Camelia Rahma: Kamulah Jodohku

Camelia Rahma: Kamulah Jodohku
Si Tomboy Camelia atau Princess Camelia


__ADS_3

Setelah mencari-cari lokasi yang tepat untuk membangun usahanya, Camelia pun akhirnya akan memulai usahanya membuka toko brownies seminggu lagi untuk melengkapi semua peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat brownies nya nanti.


Selain sudah mencari lokasi yang sudah ada bangunanya, Camelia juga sudah mencari para karyawan yang akan membantunya nanti dalam kemajuan tokonya. Meskipun hanya toko kecil, tak lantas Camelia sembarangan memilih karyawan.


Pemilihan karyawan-nya pun butuh seleksi yang ketat karena ia ingin betul-betul mencari seseorang yang mau bekerja, jujur dan dapat dipercaya. Apalagi ia baru memulai usaha yang seperti ini, tentu ia tidak akan sembarangan memilih karyawan yang akan membantunya dimasa depan.


Baik dalam mencari lokasi maupun karyawan, semua itu tak lepas dari bantuan dari Mama Lia. Camelia tentu bersyukur karenanya. untuk itu, perkerjaannya bisa sedikit berkurang dan ia juga bisa mempunyai banyak waktu untuk keluarganya dan juga beberapa teman yang ingin bertemu dengannya. Memikirkannya, membuat Camelia tersenyum senang.


Camelia pun bergegas ke tempat dimana ia telah membuat janji temu dengan para sahabatnya. Sesampainya di Cafe Cof, Camelia celigak-celiguk mencari keberadaan kedua temannya itu. Camelia menyinggungkan senyuman saat melihat temannya bernama Kanaya melambaikan tangan padanya.


"Maaf aku kelamaan," ujar Camelia setelah duduk.


"Ngga papa kok, kami juga baru tiba," ujar Kanaya.


"Kalian mau pesan apa? Hari ini biar aku yang traktir," ujar Camelia.


"Wah dapat anugerah lagi dong, pelayan," panggil Dilla pada salah satu pelayan cafe.


Setibanya pelayan cafe didekat mereka, mereka pun memesan makanan. Tidak tanggung-tanggung, Kanaya yang memang mempunyai selera makan yang besar, tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia bahkan memesan makan lebih dari porsi biasanya.


"Hehehe, hari ini aku akan buat kamu jadi miskin, Cam," ujar Kanaya menahan tawanya yang hampir meledak.


"Mau beli semua yang ada disini pun, Cam ngga akan jatuh miskin," ujar Dilla.


"Udah, udah, makan yuk. Makannya udah tiba nih!" sela Camelia.


Mereka pun makan dengan lahap. Apalagi Kanaya, ia bahkan sangat menikmati anugerah ini. Disela makannya, Camelia memperhatikan dua sahabatnya ini. Ia tersenyum, melihat sahabatnya makan dengan lahap.


"Udah lihatin kita, Cam. Nanti kamu terpesona," ujar Dilla dengan pedenya.


Camelia terkekeh mendengar candaan Dilla. "Ngga mungkinlah, masa jeruk makan jeruk."


Seketika Kanaya tertawa dengan makanan yang kepenuhan didalam mulutnya.


"Jangan buat aku ketawa dong. Ngga seru tau kalau aku tiba-tiba muncrat," ujar Kanaya.


Mereka pun kembali memakan makanan mereka sampai tandas. Setelah makan, mereka tidak lantas pergi dari sana karena mereka ingin melepas rindu lebih lama.


Dipertemuan dengan teman semasa smanya ini, membuat Camelia sedikit tersipu sekaligus malu. Bagaimana tidak? Sepanjang pertemuan itu, topik utama pembicaraan teman-temannya adalah dirinya sendiri. Kanaya dan Dilla mengatakan ia telah banyak berubah. Dari si tomboy Camelia menjadi princess Camelia.

__ADS_1


"Eh, menurutmu princess Camelia lebih cocok dari pada si tomboy Camelia, kan!" celetuk Dilla tiba-tiba.


"Iya nih, aku baru perhatikan kamu berubah banget. Coba aja dari dulu gini pasti banyak yang naksir," tambah Kanaya


"Iya aku setuju banget dengan katamu Kay. em .... bagaimana ya kalau si Abra lihat kamu kayak gini sekarang? Lagian kalian kan selalu bersama, lengket kayak permen karet," ujar Dilla.


"Oh iya, ngomong-ngomong kamu tahu dimana si Abra sekarang berada?" tanya Kanaya sambil melirik Camelia yang hanya diam saja tak berniat membuka percakapan tentang Abra.


"Iya yah, baru kepikir. Kalau info yang aku dengar sih, Abra saat ini berada di Singapura loh," ucap Dilla.


"Ah betulan?" tanya Kanaya.


"Dan lebih wownya lagi, seperti berita yang aku dengar, minggu depan dia balik lagi ke Indonesia. Tapi ada yang mengatakan kalau dia udah ada disini. Kalau ngga salah dengar, dia tjba saat dimana kamu juga tiba Cam. Itu cuma kabar burung ya, jangan langsung percaya gitu," ujar Dilla pada akhirnya.


"Gimana ya, sekarang penampilan Abra? Dulu aja udah cakep, apalagi sekarang!" ujar Kanaya mencoba membandingkan Abra yang dulu dan Abra yang sekarang lewat khayalannya.


"Oh iya lupa, kan Abra sempat kerumah kamu tuh, Cam. Saat tahu kamu udah ngga adadi Indonesia lagi, dia juga pergi keluar negeri tapi dia ke Singapura," lanjut Dilla menerangkan.


"Ngomong-ngomong kamu dapat informasi banyak banget tentang dia. Apa jangan-jangan kamu memata-matai dia ya?" tuduh Kanaya.


"Ngga-lah, aku ngga segitunya ya. Ini, Mamaku dan Mama dia berteman. Lalu Tante Rania bercerita tentang dia sama Mamaku. Nah, pas lagi cerita, aku juga ada disana jadi tau deh jalan ceritanya gimana," ucap Dilla memberikan penjelasan.


"Hei ... Camelia kamu sedang apa? Jangan tidur di sini dong," celetuk Dilla karena melihat Camelia menutup matanya cukup lama.


"Ngga kok. Lanjut lagi aja ceritanya," ujar Camelia gugup.


Untuk mengilangkan rasa gugupnya, Camelia memilih meminum jusnya sampai habis. Baru setelahnya, ia pamit pulang karena teringat janjinya dengan papanya.


"Hati-hati dijalan ya. Nanti tersesat loh," canda Dilla.


"Iya. Aku duluan ya, Assalamualaikum," salam Camelia.


"Waalaikumsalam," jawab Dilla dan Kanaya hampir bersamaan.


Dengan mengendarai mobilnya, Camelia bergegas pergi ke kantor papanya yang tidak jauh dari tempatnya tadi berada. Sesampainya dipelanataran kantor, Camelia memarkirkan mobil dan langsung menuju ruangan Papanya.


"Bapaknya ada?" tanya Camelia pada sekretaris papa-nya


"Ada mba. Mba masuk saja," ucap si sekretaris.

__ADS_1


"Terima Kasih," ucap Camelia.


Si sekretaris tadi mengangguk. Camelia pun masuk kedalam ruangan Papa-nya.


"Assalamualaikum Pa. Maaf Camelia sedikit telat. " ucap Camelia


"Waalaikumsalam, tidak sayang, ini juga papa baru mau siap-siap," ucap Papa Carel.


"Emm pa, emang Camelia harus ikut ya pa?" tanya Camelia seakan ada yang mengganjal hatinya.


"Iya sayang, papa udah janji sama pak bram buat ngajak kamu juga. Lagian kamu ngga akan bosan disana karena anak pak bram juga ikut siapa tau kalian bisa akrab kan?" ucap Papa Carel.


"Baiklah pa, kita pergi sekarang?"


"Iya, Papa juga udah selesai," ucap Papa Carel.


...***...


Diwaktu bersamaan, terlihat teorang pria dan papanya tengah bersiap-siap untuk pergi menemui klien-nya disebuah restoran ternama karena perjanjian mereka diadakan disana. Namun, belum juga bertemu dengan klien mereka, Papa lelaki itu tak bisa menghadiri pertemuan kali ini. Jadilah ia sendiri bersiap pergi. Selesai dengan persiapannya, akhirnya ia pergi ke restoran menggunakan mobil suv-nya.


"Selamat datang pak Abraham. Bapak?" tanya kliennya mencari Papa Abra.


"Selamat siang juga pak. maaf papa saya tak bisa hadir," ucap Abra.


"Tidak apa, mari silahkan duduk," ajaknya.


"Iya, terima kasih," balas Abra.


Tidakk lama kemudian anak dari klien-nya baru datang dari toilet dan mengambil tempat duduk disamping papanya


"Maaf pa, aku kelamaan," ucapnya.


"Kamu ...," ucap Abra terpotong, tidak menyangka akan bertemu dengannya lagi disaat seperti ini.


"Abra, apa kabar?" tanya seorang wanita yang kini telah merubah penampilannya.


...To be continued....


Jangan lupa like sama komentarnya dan tambahkan cerita ini ke favorit kalian agar kalian mendapatkan update terbaru dari tiap bab-nya.

__ADS_1


...By Peony_8298...


__ADS_2