Camelia Rahma: Kamulah Jodohku

Camelia Rahma: Kamulah Jodohku
Apa Keinginanmu?


__ADS_3

Camelia sedang bersantai dibelakang rumahnya dengan bermain ayunan rotan. Ia kembali membaca buku diarynya itu untuk mengisi kekosongan dan mengenang kembali masa smanya 9 tahun lalu tepat dimana ia dan Abra berada di kelas 3 sma dan dimana persahabatan mereka mulai memudar.


Setelah menyiapkan minuman dan cemilan yang akan menemaninya, ia pun mengambil posisi duduk yang akan membuatnya nyaman. Perlahan-lahan, ia kembali membuka buku diary nya itu.


Semakin hari Abra dan Delia Semakin dekat saja. Sampai-sampai semakin dekatnya, pergi kekantin bersama, pulang pun juga bersama.


Kedekatan mereka itu, membuat persahabatan antara Abra dan Camelia sedikit merenggang dikarenakan Abra yang lebih memilih untuk berdekatan dengan Delia dari pada dirinya.


Camelia yang tahu akan hal itu pun awalnya hanya menganggap biasa saja karena saat itu Delia belum mempunyai teman-teman yang banyak jadi ia memakluminya.


Tapi semua berubah saat seminggu berikutnya Abra terus saja mengabaikannya. Apalagi jika diajak pergi kekantin atau ke perpus pasti ada saja alasan Abra agar tak pergi dengan Camelia dan yang membuat Camelia sangat sedih, dikala ia tahu alasan penolakan Abra terhadapnya, hanya karena ingin terus bersama Delia.


Camelia paham tak seharusnya ia bersikap seperti itu pada Abra. Karena Abra hanyalah sahabatnya saja, tak lebih. Namun bagaimana pun itu, Camelia merasa ada yang hilang darinya.


"Huff, sampai kapan dia akan terus mengabaikanku?" tanya Camelia dalam hati saat melihat Abra yang tengah mengajari Delia bermain basket.


"Hei Cam, kok ngga ganti baju. Apa kamu ngga gerah pakai baju olahraga terus? Oh iya, Mana si Abra? Biasanya kalian lengket kayak permen karet. Masa kamu ditinggal sendiri," ucap Kanaya menghampiri Camelia yang sedang bersandar di tiang penyangga ruangan.


"Oh itu, aku lagi malas ganti bajunya. Kalau Abra lagi main basket sama Delia. Itu mereka, disana," ujar Camelia seraya menunjuk Abra dan Delia yang sedang tertawa senang karena Delia baru saja berhasil memasukkan bola ke ring basket.


Kanaya yang melihat sahabatnya ini terus-terusan saja tidak ingin mendekati Abra dan Delia, akhirnya berinisiatif untuk mendekatkan mereka kembali.


"Cam, sebelumnya aku minta maaf bukannya aku mengurusi persahabatanmu dengan Abra tapi yang aku perhatikan, Abra semakin dekat saja dengan Delia sedangkan dirimu semakin menjauh. Kau tahu, kamu dan Delia seakan bertukaran posisi. Biasanya kamu yang bersama Abra disana, bermain basket dan mengalahkan Abra tapi, sekarang malah Delia yang semakin dekat dengannya. Bahkan Delia pun sudah berhasil bermain basket dengan Abra sekarang. Yah, walaupun dia belum bisa sepertimu, mengalahkan Abra dalam permainan basket itu," terang Kanaya


"Tidak kok, aku dan Abra masih dekat kayak dulu," ucap Camelia mencoba menutupi kebenarannya


"Jangan membohongi diri sendiri Camelia, sudah cukup kamu membohongi perasaanmu. Pergi dan katakan padanya kalau kamu ingin seperti dulu lagi. Jika kamu tetap seperti ini, kalian akan semakin menjauh nantinya. Pergi kesana, main basket bersamanya. Siapa tahu dia mau!" saran Kanaya


"Iya yah, kenapa ngga kepikiran. Baiklah, aku pergi dulu. Terima kasih, Kanaya," ucap Camelia memeluk Kanaya sebagai tanda terima kasihnya.


"Ya sama-sama," ucap Kanaya


Setelahnya, Camelia pun pergi menghampiri Abra dan Delia yang masih bermain basket dilapangan.


"Boleh gabung?" tanya Camelia

__ADS_1


"Boleh kok. Ayo, Cam kemari," panggil Delia.


"Eh tunggu, kayaknya ngga bisa Cam, kami main satu lawan satu," ucap Abra.


"Emm begitu ...." ucap Camelia tidak enak hati.


"Kalian bisa main berdua, aku mau istirahat dulu," ucap Delia sambil keluar dari lapangan.


"Baiklah, ayo Camelia. Aku pastikan kali ini aku akan mengalahkanmu," ucap Abra menyombongkan dirinya dengan tawa yang menggelegar.


"Yakin? Kalau begitu kita lihat saja nanti. Siapa yang akan kalah dan menang. Em ... bagaimana kalau aku menang, kamu akan mentraktirku makan selama 3 hari ini," tantang Camelia.


"Ok, kalau aku menang. Bagaimana?" tantang Abra balik.


"Begitupun sebaliknya. Apa keinginanmu kalau kamu menang?" tanya Camelia.


"Aku akan mengataknnya tapi tidak sekarang dan yang pastinya permintaanku itu tidak berat dan aneh," ucap Abra.


"Ok, ayo dimulai," ucap Camelia.


Para siswa yang berada disekitar situ, langsung saja mengelilingi lapangan basket untuk melihat pertandingan antara Camelia dan Abra. 


Melihat siapa di antara mereka yang akan menang apakah Camelia yang terus menguasai kemenangan atau Abra yang akan membuat sejarah baru dalam pertandingannya kali ini dengan Camelia.


Akhirnya pertandingan bola basket pun dimulai. Bola pertama dikuasai oleh Abra hingga membuatnya menambahkan satu poin untuknya dan menit ini juga ia kelihatan lebih unggul.


Hingga beberapa menit kemudian, keadaan tidak berpihak padanya karena bola basket itu dikuasai oleh Camelia hingga membuatnya mencetak banyak poin dari pada Abra.


"Jangan bilang kamu akan kalah lagi, Abra," ejek Camelia seraya masih memantulkan bola yang ada ditangannya.


"Ngga lah. Ini belum ekstranya Camelia. Tunggu menit berikutnya. Permainan ini baru saja dimulai kan? Masih banyak waktu," ucap Abra masih terus mencoba merebut bola dari Camelia.


"Baiklah, kita lihat bola ini akan berpihak pada siapa kamu atau aku," ucap Camelia sambil berlari ke arah ring dan memasukkannya lagi hingga membuat poinnya bertambah lagi.


"Yes, masuk lagi. Akhirnya masuk lagi," ujar Camelia sambil melewati Abra yang masih terpaku ditempatnya.

__ADS_1


Pertandingan mereka semakin memanas saja. Ditambah lagi dengan dukungan dari masing-masing fans mereka.


"Semangat Abra. Jangan mau dikalahkan sama perempuan," ucap salah seorang teman Abra.


"Semangat Camelia, tunjukkin kalau perempuan juga bisa main basket," ucap teman Camelia yang bernama Dilla.


Semangat yang diberikan untuk mereka berdua, semakin menambah semangat diantara mereka berdua. Tidak ada yang mau mengalah, mereka masih saja berebut bola hingga poin mereka sama-sama imbang.


"Tinggal 30 detik lagi," teriak Delia


Camelia yang menguasai bola saat itu, semakin gencar berlari kearah ring tapi tiba-tiba saja Abra datang dari belakangnya dan merebut bola basket itu dari tangan Camelia.


"Yeah, akhirnya aku menang. Aku menang, aku menang," teriak Abra senang saat ia berhasil memasukkan bola basket itu ke dalam ring sebelum waktunya berakhir.


"Baru kali ini-kan, tak apa," ucap Camelia.


"Selamat Abra," ucap Delia yang menghampiri Abra seraya menjabat tangan Abra untuk memberikannya selamat.


"Terima kasih Delia, ayo pergi," ucap Abra


"Ayo," ucap Camelia mengira Abra mengajaknya bicara juga.


Saat Camelia hedak pergi kedekat mereka, malah mereka meninggalkan Camelia sendirian yang terpaku ditempatnya. Delia baru tersadar kalau Camelia tidak mengikuti mereka saat mereka sudah jauh.


"Mana Camelia?" tanya Delia.


"Mungkin ke kelas, ayo kita pergi kekantin saja. Aku sudah lapar," ucap Abra.


Mereka pun bergegas kekantin. Sedang Camelia langsung pergi ke kelas dan mengambil tasnya untuk pulang ke rumah.


...To be continued....


Jangan lupa like, vote dan komen ya, readers 🤗


...Salah hangat dariku....

__ADS_1


...By peony_8298...


__ADS_2