
Obrolan bising mereka terhenti saat sang Mc kembali naik ke panggung setelah ucapan ramah tamah dari kepala sekolah telah selesai. Sang Mc itu pun berbicara, ia mengatakan jika sebentar lagi mereka akan memanggil sepasang legenda sekolah yang sampai hari ini, guru-guru yang pernah mengajar mereka masih membicarakan kisah mereka yang masih terekam jelas diingatkan mereka.
Tentu saja semua tamu reunian yang hadir jadi deg-degan. Senang jika nama mereka lah yang nantinya akan disebutkan. Namun, tidak dengan Camelia. Ia seperti tidak tertarik dengan kata-kata Mc itu. Karena dengan mengatakannya, membuat Camelia jadi teringat akan masa lalunya yang tidak se-hangat matahari disaat-saat terakhir ia bersekolah.
Memikirkannya saja membuat Camelia tertunduk lesu, apa bisa nama mereka berdua disebutkan? Pikirnya kala mengingat kejadian demi kejadian saat mereka mulai menjauh. Namun semua jauh dari perkiraannya. Camelia tersentak kaget, saat sang Mc memanggil nama pasangan Legenda itu. Pasangan yang khusus untuk memeriahkan acara ini tanpa tahu kalau pasangan itu akan ikut ambil bagian di acara ini.
"Baiklah, kalau begitu. Mari kita beri tepuk tangan yang meriah kepada pasangan legenda kita hari ini, yaitu Abraham Fauzi dan Camelia Rahma."
Deg, Camelia terkejut saat namanya disebutkan. Ia tidak pernah menyangka semua ini. Sedangkan Abra malah menganggapnya bisa saja. Bahkan ia tersenyum senang karena dengan begitu, ia bisa menunjukan pada semua teman sekolahnya dulu kalau hubungan mereka tidak akan pernah pudar di makan waktu dan ia bisa sekalian menujukkan kalau Camelia masih punya-nya yang dulu.
"Ayo, Cam. Nama kita disebut loh!" ajak Abra untuk naik ke atas panggung.
"Ngga deh, kamu aja," tolak Camelia.
Kanaya dan Dilla yang mendengar penolakan Camelia, jadi tambah mendukung Abra agar Camelia ikut dengan Abra naik ke atas panggung.
"Naik aja, Cam," ujar Kanaya.
"Iya naik aja, biar yang lain pada tau," ujar Dilla menyimpan kata-kata tersembunyi didalamnya.
Camelia dan Abra bukanlah orang yang tidak bisa menangkap kata-kata tersembunyi dari Dilla itu. Hanya saja mereka berpura-pura tidak tau. Apalagi Camelia. Ia bahkan memberikan lototan mata pada Dilla.
Semua itu pun tidak luput dari pandangan Delia dan Revan. Dibalik mimik yang mendukung agar Abra dan Camelia, tersimpan rasa tidak ingin jika mereka berdua naik ke atas panggung.
"Ayo lah, Cam. Ngga usah gugup, kan ada aku," ujar Abra yang telah berdiri dari tempat duduknya dan mengulurkan tangan pada Camelia.
"Iya Cam, naik aja. Tenang ... kan, ada Abra," ujar Delia pada akhirnya.
Setelah didesak oleh semua temannya, Camelia pun akhirnya berdiri juga. Namun, ia tidak mengambil tangan Abra yang diulurkan padanya.
Sang Mc yang melihat pasangan legenda itu telah berdiri jadi lega, karena susunan acara yang telah panitia susun, tidak jadi berantakan.
"Inilah pasangan legenda kita pada acara ini. Mari kita sambut dengan tepukan tangan yang meriah, Abraham Fauzi dan Camelia Rahma, anak angkatan duapuluh empat di sekolah ini," ujar sang Mc membuat para tamu reuni bertepuk tangan.
Camelia dan Abra berjalan ke arah panggung dengan jalan yang sejajar. Abra yang melihat Camelia seperti deg-degan, membuat ia beralih menatapnya seperti mengatakan 'Tidak apa-apa, ada aku'
__ADS_1
Camelia mengangguk. Ia lantas menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Baru setelah itu, perasaan Camelia sedikit terasa lega.
"Terima kasih," ujar Camelia.
"Sama-sama. Itulah gunanya seorang ...," ujar Abra menggantung katanya.
Abra sebenarnya ingin mengatakan gunanya seorang sahabat, tapi jika ia berkata seperti itu, maka ia akan mendustakan kata hatinya. Camelia juga tidak ingin mencari tau lebih lanjut akan potongan ucapan Abra, karena ia sendiri juga tidak ingin mendengarnya. Walaupun ia sangat penasaran.
Sepanjang jalan, tak jarang banyak pasang mata yang melihat mereka kagum. Pasalnya sudah bertahun-tahun berlalu, mereka masih deket seperti dulu. Pikir kebanyakan tamu yang tidak mengetahui, jika hubungan persahabatan mereka pernah mengalami keretakan akibat kesalahpahaman.
Risih dengan pandangan orang-orang, tidak membuat Abra gentar dengan terus berjalan kearah panggung. Begitu pula dengan Camelia. Sejak Abra membuatnya nyaman, ia tidak memperdulikan deg-degannya itu lagi.
Sesampainya mereka berdua di dekat panggung, sang Mc pun menghampiri mereka dan memberikan Abra dan Camelia masing-masing sebuah mikrofon.
"Terima kasih," ujar Abra.
"Maaf tidak memberitahu kalian dari dulu, karena ini adalah kejutan khusus yang diadakan oleh para penyelenggara Acara," ujar sang Mc.
"Apakah salah satu penyelenggaranya Rino aldebaran?" tanya Abra memastikan.
"Iya, dia salah satunya," jawab sang Mc membuat Abra menganggukkan kepalanya.
"Apakah kalian masih semangat?" Teriak sang Mc ingin membuktikan semangat dari para tamu reuni.
"Masih," jawab hampir semua tamu reuni.
"Baiklah, karena pasangan legenda kita telah berada disini, bagaimana kalau kita minta mereka buat menyumbangkan sebuah lagu buat meramaikan acara ini,?" ujar sang Mc.
"Iya nyanyi lagu dong."
"Request lagu boleh?"
"Nyanyi, nyanyi, nyanyi,"
Ujar kebanyakan orang yang dekat dari panggung.
__ADS_1
Camelia yang mendengarkannya pun langsung beralih melihat sang Mc, ia mengira jika mereka berdua hanya disuruh naik saja ke panggung untuk memperkenalkan diri. Ternyata dugaannya salah. Jika tetap menyumbang lagu, ia takut suaranya akan terdengar sumbang dan Fals. Hingga, ia terkesiap saat Abra menganggam tangannya yang membuat suara riuh dari tamu reuni.
"Aku kan udah bilang, kamu ngga usah takut kalau ada aku," ujar Abra.
Camelia menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Abra pun kembali melihat para tamu reuni yang tidak sabar untuk melihat penampilan mereka.
"Kali ini biarkan aku saja yang bernyanyi, tapi kamu tetap temani aku disini," ujar Abra pada Camelia.
"Iya," jawab Camelia.
"Jadi kalian mau nyumbangin lagi apa?" tanya sang Mc.
"Aku saja yang nyumbangin lagu," ujar Abra mantap membuat sang Mc mengangguk.
"Baiklah inilah penampilan dari Abraham Fauzi," ujar sang Mc sebelum berlalu dari sana.
Abra pun menghampiri para anak band untuk mengatakan judul lagu yang akan dinyanyikannya. Setelah mengatakannya, Abra kembali lagi disamping Camelia.
"Baiklah. Untuk acara ini, aku akan menyumbangkan sebuah lagu untuk kalian semua dan khususnya untuk wanita yang ada disampingku ini. Lagu ini sengaja ku pilih untuk mengenang kembali masalah lalu kami dan mungkin juga masa lalu kalian. Jadi, Silahkan menikmati lagu ini," ujar Abra.
Camelia terkejut karena Abra sampai membawa-bawanya segala saat ingin bernyanyi. Namun, ia juga penasaran lagu apa yang hendak Abra nyanyikan sampai bisa mengenang masa lalu mereka. Camelia bertanya-tanya dalam hati.
Sedangkan Abra, ia pun memberikan kode pada anak band sekolah untuk memulai memainkan alat musik mereka agar mengiringi saat dirinya mulai bernyanyi.
Petikan gitar dan suara bagian drum dipukul mulai terdengar indah di telinga para tamu. Bahkan dengan mudahnya mereka menebak lagu yang ingin dinyanyikan oleh Abra hanya dengan mendengar awal musik itu.
Tak terkecuali dengan Camelia, ia bahkan sangat menyukai alunan musik tersebut.
...To be continued...
Ada yang bisa tebak lagunya ngga? Aku kasih bocoran ya, video klip dari lagu yang hendak Abra nyanyikan yaitu berkisah pada masa-masa sma. Si cowok ingin selalu mendekati si cewek, tapi saat ingin si cewek itu, si cewek selalu aja tertimpa musibah.
Gimana? Udah terpikirkan belum? Kalau udah komen ya, yang benar aku pajang deh namanya di bab selanjutnya. 😉
Yang tercepat komen, namanya aku pajang.
__ADS_1
Oh iya, jangan lupa like, vote dan komen ya sebagai timbal balik dari yang kalian baca 🤗
...By Peony_8298...