Camelia Rahma: Kamulah Jodohku

Camelia Rahma: Kamulah Jodohku
Camelia-ku


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, Camelia pun bersiap-siap untuk pulang kembali ke rumahnya. Bukannya ia tidak ingin tinggal, tapi ia juga tidak bisa meninggalkan usaha yang baru dirintisnya terlalu lama tanpa pengawasannya.


Yah, memang ada karyawan yang ia percayai untuk menjalankan usaha tersebut, tapi sebagai atasan yang baik seharunya ia tidak hanya angkat-angkat kaki saja tanpa membantu. Untuk itulah ia pulang lebih dulu meninggalkan anaknya yang tidak rela akan kepulangannya.


Setelah memasukkan pakaiannya ke dalam koper, Camelia bergegas menemui Carissa yang sedang mengurung diri didalam kamarnya karena tau dirinya akan pulang hari ini.


Sebenarnya ia tidak tega meninggalkan Carissa hari ini tapi mau bagaimana lagi. Keadaanlah yang membuatnya menjadi seperti ini. Camelia tau hal ini akan terjadi. Jadi untuk itulah ia terlebih dahulu menguatkan tekadnya.


Tok ... tok ... tok ....


Saat ini Camelia tengah mengetuk pintu kamar dimana Carissa sedang mengurung dirinya didalam sendiri. Camelia terus saja mengetuk pintu kamar tersebut walaupun ia tau itu hanya sia-sia saja.


Camelia sudah hapal betul bagaimana tabiat Carissa jika sudah ngambek dan telah mengunci diri. Namun, Camelia juga tau kunci untuk membujuk Carissa keluar dari sana yang tak lain adalah Atha, Papa Carissa.


Camelia pun bergegas pergi memanggil Atha diruangan keluarga. Atha pun menghampiri Camelia. "Sampai saat ini dia belum mau membuka pintunya?" tanya Atha


Camelia hanya mampu menganggukkan kepalanya, pertanda apa yang telah dikatakan oleh Atha memang benar adanya. Mereka pun pergi menghampiri Carissa.


"Nak, bunda udah mau pulang," ujar Atha setelah mereka sampai didepan pintu kamar Carissa.


Hening, tetap tidak ada sahutan dari dalam kamar oleh Carissa. Atha pun terpaksa mengambil keputusan untuk Camelia.


"Biar mas yang mengatasinya. Pasti kamu sudah terlambat untuk pulang.  Sekarang, ayo masnakan mengantarmu keluar," ucap Atha berniat mengantar Camelia sampai masuk ke dalam mobil.


Carissa yang mendengar ucapan papanya langsung saja menangis semakin keras karena ia semakin tidak rela jika sampai Camelia meninggalkannya.


"Tidak, bunda tidak boleh pergi lagi, tangis Carissa. Ia juga semakin sesegukan. Baru saja Bunda bersamanya, kini harus ditinggalkan lagi.


"Sayang buka pintunya sekarang ya," bujuk Atha


"Tidak, papa jahat. Papa tidak sayang Carissa," ucap Carissa.


"Sayang," ucap Camelia sebenarnya tidak tega mendengar tangisan anaknya.


"Tak apa, biar aku yang mengurusnya," ucap Atha pelan pada Camelia.


Abra pun kembali mengetuk pintu kamar sekali lagi.


"Nak, bunda akan pergi sekarang. Apa kamu tidak mau menyalami bunda?" tanya Atha.


"Carissa mau," ucap Carissa pada akhirnya.


"Kalau begitu, buka pintunya ya," bujuk Atha

__ADS_1


"Iya."


Carissa pun beringsut turun dari tempat tidurnya. Sekeluarnya Carissa dari kamar, ia terlihat masih sedikit sesegukan akibat tangisnya tadi.


Sedang dibalik dinding yang lain, ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka. mereka seakan tidak sadar akan hal itu.


Ia adalah sesosok pria yang juga tengah bersiap pulang ke Bandung. Siapa lagi kalau bukan Abra. Mendengar percakapan Camelia dan Atha membuat ia semakin curiga kalau Camelia dan Atha tidak memiliki hubungan yang spesial seperti anggapannya waktu itu.


Ditambah lagi dengan Carissa yang tidak mau Camelia pergi meninggalkannya dan ya, ibu mana yang tega pergi meninggalkan putrinya jika keadaan sudah seperti itu? tidak adakan!


Dengan keadaan yang seperti itu, membuat Abra semakin menambah keyakinannya bahwa Camelia tetap seperti Camelia-nya yang dulu.


Camelia-nya? Tentu karena mulai detik ini juga, Abra akan mengusahakan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan kepercayaan dan rasa nyaman Camelia kembali.


"Harus," ujar Abra dengan tangan yang terkepal penuh semangat.


Melihat Camelia, Atha serta Carissa keluar, Abra pun juga ikut keluar dari tempat persembunyiannya dan bergegas menyusul mereka keluar rumah.


"Sudah mau pulang Cam?" tanya Abra setelah ia berada di belakang mereka.


"Hem iya, kamu juga sudah mau pulang?" tanya balik Camelia saat dengan tidak sengaja melihat ransel besar Abra yang tergantung manis di bahunya.


"Iya sama seperti dirimu. Oh iya, aku boleh numpang di mobilmu tidak? Sampai dihalte bus saja boleh?" tanya Abra.


"Mobil kamu kemana Abra?" Yang bertanya kali ini bukannya Camelia melainkan Atha yang sedikit cemburu akibat percakapan singkat Camelia dan Abra.


"Jadi bagaimana caranya nanti kalau adikmu ingin mengembalikannya padamu, kalau kamu pulang sekarang?" tanya Atha.


"Dia akan membawanya pulang bersamanya? Jadi tidak usah risau. Lagipula dia sudah bisa mengendarainya."


Abra tau jika Atha saat ini tengah cemburu kepadanya. Namun bukannya tambah memanasinya, Abra secepatnya menjelaskan apa yang terjadi dan agar sepupunya itu tidak salah paham akan maksud Abra, Abra pun hanya mengatakan saja pada Camelia jika dirinya hanya menumpang saja sampai ke halte bus terdekat, tidak lebih.


Benar ia ingin menjaga persaudaraannya bersama Atha dengan tidak membuatnya cemburu buta seperti ini.


Hingga semuanya berubah saat Camelia malah mengajaknya pulang bersama karena Camelia berfikir bahwa tujuan mereka sama, yaitu pulang ke Bandung.


"Jika seperti itu. Kita pulang bersama saja. Lagipula tujuan kita sama. Ayo."


"Tidak usah, kamu cukup mengantarku dihalte bus saja," ucap Abra menolak dengan halus


"Tidak apa. Ayo," ucap Camelia.


"Kalau begitu biar aku yangmenyetir mobilnya," ucap Abra.

__ADS_1


"Baiklah, ini kuncinya," ucap Camelia sambil memberikan kunci mobilnya pada Abra.


Abra pun berbalik hendak menuju mobil. Namun belum juga ia sampai, sudah terlebih dahulu ada sebuah suara menghentikannya.


"Uncle." Otomatis Abra membalikkan badannya menghadap ke sumber suara yang telah memanggilnya.


"Iya, nak," ucap Abra memanggil Carissa dengan sebutan anak.


"Tolong jagain Bunda Carissa ya," ucap Carissa


"Iya. Uncle akan menjaga bunda Carissa," ucap Abram


"Terima kasih uncle," ucap Carissa.


"Sama-sama."


"Sayang bunda pergi dulu ya, jadi anak yang baik. Insya Allah bunda akan sering-sering menghubungi kamu," lanjut Camelia sambil mengelus sayang kepala Carissa


"Iya bunda. Bunda janji ya," ucap Carissa sambil menyodorkan jari kelingking-nya.


"Insya Allah sayang. Oh iya mas aku pamit, bunda pergi. Assalamualaikum. " ucap Camelia


"Waalaikumsalam," ucap Atha dan Carissa hampir bersamaan.


Sedang Abra sudah pamit sebelumnya pada mereka dan kini ia telah duduk dikursi pengemudi karena ia lah yang akan menyetir mobil selama perjalanan.


Setelah itu, Abra dan Camelia pun meninggalkan mereka yang masih terus saja melambaikan tangan sampai mobil mereka tidak kelihatan lagi.


Suasana seketika berubah menjadi hening. Bahkan mereka berdua tampak seperti tidak ingin mengobrol satu sama lain. Abra yang sedang fokus menyetir seakan terhipnotis untuk menyetir saja. Tidak jauh beda dengan Camelia yang sedang memandang keluar jendela mobil.


Hingga Abra yang merasa bahwa keadaan mereka benar-benar hening pun berniat ingin membuka percakapan. Namun melihat Camelia yang baru saja tertidur, membuat Abra  mengurungkan niatnya tersebut.


Abra pun kembali fokus menyetir mobilnya. Hingga ia sedikit kehilangan fokusnya tatkala secara tidak sengaja Camelia bersandar pada Abra dengan kepala yang telah nyaman bersandar dipundak Abra.


Deg ... deg... deg .... Seketika jantung Abra berdetak kencang. Abra pun memegang dadanya agar detakan itu kembali menjadi normal.


Bukannya keinginannya tercapai, detakan itu malah semakin menjadi-jadi saat ia mendengar lenguhan kecil dari Camelia yang masih saja terlelap dalam tidurnya.


"Ya Allah, mengapa detakan seperti ini aku merasakannya lagi?" ucap Abra menghentikan lanjut mobilnya. Ia menoleh dan menatap Camelia yang tanpa sadar tersenyum dalam tidurnya


Abra yang melihatnya pun juga ikut tersenyum. "Aku harap, kamu bisa menjadi Camelia-ku yang dulu," gumam Abra sebelum melanjutkan lagi perjalanannya.


...To be continued....

__ADS_1


...Jangan lupa Like, Vote & komentarnya ya readers. Sebagai timbal balik dari yang kalian baca 😅...


...By Peony_8298...


__ADS_2