya," ujar Andri dengan mengembalikan uang nya kepada Nayla.


"Tapi Nayla tidak enak jika tidak membantu biaya untuk acara tahlil."


"Jangan berbicara seperti itu, kita adalah keluarga, dan sudah menjadi tanggungjawab kami untuk mempersiapkan semuanya. Kalau begitu Mas ke luar dulu ya, tidak enak jika terlalu lama di sini. Bu, sebaiknya Ibu tidur bersama Nayla saja di sini, kasihan Nayla jika tidur sendirian, biar Abah dan Kak Halim tidur di kamar tamu saja," ujar Andri.


"Terimakasih banyak ya Nak Andri, maaf kalau kami sudah merepotkan," ucap Bu Fatimah.

__ADS_1


"Tidak sama sekali Bu, Andri tidak merasa direpotkan oleh Ibu. Sekarang Nayla istirahat ya, Nayla jangan terlalu banyak pikiran, serahkan semuanya kepada Allah SWT," ucap Andri.


"Terimakasih banyak atas semuanya ya Mas," ucap Nayla dengan tersenyum tulus, dan Andri menganggukan kepalanya serta tersenyum sebagai jawaban.


__ADS_2