
Andri merasa pernah melihat wajah Mama Marlina saat di pemakaman Jefri, dan Andri yang merasa penasaran langsung saja bertanya kepada Mama Marlina.
"Maaf Nyonya, sepertinya saya pernah melihat Nyonya datang saat pemakaman Kak Jefri, Apa Nyonya adalah Ibu kandung Kak Jefri?" tanya Andri.
Mama Marlina merasa terkejut karena Andri ternyata mengenalnya.
"Iya Nak Andri, memangnya Nak Andri siapanya mendiang Anak saya?" tanya Mama Marlina.
"Saya adalah Adik satu Ayahnya mendiang Kak Jefri, dan sebelum menikah dengan saya, Nayla adalah istri dari mendiang Kak Jefri," ujar Andri.
Mama Marlina langsung berhambur memeluk tubuh Nayla, dan Mama Marlina melihat perut Nayla yang sudah membesar, sehingga Mama Marlina merasa curiga jika Nayla sedang hamil Anak mendiang Jefri.
"Nak, ini Mama Mertuanya Nayla, maafin Mama ya, karena saat pernikahan Almarhum Jefri dan Nayla, Mama tidak bisa hadir," ucap Mama Marlina dengan mengelus perut Nayla, dan Mama Marlina merasakan sebuah kehangatan, begitu juga dengan Nayla yang merasa nyaman saat Mama Marlina mengelusnya.
"Apa Nayla sedang hamil?" tanya Mama Marlina.
"Iya Ma," jawab Nayla dengan tersenyum.
"Selamat ya Nak, semoga bayi kalian sehat, dan diberikan kelancaran saat melahirkan nanti. Memangnya Nayla dan Andri sudah menikah berapa lama?" tanya Mama Marlina yang merasa penasaran, karena Jefri meninggal baru empat bulan yang lalu.
"Kami menikah baru sekitar satu bulan Ma," jawab Nayla.
Deg
Sepertinya benar dugaanku kalau Nayla saat ini tengah hamil Cucuku, karena aku bisa merasakan jika perut Nayla sudah membesar dan kemunginan sudah menginjak empat bulan, dan Anakku Jefri juga baru meninggal sekitar empat bulan, jadi tidak mungkin jika bayi yang saat ini Nayla kandung adalah Anak Andri, ucap Mama Marlina dalam hati.
"Nak, sebaiknya Nayla dan Andri masuk dulu ya, Mama masih ingin mengobrol dengan Nayla," ujar Mama Marlina dengan menggandeng Nayla untuk masuk ke dalam rumahnya.
Mama Marlina menyuruh Asisten rumah tangga membawa manisan buah mangga yang baru saja Mama Marlina buat, karena kebetulan mangga di halaman kediaman Adhitama sedang berbuah.
"Bi, tolong ambilkan rujak sama manisan mangga di kulkas," ujar Mama Marlina, dan beberapa saat kemudian, Asisten rumah tangga datang membawa manisan dan juga rujak buah mangga.
"Nayla suka mangga kan? biasanya perempuan hamil muda suka yang asem-asem," ujar Mama Marlina.
"Suka Ma, dan sudah satu minggu ini Nayla minta Mas Andri mencarikan mangga muda untuk Nayla, tapi Mas Andri tidak mendapatkannya, meski pun Mas Andri sudah mencari kemana-mana."
"Ya sudah kalau begitu nanti Nayla bawa mangga muda yang banyak dari sini, kebetulan di halaman belakang masih banyak di atas pohon," ujar Mama Marlina.
__ADS_1
Andri merasa heran kepada Mama Marlina yang terlihat menyayangi Nayla, padahal mereka baru pertama kali bertemu.
Apa mungkin Mama Marlina mempunyai firasat jika bayi yang Nayla kandung adalah Anak kandung Kak Jefri? Mama Marlina begitu baik terhadap Nayla, padahal mereka baru pertama kali bertemu. Seandainya Mama Indri bisa menyayangi Nayla seperti Mama Marlina, ucap Andri dalam hati.
Entah kenapa Nayla ingin sekali Kevin memanjat dan mengambilkan mangga muda untuknya.
"Nayla kenapa melamun? kalau Nayla menginginkan apa pun Nayla katakan saja supaya bayi Nayla tidak ngeces," ujar Mama Marlina.
"Ma, apa boleh kalau Tuan Kevin yang memetik mangga untuk Nayla? entah kenapa Nayla tiba-tiba ingin mangga muda yang dipetik langsung oleh Tuan Kevin."
"Tentu saja boleh Nak. Nayla sebaiknya tidak usah panggil kevin pake Tuan, karena Kevin adalah Adik ipar Nayla," ujar Mama Marlina.
"Tapi Ma, Kevin gak bisa manjat pohon."
"Kevin, kamu tidak ingin kan keponakan kamu ngeces," ujar Mama Marlina.
Kenapa Mama berkata jika bayi yang saat ini Nayla kandung adalah keponakanku? berarti Mama pikir jika Nayla hamil Anak Jefri, tapi apa mungkin Nayla sebenarnya hamil Anakku? batin Jefri kini bertanya-tanya.
Ketika Nayla makan rujak dan manisan ditemani oleh Andri, Jefri mengajak Mama Marlina untuk berbicara, karena Jefri ingin memastikan kecurigaannya.
"Ada apa sih Nak, Kevin ngajak Mama bicara? Mama kan masih kangen sama Nayla."
"Tidak Nak, Mama sangat yakin jika saat ini Nayla tengah hamil Anak mendiang Jefri."
Degg
Jantung Jefri berdetak kencang mendengar perkataan Mama Marlina.
"Kenapa Mama bisa berpikir seperti itu? Kak Jefri kan sudah meninggal Dunia."
"Nak, Mama bisa merasakan ketika Mama memegang perut Nayla, jika kandungan Nayla sudah memasuki bulan keempat, sedangkan Nayla dan Andri menikah baru satu bulan."
"Bisa saja kan kalau Nayla selingkuh dengan Andri? apalagi sebelum menikah dengan Kak Jefri, Nayla adalah pacar Andri."
"Nak, apa Nayla yang Kevin cintai adalah Nayla istrinya Andri?"
"Iya Ma, memangnya kenapa? apa Mama tidak setuju jika Kevin menjadi Pebinor?"
__ADS_1
"Nak, sekarang Mama tanya, apa yang membuat Kevin jatuh cinta dengan sosok Nayla? padahal Nayla sudah pernah menjadi Janda, dan sekarang Nayla bahkan sudah mempunyai Suami," tanya Mama Marlina.
"Nayla adalah perempuan Saleha, selain cantik fisik, Nayla juga cantik hati."
"Lalu apa mungkin seorang perempuan Saleha berselingkuh?" tanya Mama Marlina kepada Jefri, dan Jefri tertegun mendengar pertanyaan Mama Marlina.
"Tidak Ma, Kevin sangat yakin jika Nayla tidak akan mungkin berselingkuh, bahkan Nayla tidak sedikit pun berpaling dari Andri saat Kevin berusaha mendekatinya."
"Makanya Mama mempunyai pemikiran jika saat ini yang Nayla kandung bukanlah Anak Andri, tapi Nayla sedang mengandung Anak dari mendiang Kakak kamu, karena kalau dihitung, kematian Jefri juga baru sekitar empat bulan."
Perkataan Mama benar juga, apa mungkin Nayla mau menikah dengan Andri karena Nayla tidak mau Anaknya terlahir tanpa memiliki seorang Ayah? tadi Nayla berkata kepada Bi Ijah jika Andri telah berkorban demi Nayla, mungkin saja pengorbanan yang dimaksud Nayla adalah karena Andri bersedia mengakui Anak aku sebagai Anaknya, ucap Jefri dalam hati.
"Nak, Kevin kenapa? apa Kevin baik-baik saja?" tanya Mama Marlina.
"Ma, seandainya Kevin berbohong, apa Mama akan memaafkan Kevin?" tanya Jefri.
"Memangnya apa yang sudah Kevin tutupi dari kami?" tanya Mama Marlina.
"Nanti Kevin akan menceritakan semuanya setelah Kevin mengambilkan mangga muda untuk Nayla," jawab Jefri, kemudian melangkahkan kaki menuju halaman untuk mengambil buah muda.
Sebaiknya aku mengaku jika aku adalah Jefri bukan Kevin, supaya aku bisa membesarkan Anakku dengan Nayla, dan kami bisa hidup bahagia, ucap Jefri dalam hati.
"Tuan Kevin mau kemana?" tanya Andri yang melihat Kevin lewat.
"Aku mau metik mangga, bukannya Nayla ingin mangga yang aku petik langsung untuknya?" tanya Jefri.
"Maaf ya Tuan, saya sudah merepotkan."
"Nay, kamu adalah Kakak ipar aku, panggil aku Kevin saja," ujar Jefri, dan aku sangat yakin jika saat ini kamu sedang hamil Anak aku, makanya Anak aku ingin Ayah kandungnya yang mengambilkan mangga muda untuknya, lanjut Jefri dalam hati.
"Saya tidak enak Tuan, kalau begitu saya panggil Mas saja," ujar Nayla.
"Ya sudah terserah kamu saja. Kamu juga Andri kalau bukan di kantor, kita panggil nama masing-masing saja, jangan ada embel- embel Tuan," ujar Jefri.
"Iya siap Kevin. Maaf ya kalau Nayla sudah merepotkan kamu. Sayang, aku bantu Kevin dulu ya," ujar Andri.
"Apa Nayla boleh iku Mas?"
__ADS_1
"Tentu saja, tapi Nayla jalannya hati-hati ya, jangan sampai bayi kita kenapa-napa," ujar Andri.
Andri sepertinya sangat mencintai Nayla, bahkan Andri rela mengakui bayi Jefri sebagai Anaknya. Aku harus bagaimana? kenapa Kevin harus jatuh cinta kepada Perempuan yang sudah bersuami, apalagi perempuan tersebut adalah mantan istri dari Kakaknya sendiri, meski pun aku yakin jika Nayla saat ini sedang hamil Anak Jefri, dan jika Kevin menikahi Nayla, berarti aku bisa merawat Cucu kandungku sendiri, batin Mama Marlina saat ini berada dalam dilema.