Camelia Rahma: Kamulah Jodohku

Camelia Rahma: Kamulah Jodohku
Cinta Sendirian


__ADS_3

Sebuah pesawat terbang baru saja mendarat di bandara internasional Indonesia. Membawa seorang wanita yang lari dari cintanya yang terlambat  sadarinya. Hingga membuat cintanya bertepuk sebelah tangan. Yah, ia adalah Camelia Rahma. Wanita berjilbab yang membuatnya bertambah ayu.


Ia melangkah kakinya menuju bus yang akan membawa masuk ke dalam  bandara. Sebelum masuk ke dalam bus, ia merentangkan tangannya. Mencoba untuk merasakan hawa Indonesia yang sudah lama ia tidak rasakan.


Ia tidak peduli pada orang-orang yang menatapnya heran, karena saat ini, ia sangat bahagia selain. Akhirnya, setelah sekian lama ia bisa juga kembali ke negara kelahirannya.


"Halo Indonesia, aku telah datang," ucapnya dalam hati, menampilkan senyuman selebar mungkin.


Benar saja, ia sudah sangat lama meninggalkan negara kelahirannya ini. Namun, kali ini ia akan menetap disini. Memulai hidup barunya lagi meskipun kehadirannya kembali, bisa membuatnya teringat akan Cinta sendiriannya.


Dari dalam bandara ia mendorong troli yang mengangkut barang-barangnya menuju ke sebuah mobil yang telah ia pesan tadi. Ia celigak-celiguk mencari mobil online yang telah dipesannya. Sambil memperhatikan plat nomor mobil, sesekali ia memperhatikan ponselnya yang sewaktu-waktu ada pemberitahuan. Hingga sebuah suara dari sampingnya malah mengagetkan dirinya.


"Maaf, Mbak Camelia Rahma?" tanya seorang bapak yang Camelia duga sudah hampir masuk kepala enam itu.


"Iya Pak, saya Camelia Rahma."


"Mobil saya ada disana Mbak, mari," ajak Bapak tersebut.


Namun baru beberapa langkah, Bapak tersebut menghentikan langkah kakinya karena Bapak tersebut ingin ke toilet dulu. Camelia pun hanya mampu menganggukkan kepalanya, sebelum kembali melanjutkan langkah kakinya menuju mobil berwarna hitam itu.


Sesampainya disana, Camelia pun memilih mengangkat koper-kopernya sendiri hendak memasukkannya ke dalam bagasi. Ia juga tak enak hati menyuruh sopir yang sudah lewat setengah abad itu, mengangkat barang bawaannya. Meskipun tetap membayar, ia tak mau semena-mena pada orang tua itu.


Ia pun memasukkan koper dan tas miliknya kedalam bagasi. Hingga koper terbesar, ia memilih berhenti sejenak, menyeka keringat yang sudah bersarang di jidatnya.


Setelah lama berhenti, ia pun kembali memasukkan koper tersebut ke bagasi, namun nihil. Meski telah mencoba beberapa kali, ia tetap tidak bisa memasukkannya.


"Butuh bantuan?" tanya seorang pria bertopi putih yang berada tepat dibelakangnya.


Camelia berbalik melihat orang yang bersedia membantunya. Ia tersenyum dan menjawab, "Iya, tolong bantu aku, yang koper ini saja, lainnya aku bisa sendiri."


Pria bertopi putih itu hanya menganggukkan kepalanya pelan dan mulai menaruh koper Camelia dibagasi. Belum sempat Camelia mengucapkan sepatah kata, Pria bertopi itu pun pergi meninggalkan Camelia sendiri. Camelia yang sadar, berlari kearahanya. Tentu saja ia ingin mengucapkan terima kasih padanya.


"Eh, hei tunggu ...," teriak Camelia membuat lelaki tadi mengentikan langkah kakinya dan berbalik melihat Camelia.


"Terima kasih telah menolongku. Kapan-kapan kalau kita bertemu lagi aku akan mentraktirmu makan," lanjut Camelia.


Terlihat pria itu mengangkat tangannya untuk memperlihatkan bahwa ia satuju dengan usul Camelia.


"Baiklah, terima Kasih ya," ucap Camelia lagi sebelum kembali ke tempatnya semula.


Setelah semua barangnya telah masuk saat bapak sopir itu tiba di mobilnya. Merasa tidak enak pada pelanggannya ini, Bapak itu pun meminta maaf.


"Aduh, maaf Mbak. Bapak tadi buru-buru sekali."


"Ngga papa Pak, tadi ada yang bantuin juga kok."


"Iya Mbak."


Setelahnya, bapak tadi mengendarai mobil, membawa Camelia menuju ke rumah yang serat akan kasih sayang orang tua. Perjalanan yang ditempuhnya dari Turki ke Indonesia memang membutuhkan waktu yang lama dan sangat melelahkan. Tapi, semuanya itu tergantikan saat ia bertemu dengan kedua orang tuanya yang tidak tau berita kepulangannya.


"Assalamualaikum Pa, Ma," ucap Camelia saat berada didepan pintu masuk rumahnya.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam. Sayang! Ya Allah. Camelia, kamu datang nak. Kenapa tidak memberitahu Mama dan Papa kalau kamu mau datang. Tau begini kami akan menjemputmu, nak. " ujar Mama Lia maju memeluk anak gadisnya ini.


"Ini kejutan Ma," ucap Camelia seraya bergantian memeluk kedua orang tuanya yang telah memberikan semua apa yang diinginkannya.


"Terima Kasih telah kembali lagi sayang," ujar Papa Carel saat memeluk putri semata wayangnya.


"Ayo kita masuk dulu," ujar Mama Lia.


"Ma, barang Cam?"


"Ya Allah, Mama sampe lupa, nak."


Papa dan Mama pun membantu membawa barang bawaan Camelia ke ruangan sekeluarga. Disana, Camelia memberikan oleh-oleh pada Mama dan Papanya.


"Pa, Ma. Kalau gitu, Cam kekamar dulu," ucap Camelia


"Iya sayang. Istirahat lah kamu pasti lelah," ucap Mama Lia.


"Biar Papa bantu bawakan kopermu, Nak."


"Iya Pa."


Akhirnya Camelia dan Papa Carel pun pergi ke kamar yang berada dilantai dua. Saat membuka pintu kamarnya, seakan kejadian beberapa tahun lalu membuatnya kembali merindukan saat-saat dimana ia dan seseorang yang coba ia lupakan bersama.


"Hus apaan sih!" batinya sambil membuang masa lalu yang pahit itu


"Papa simpan disini aja ya, Nak."


Seketika Camelia berbalik belakang, ia tidak sadar tenyata Papa berada didekatnya.


Keluarnya Papa dari Kamar, Camelia pun mulai membereskan semua barang bawaannya. Memasukkan pakaiannya ke dalam lemari dan barang-barang lainnya yang ia susun diatas meja dekat lemarinya.


Selesai membereskan semua barangnya, terakhir ia membereskan koper-kopernya yang telah kosong. Ia menyimpan koper-kopernya diatas lemari. Hingga saat koper terakhir ingin ia simpan, sebuah buku hariannya yang menyimpan kenangan 11 tahun lalu jatuh begitu saja dihadapannya.


"Ternyata kamu disini rupanya. Pantas saja aku cari-cari tidak ketemu," ucap Camelia sambil memungut buku hariannya itu.


Entah kekuatan dari mana, tiba-tiba saja rasa lelahnya sedikit berkurang. Padahal rencananya, ia ingin segera mengistirahatkan tubuh yang sudah lelah ini.


Ia pun cepat-cepat membereskan barang-barang lainnya. Selepas itu, ia memilih membuat cokelat panas dan mengambil beberapa cemilan untuk dibawanya ke beranda kamarnya sambil membaca kembali buku hariannya yang ia kira telah hilang itu.


Merasa cukup nyaman dengan posisinya, Ia pun mulai membaca buku hariannya dimana kisahnya di sma bermula 11 tahun lalu. Seakan saat membaca bukunya itu, ia ikut tertarik ke dalamnya. Mengulas kembali kisah yang telah tercatat.


Flashback 11 tahun lalu


Saat itu Camelia mulai masuk ke Sma 19 Bandung dan menjalani masa orientasi siswa baru.


Yah, ia adalah seorang siswa baru di sma itu. Tapi karena kecerobohannya, malah membuatnya terlambat masuk di hari pertama peng-ospekan. Meski sudah diantar oleh Papa, ia tetap saja terlambat. Melihat pintu pagar yang telah tertutup rapat, membuat ia hanya mampu memohon pada satpam sekolah agar membukakan pintu pagar untuknya.


"Pak, bukain pintunya dong, tolong pak," ucap Camelia dengan kedua tangan mengatup di dada. 


"Maaf neng ngga boleh atuh, eneng mah udah telat limabelas menit. Itupun eneng datangnya udah lewat waktu yang sudah di tolerir," ucap satpam itu

__ADS_1


"Kan belum setengah jam pak, boleh ya. Nanti bapak aku traktir deh. Boleh ya, Pak," bujuk Camelia agar diizinkan masuk.


"Maaf neng, bapak ngga mempan yang namanya sogokan gituan. Maaf ya neng,"


"Eh, ini namanya bukan sogokan pak tapi tanda terima kasih aku sama bapak, karena bapak sudah baik sama Cam," ujar Camelia sebenarnya.


"Tapikan, tujuan eneng sama ajakan agar diizinkan masuk. Pokoknya ngga neng."


Di saat Camelia mulai menyerah dengan keadaan, seseorang lelaki terlihat santai berjalan kearahnya.


"Santai sekali, aku aja ngos-ngosan lari-lari kesini," batin Camelia.


"Pak bukain pintunya dong, aku mau masuk," ucap lelaki berseragam putih abu-abu itu dengan santainya.


"Hah, aku ngga salah dengarkan? santai sekali orang ini, aku aja ditolak! Apa bapaknya salah satu donatur sekolah ini?" batin Camelia sambil menelisik lelaki yang telah berada didepannya ini.


"Maaf den, aden ngga boleh masuk atuh. Aden-kan sama terlambatnya juga sama si eneng ini," jelas satpam itu.


"Ya udah pak, kalau udah dibolehkan masuk, tolong panggil aku di pos-posan itu ya pak. Aku capek jalan kaki, mau istirahat dulu sebentar."


"Eh, ngga ada pusingnya ya. Hufff apes-apes," batin Camelia melihat lelaki tadi sudah pergi ke pos-posan yang ada didepan gerbang sekolahnya.


Camelia tidak menyerah. Ia masih setia berdiri didepan pintu pagar, berharap pak satpam sekolah mau membukakan pintu untuknya.


"Eh, kamu!" panggil lelaki tadi.


"Aku?" tanya Camelia sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu siapa lagi. Apa kamu ngga lelah berdiri disitu terus apalagi dengan matahari yang terik ini, sini duduk di dekatku. Tunggu sampai gerbangnya dibuka."


Dirasa kakinya yang mulai kesemutan, akhirnya Camelia memilih pergi ke dekatnya dan duduk tak jauh darinya.


"Perkenalkan nama aku Abraham Fauzi, cowok idola masa depan sekolah ini. Oh iya, kamu bisa memanggilku Abra," ucap lelaki itu yang bernama Abra seraya mengulurkan tangannya pada Camelia, berniat untuk saling bersalaman.


"Aku Camelia Rahma. Panggil saja Camelia," balas Camelia sambil menjabat tangan Abra.


"Em ... nama yang bagus, tapi kok kamu terkesan ... maaf ya, tomboy," ucap Abra terkikik geli sendiri.


"Kamu ngeledek ya! Emang kenapa kalau aku tomboy masalah buat kamu?" tantang Camelia tidak suka pada lelaki beralis tebal ini.


"Ngga sih, maaf ya. Mau ngga temanan sama aku," ucap Abra mencoba memperbaiki keadaan.


"Simpan saja sok akrab kamu itu pada yang lain," ucap Camelia mendenggus kesal seraya kembali ke tempatnya semula digerbang sekolah.


"Cowok idola masa depan apaan, paling juga cowok terkesel di sekolah," gerutu Camelia dengan suara yang hampir tak terdengar.


...Tbc .......


Penasaran dengan kisah mereka? Yuk ikuti terus cerita mereka. Jangan lupa kalian juga like, vote dan komen, ya!


Terutama tambahkan cerita ini ke favorit kalian agar kalian mendapatkan update terbaru dari tiap bab-nya dan info-info lainnya.

__ADS_1


Sampai jumpa di bab berikutnya.


...By Peony_8298...


__ADS_2