CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 54 ( Melahirkan )


__ADS_3

Andri bergegas membawa Nayla ke Klinik bersalin yang tidak jauh dari rumahnya, dan Andri terus mendampingi Nayla saat Nayla dibawa masuk ke dalam ruang bersalin.


"Mas, sakit Mas," ucap Nayla dengan lirih, apalagi saat ini keringat terus mengucur dari dahi Nayla.


"Sayang, Nayla pasti kuat, Mas akan selalu berada di samping Nayla," ujar Andri dengan mengelap keringat yang terus saja menetes pada wajah Nayla, sehingga saat ini Nayla bermandikan keringat.


Dokter memberi arahan ketika hendak memeriksa pembukaan pada jalan lahir Nayla.


"Ibu yang sabar ya, sekarang sudah pembukaan tiga, biasanya Anak pertama pembukaannya akan sedikit lama," ujar Dokter.


"Dok, bagaimana supaya pembukaannya cepat? kasihan istri saya harus terus menahan sakit," ujar Andri.


"Biasanya dengan berjalan-jalan akan membuat pembukaan lebih cepat Pak."


"Sayang, apa sebaiknya Nayla di Operasi saja supaya tidak merasakan sakit lagi?" tanya Andri yang merasa kasihan terhadap Nayla.


"Mas, kata orang-orang kalau di operasi nanti akan sakit pasca melahirkan, jadi Nayla ingin melahirkan secara normal saja, karena sudah menjadi kodrat wanita merasa sakit saat melahirkan, tapi Nayla bahagia karena bisa menjadi perempuan yang sempurna," ujar Nayla dengan terus meringis kesakitan, sehingga Andri ikut meringis juga karena Nayla terus mencengkram tangannya.


Andri dan Nayla sengaja tidak memberitahukan tentang Nayla yang akan melahirkan kepada kedua orangtua mereka, karena saat ini pernikahan mereka baru tujuh bulan lebih, dan pasti orangtua mereka akan merasa curiga jika yang Nayla lahirkan adalah Anak mendiang Jefri bukan Anak Andri.


Nayla dibantu oleh Andri untuk berjalan-jalan secara perlahan supaya mempercepat pembukaannya, dan satu jam kemudian, Nayla kembali merasakan kontraksi yang hebat.


"Mas, perut Nayla mulas lagi, Nayla udah gak kuat Mas, maafin Nayla jika telah melakukan kesalahan kepada Mas. Nayla titip Anak kita ya," ucap Nayla, sehingga membuat Andri semakin panik.


"Sayang, jangan bicara seperti itu, Nayla jangan membuat Mas takut, Mas yakin Nayla pasti bisa melewati semua ini," ujar Andri dengan menangis, kemudian Andri bergegas memanggil Dokter supaya memeriksa kondisi Nayla.


Dokter kembali memeriksa pembukaan pada jalan lahir Nayla, kemudian Dokter memberikan instruksi kepada Nayla untuk mengejan.


"Tarik napas dari hidung, buang dari mulut, tarik napas dari hidung buang dari mulut, sekarang dorong yang kuat Bu," ujar Dokter dan Nayla beberapa kali mengejan tapi bayi Nayla belum kunjung lahir juga.


Andri yang melihat Nayla bertaruh antara hidup dan mati terus saja menangis dengan menggenggam erat tangan Nayla.


"Nak, cepat ke luar dari perut Bunda ya, kasihan Bunda harus kesakitan kalau Jagoan Ayah dan Bunda belum mau ke luar juga. Ayah dan Bunda sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kamu sayang," bisik Andri pada perut Nayla dengan terus mengelusnya, dan beberapa saat kemudian Nayla kembali mengejan dengan mengucap takbir, sampai akhirnya terdengar suara tangisan bayi yang saat ini menggema di seluruh ruangan.


"Alhamdulillah," ucap semuanya, dan Andri langsung saja menjatuhkan tubuhnya yang sudah merasa sangat lemas.


......................


"Nayla," teriak Jefri saat pertama kali terbangun, sehingga Angel yang saat ini masih terlelap di sampingnya ikut terbangun juga.

__ADS_1


Jefri dan Angela sama-sama terkejut dan membulatkan matanya karena saat ini keduanya sama-sama dalam keadaan polos tanpa memakai sehelai benang pun.


"Angela."


"Tuan Kevin."


"Apa yang sudah kita lakukan?" ucap keduanya secara bersamaan.


Jefri mengacak rambutnya secara kasar, begitu juga dengan Angela yang langsung menutupi tubuhnya dengan selimut, dan saat ini Angela menangis karena telah kehilangan kesuciannya.


"Angela, aku minta maaf, aku kira kamu Nayla."


"Semalam saya juga mengira jika Tuan Kevin adalah Andri, tapi ternyata kita berdua masuk ke dalam jebakan yang telah kita buat," ucap Angela yang terus saja menangis karena menyesali semuanya.


Jefri langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dan Jefri berteriak dengan meninju kaca sehingga tangannya berdarah.


"Aaaaaa..Nayla, kenapa aku bisa melakukan kesalahan? sekarang aku sudah benar-benar mengkhianati kamu sayang," teriak Jefri dengan mengguyur tubuhnya di bawah aliran air shower.


Setelah membersihkan diri, Jefri ke luar dari dalam kamar mandi, kemudian memunguti satu persatu pakaiannya.


Setelah Jefri kembali mengenakan pakaiannya, Jefri menyuruh Angela untuk membersihkan diri.


Angela meringis kesakitan saat hendak bergerak, karena itu adalah yang pertama kali untuknya.


"Awww," teriak Angela.


"Kamu kenapa?" tanya Jefri.


"Saya kesulitan untuk bangun Tuan," jawab Angela yang sebenarnya merasa malu.


"Kalau begitu biar aku bantu," ujar Jefri, kemudian membantu Angela berjalan menuju kamar mandi.


"Terimakasih Tuan," ucap Angela, dan Jefri hanya diam tanpa mau mengatakan sepatah kata pun.


Jefri saat ini melihat bercak darah pada sprei yang menandakan jika dirinya telah merenggut kesucian seorang gadis, dan Jefri semakin merasa bersalah terhadap Angela, tapi Jefri tidak mungkin bertanggung jawab, karena Jefri tidak mencintai Angela.


Sekarang aku harus bagaimana? aku tidak bisa bertanggung jawab terhadap Angela, karena aku tidak mencintainya, dan di dalam hatiku hanya ada Nayla, ucap Jefri dalam hati.


......................

__ADS_1


Angela kembali menangis di dalam kamar mandi, apalagi ketika melihat kaca yang retak dengan darah dari tangan Jefri yang menempel pada kaca tersebut.


"Tuan Kevin sepertinya sangat menyesali kesalahan yang telah kami lakukan. Seharusnya aku juga menjaga kesucianku dan menyerahkannya pada Suamiku kelak, tapi sekarang apa yang telah aku lakukan," gumam Angela dengan mengguyur tubuhnya di bawah aliran air shower, dan Angela merasa hidupnya sudah hancur.


Bagaimana kalau aku sampai hamil? orangtuaku pasti sangat murka jika sampai mengetahui semuanya. Apalagi Tuan Kevin pasti tidak akan mau bertanggung jawab, karena aku bukanlah perempuan yang dia cintai. Kenapa aku bisa sampai terobsesi kepada Andri, jika akhirnya aku hanya menghancurkan diriku sendiri, ucap Angela dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Angela ke luar dari dalam kamar mandi, dan Angela semakin merasa sakit hati karena saat ini Jefri terus saja melamun dengan melihat ke arah luar jendela tanpa menghiraukan dirinya.


Setelah Angela memakai kembali pakaiannya, Angela memberanikan diri angkat suara.


"Tuan Kevin, saya sudah siap," ucap Angela dengan lirih.


"Angela, maaf, aku tidak bisa bertanggung jawab kepadamu, karena aku tidak mencintai kamu, dan selamanya cintaku hanya untuk Nayla," ucap Jefri.


"Tuan Kevin tenang saja, saya juga tidak akan meminta pertanggung jawaban kepada Tuan, dan sebaiknya kita lupakan semua yang telah kita berdua lakukan," ujar Angela.


"Syukurlah kalau kamu mengerti. Aku harap kamu mau mengambil ini sebagai bentuk dari tanggung jawabku yang telah mengambil kesucianmu," ujar Jefri dengan memberikan cek dengan nominal uang sebesar dua ratus juta rupiah.


Angela langsung merobek cek tersebut di depan Jefri, kemudian Angela melemparnya pada wajah Jefri.


"Saya tidak menjual harga diri saya, dan kita sudah sepakat untuk melupakan kejadian yang telah kita berdua lakukan, lagi pula Anda tidak memaksa saya, karena kita berdua melakukannya atas dasar suka sama suka meski pun kita telah salah mengenali orang. Jadi, Tuan Kevin tidak perlu repot-repot bertanggung jawab," ujar Angela, kemudian berlari meninggalkan Jefri yang masih diam mematung.


Angela terus berlari tanpa memperdulikan sakit pada bagian inti tubuhnya, karena saat ini hatinya lebih sakit atas penghinaan yang telah dilakukan oleh Jefri, kemudian Angela mencegat taksi untuk pulang.


Tega sekali Tuan Kevin melakukan semua itu. Seandainya Tuan Kevin tidak memberikan cek kepadaku, mungkin aku tidak akan merasa seperti seorang ja*lang yang menjual tubuhnya, tapi Tuan Kevin ternyata hanya menganggapku sebagai perempuan murahan, ucap Angela dengan terus menangis.


......................


Jefri yang menyadari kesalahannya mencoba mengejar Angela, tapi saat ini Angela sudah naik taksi sehingga Jefri tidak bisa mengejarnya.


"Apa yang sudah aku lakukan? kenapa aku melakukan semua itu kepada Angela? pantas saja Angela marah kepadaku, karena aku sudah membuatnya sakit hati karena telah menyamakan Angela dengan seorang ja*lang yang menjual tubuhnya. Sekarang aku harus bagaimana?" teriak Kevin, kemudian berjongkok, dan beberapa saat kemudian ada seseorang yang menepuk bahunya.


"Bangun Nak, ini Mama," ucap Mama Marlina yang mencari Jefri ke klub, karena semalam Jefri tidak pulang.


"Mama," ucap jefri dengan berhambur, memeluk tubuh Mama Marlina.


"Nak, apa yang sudah terjadi? kenapa Kevin menangis?" ucap Mama Marlina yang sudah terbiasa memanggil Jefri dengan sebutan Kevin, begitu juga dengan Jefri yang berusaha membiasakan diri dengan memanggil dirinya dengan sebutan Kevin supaya tidak sampai keceplosan ketika di depan Kakek William dan Papa Richard.


"Ma, Kevin telah melakukan kesalahan, Kevin dan Angela berniat untuk menjebak Andri, tapi pada akhirnya kami terjebak dalam permainan kami sendiri."

__ADS_1


__ADS_2