Camelia Rahma: Kamulah Jodohku

Camelia Rahma: Kamulah Jodohku
Aku Sayang Kamu


__ADS_3

Halo, selamat hari jumat berkah, semoga yang like, vote dan komen diberikan kemudahan rezeki oleh Allah, aamiin. 🤲🏻


...***...


"Nak Atha, pagi tadi mama kamu nelpon. Katanya mama dan papa kamu mau datang ke bandung," ujar Mama Lia seraya menaruh cangkir teh dimeja depan Atha.


Atha terkejut dengan ucapan Mama Lia barusan. Karena setaunya, kedua orang tuanya tidak pernah memberitahukan dirinya kalau mereka akan datang. Bahkan dalam waktu dekat ini.


"Mereka datang untuk apa ma?" tanya Atha tanpa sadar.


"Mereka datang untuk kumpul keluarga katanya. Karena udah lama banget ngga kumpul-kumpul gitu. Sekalian juga ingin melihat Camelia. Oh iya, gih diminum dan makan cemilannya. Mama mau ke dapur dulu."


Belum juga Atha bertanya perihal kedatangan orang tuanya nanti, Mama Lia sudah meninggalkan mereka dengan tanda tanya masing-masing di kepala mereka.


"Kenapa mas?" tanya Camelia.


"Ngga papa. Kalau gitu mas pergi dulu."


"Mas mau pergi?"


"Iya, tiba-tiba mas ingat sesuatu."


"Kalau gitu mas hati-hati. Oh iya, malam ini biar Carissa nginap disini ya, mas."


"Iya, nanti mas bawakan baju gantinya. Baiklah, mas pergi dulu. Tolong bilangin sama mama. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, iya mas."


Atha pun pergi meninggalkan Camelia dan Carissa yang kembali terpaku menonton film kartu di tv. Sedangkan Atha didalam perjalanan pergi, ia selalu kepikiran dengan kunjungan mamanya kali ini. Pasalnya, ia tidak mengetahui jika kedua orang tuanya akan datang.


Hingga pikirannya sedikit buyar saat ponselnya berdering menandakan ada seseorang yang tengah menelponnya. Ia melihat sekilas nama yang tertera di layar ponselnya. Setelah mengetahui siapa yang menghubunginya, Ia pun memasang handsfree untuk memudahkannya selama panggilan telepon.


"Assalamualaikum, pa."


"Waalaikumsalam nak. Papa ngga ganggukan?" tanya Papa Carel diseberang telepon.


"Ngga kok pa."


"Nak, malam nanti kamu sibuk tidak?"


"Insya Allah ngga kok pa."


"Kalau gitu, nanti malam datang ke rumah ya. Ada yang ingin papa bicarakan sama kamu."


"Iya pa. Kebetulan juga nanti malam Atha mau bawakan baju ganti Carissa."


"Carissa mau bermalam dirumah?"


"Iya pa."


Diujung sana, Papa Carel tersenyum mengetahui kalau Carissa akan menginap dirumahnya. Meski bukan cucu kandung, Papa Carel telah menganggap Carissa sebagai cucunya sendiri. Papa Carel lalu melanjutkan percakapan mereka kambali.

__ADS_1


"Baiklah, papa sudahi dulu. Papa akan menunggumu sebentar malam dirumah. Assalamualaikum."


"Iya pa, waalaikumsalam." Atha pun kembali memfokuskan diri menyetir ke tempat tujuan.


...***...


Sore harinya sepulang kerja, Abra kembali pergi ke rumah Camelia. Entahlah, akhir-akhir ini ia hanya ingin merasa ada didekat Camelia saja. Meski melihat wajahnya hanya sebentar pun tidak apa-apa baginya.


Ia lalu menambah kecepatan laju mobilnya. Namun sebelum sampai dirumah Camelia, Abra singgah di sebuah toko kue yang menjual kue kesukaan Camelia. Meski terlambat mengingatnya, bisa Abra pastikan kalau Camelia tidak akan menolaknya. Mengingatnya, membuat Abra tersenyum.


Setelah sampai di toko yang menjual kue macaroon, Abra lalu masuk ke dalam toko dan mulai memilih rasa macaroon yang tersedia di etalase toko. Sambil memilih Abra sesekali tersenyum kala mengingat betapa lucunya Camelia dulu jika mengangkut kue ini.


Waktu itu, mereka baru saja pulang sekolah. Setelah keluar dari gerbang sekolah, Camelia lalu menyuruh Abra menghentikan laju motornya. Mau tidak mau, Abra lantas menghentikan laju motornya itu. Tidak sampai disitu Camelia bahkan menyuruh Abra turun dari motor. Tentu saja semua itu membuat Abra heran.


"Cam, kita mau kemana?" tanya Abra.


"Ada deh. Kamu ikut aja dan ngga usah banyak bertanya," ujar Camelia saat mulai melajukan motor Abra.


"Stop ... stop Cam," seru Abra sambil menepuk pundak Camelia.


"Ada apa lagi sih. Bisa ngga kamu tiga d aja."


"Tiga d?"


"Duduk, diam dan doa - agar kita cepat sampai ditempat tujuan."


"Ngga bisa. Lama-lama aku dibilangin ngga macho sama teman yang lihat kita. Bagaimana mau tambahin popularitas aku kalau gini."


"Biar aku yang nyetir. Kamu bilang aja mau kemana! Dan kamu juga harus tiga d."


Camelia sempat mencerna ucapan Abra barusan sebelum menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Baiklah, sini kita tukeran duduk lagi."


"Ok." Lalu, Abra pun melajukan motornya menuju toko kue yang tadi telah di sebutkan oleh Camelia.


Memikirkan kenangan yang sangat lama mereka membuat Abra tersenyum hingga pelayan toko merasa aneh melihatnya. Merasa diperhatikan, Abra lalu mendongkak melihat pelayan toko itu. Sambil tersenyum canggung, Abra menggaruk kepala bagian belakangnya yang tiba-tiba merasa gatal.


Ia lalu memberikan catatan pembelian pada pelayan toko untuk dibungkuskan macaroon yang telah dipilihnya.


"Terima kasih," ucap Abra seraya menerima kotak berwarna biru berisi macaroon kesukaan Camelia.


"Sama-sama."


Dengan langkah yang sedikit lebih cepat, Abra berlalu keluar dari toko menuju mobil suv-nya. Ia ingin secepatnya sampai dirumah Camelia dan melihat senyuman yang terbit di wajahnya. Didalam perjalanan, ia memutar musik di mobilnya dan mulai bersenandung kecil menyanyikan lagu kesukaannya sejak sma.


Lama berkendara, akhirnya Abra sampai dipelanataran rumah Camelia. Ia lalu keluar dari mobil. Saat Abra hendak menutup pintu mobil, seorang anak kecil yang tidak lain adalah Carissa memanggil dirinya.


"Uncle Abra!"


Abra lantas berbalik. Ia tersenyum menyambut Carissa yang kian mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"Sama siapa kesini?" tanya Abra.


"Sama papa, tapi papa udah pergi."


"Bunda ada didalam ngga?"


"Ada. Bunda ada di belakang rumah karena mau ajarin Carissa main basket."


"Mau uncle ajarin juga? Uncle juga jago loh main basket, ngga kalah sama Bunda Camelia," ujar Abra sambil menoel hidung mancung Carissa.


"Mau ... mau, ayo uncle."


Dengan sangat kegirangan, Carissa pun mengulurkan tangannya hendak mengaitkan tangannya pada tangan Abra. Namun saat dirinya ingin mengaitkan tangannya ditangan Abra,  matanya menangkap sesuatu yang membuat matanya berbinar cerah. Ia lalu tersenyum yang memperlihatkan gigi susunya pada Abra.


"Kenapa?" tanya Abra heran seraya menyamakan tingginya dengan Carissa.


"Itu, Carissa mau." Tunjuknya pada tangan Abra yang memegang tas berisi macaroon yang tadi dibelinya.


"Oh, Carissa mau?" tanya Abra tanpa sadar. Pasalnya, Abra membelikan macaroon ini untuk Camelia nikmati. Tapi Carissa malah melihatnya dengan penuh minat.


Carissa yang memang sangat menginginkan tas berisi macaroon yang dibawa Abra malah menganggukan kepalanya setuju. Mau tidak mau, Abra memberikannya pada Carissa, keponakannya tersayang.


"Ini, uncle berikan."


"Yee, terima kasih uncle," ujar Carissa lalu mencium pipi Abra.


"Baiklah, bagaimana kalau kita masuk sekarang."


"Ayo uncle, kita lewat samping aja biar langsung ke belakang rumah ajarin Carissa main basket."


Abra dan Carissa pun berjalan sambil bergandengan tangan. Sesampainya mereka di halaman belakang rumah, Carissa mengernyit heran saat tidak mendapati Camelia berada disana.


"Bunda kemana?" tanya pelan.


"Mungkin masuk dulu ke dalam rumah. Mau uncle ajarin sekarang?"


"Mau ... mau," ujar Carissa mengangguk patuh.


"Kalau gitu, tas macaroon-nya di simpan dulu ya. Nanti kembali lagi kesini."


"Siap uncle." Carissa lalu berlari kecil menuju meja yang tidak jauh dari lapangan basket.


Dari arah rumah, terlihat Camelia sedang membawa beberapa cemilan dan teh untuk dirinya dan Carissa. Sangking senangnya karena ingin segera mengajar Carissa, Camelia bahkan belum menyadari sosok lelaki yang berdiri ditengah lapangan basket dan terus melihatnya berjalan semakin dekat.


"Sayang," panggil Camelia dengan pandangan terarah pada lapangan basket.


...To be continued....


Jangan lupa like, vote dan komen ya sebagai timbal balik dari yang kalian baca ya readers 🤗


...By Zolovelypeony...

__ADS_1


__ADS_2