Camelia Rahma: Kamulah Jodohku

Camelia Rahma: Kamulah Jodohku
Mas Akan Lebih Mementingkan Dirimu


__ADS_3

Apakah karena pembicaraan Papa Fauzi sebelumya pada Mama Rania? Memang jauh sebelumnya, Mama Rania dan Papa Fauzi sempat berbicara sebelum mereka berangkat ke rumah Delia.


Saat itu Mama Rania terlihat sedang memasuki kamarnya karena ia melupakan sesuatu. Saat hendak keluar dari kamar lagi, papa yang habis dari kamar ganti pakaian menghentikan langkah kaki mama. Tentu saja mama berhenti, ia berbalik melihat papa yang sudah rapi.


"Ma," panggil Papa Fauzi.


"Hem, iya pa. Kenapa?"


"Ada yang ingin papa bicarakan, bisa mama tutup pintunya dulu?"


Mama Rania yang memang sudah sempat membuka pintu kamar, kembali menutupnya dan mengalahkan kakinya ke dekat papa.


"Papa mau bicarakan apa?" tanya Mama Rania begitu penasaran. Pasalnya, nada bicara papa terdengar serius.


"Papa sudah tau apa yang terjadi pada anak kita, Abra," ujar Papa Fauzi membuat mama terkejut dan senang secara bersamaan karena pada akhirnya papa mengerti perasaan anaknya.


"Bagus dong pa. Kalau papa sudah tau kan dengan begitu mama ngga usah repot-repot mencari alasan nantinya, buat batalin perjodohan Abra."


"Papa tau, tapi perjodohan ini tetap tidak bisa dihentikan."


"Kenapa bisa? Jangan bilang papa buat perjanjian."


"Tidak, karena memang papa berniat menjodohkan mereka. Lagipula papa dan Samuel sudah seperti saudara."


"Jadi papa lebih mentingin diri papa gitu?"


"Ma, bukan maksud papa begitu. Coba saja papa tau lebih awal, papa pasti akan membatalkannya, tapi lihat keluarga Samuel pun sudah datang jauh-jauh karena hal ini. Mama ngga mau kan membuat mereka malu dengan datang ke sana hanya karena ingin membatalkannya?"


Mama berpikir sejenak. Sebenarnya ada betulnya papa berbicara. Bagaimana mama bisa begitu egois?


"Maksud papa, kita datang dulu membicarakannya. Dibelakang nanti, biar papa bicara pribadi dengan Samuel."


"Baiklah. Mama pegang kata-kata papa. Kalau tidak, papa jangan tidur dikamar sama mama lagi," ancam mama membuat papa terkejut.


"Ma ...."


"Stop, semua sudah fiks," ujar mama berlalu keluar dari kamar.


Papa mengembuskan nafas panjang. Apa ini resiko mempunyai istri yang sangat dicintai? Apa-apa takut dibenci olehnya.


...***...


Saat mobil yang dikendarai keluarga Abra baru sampai dirumah, Atha pamit pada mereka karena ingin menjenguk Camelia yang sudah pulang kerumah.


"Nak Atha, tante salam sama nak Cam ya," ujar Mama Rania.


"Iya tan, nanti Atha sampaikan. Carissa, gih salam sama kakek dan nenek dulu."

__ADS_1


Carissa maju, mendekat ke Mama Rania dan Papa Fauzi untuk mencium tangannya sebelum ikut pergi dengan papanya.


"Kakek, nenek. Carissa pergi dulu. Assalamualaikum," ujar Carissa.


"Waalaikumsalam, hati-hati dijalan nak," ujar Mama Rania.


Carissa mengangguk. Ia pun kembali ke papanya. Sesampainya didekat Atha yang sudah berdiri didekat mobil, Ia sekali lagi berbalik melihat kakek, nenek yang juga sayang padanya. Sambil tersenyum, ia melambaikan tangannya. Setelahnya, ia masuk ke dalam mobil bersamaan dengan papanya.


Terlihat mobil sedan hitam itu beranjak meninggalkan pekarangan rumah keluarga Abra. Mama dan Papa Fauzi pun masuk ke dalam rumah.


Sesampainya didalam, sekali lagi papa berniat untuk berbicara lebih dalam dengan mama.


"Ma," panggil papa pada mama yang masih terus saja mendiamkannya sejak pulang dari rumah Delia.


"Ma," panggil papa sekali lagi. Namun kali ini papa memegang tangan Mama Rania, ia bermaksud untuk menghentikan langkah kakinya. Mama Rania berbalik melihat papa. Ia seperti masih kesal dengan papa Fauzi.


"Ma, papa kan udah janji sama mama. Mama jangan diamkan papa begini dong."


"Siapa yang mendiamkan papa. Mama hanya tidak ingin berbicara saja, malas," ujar mama sebelum pergi meninggalkan papa yang tercengang.


Papa menghela nafas, ia tau penyebab istrinya mendiamkannya seperti ini, tapi sebelumnya ia kan sudah janji dengan mama akan membatalkan perjodohan ini pada akhirnya. Tapi apa ini? Meski sudah berjanji, mama masih saja bersikap diam padanya.


"Ma," gumam papa. Sungguh Papa Fauzi tidak tahan didiamkan seperti ini. Jika bisa memilih, ia akan memilih saja mendapatkan amukan dari sang istri daripada mendapat perlakuan seperti ini.


Tidak ingin tinggal diam lagi, papa pun mengikuti langkah mama menuju kamar mereka berdua. Mungkin saat disana nanti, mama mau berbicara dengannya.


Apapun yang dikatakan Carissa, Atha selalu tersenyum menanggapi. Hingga tiba-tiba Atha diam terpaku saat Carissa berkata ingin Camelia tinggal selamanya dengan mereka. Tentu saja Atha tidak tau harus menanggapi seperti apa. Secara, ia dan Camelia belum ada ikatan apapun. Apalagi Ia juga tidak tau perasaan Camelia padanya.


Tidak ingin membahas lebih lanjut Masalah Camelia, pada Akhirnya Atha hanya dapat menghentikan anak semata wayangnya berbicara dengan mengatakan, "Nanti kita bicarakan lagi ya." Carissa pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Atha.


Dalam diamnya, Carissa kembali memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang. Namun sesekali, ia juga mengajak Atha berbicara. Hingga pada akhirnya, mobil yang dibawa oleh papanya telah sampai dipelanataran rumah Camelia.


Baru saja mobil berhenti berjalan, Carissa sudah berlari keluar dari mobil menuju pintu masuk rumah Camelia. Seperti kedatangannya waktu pertama kali. Ia mengetuk pintu rumah bercat putih itu dengan tangannya yang mungil.


Camelia yang sedang turun tangga, mendengar suara ketukan pintu itu. Ia pun bergegas seraya hati-hati dengan langkah kakinya menuju pintu utama. Saat dirinya membuka pintu, senyumnya mengambang melihat Carissa yang melihatnya juga tersenyum.


"Sayang, sama siapa kesini?" tanya Camelia seraya mengambil tangan Carissa dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Sama papa," ujar Carissa.


Mama Lia yang ada didapur, saat mendengar suara Carissa langsung mengecilkan api kompor gas nya untuk melihat Carissa.


"Sayang, sini peluk Omah," ujar Mama Lia merentangkan tangannya.


Carissa pun berlari memeluk Mama Lia. "Carissa sayang Omah," ujarnya.


"Omah juga sayang Carissa."

__ADS_1


Tidak lama kemudian, suara ucapan salam Atha terdengar. Sontak Mama Lia dan Camelia membahas salam Atha.


"Nak Atha," ujar Mama Lia pelan.


"Ma." Atha berjalan mendekati Mama Lia untuk mencium tangannya.


"Jadi udah menetap tinggal di Bandung, nak?"


"Iya ma. Ini juga lagi cari sekolah buat Carissa."


"Soal sekolah Carissa, biar aku aja yang cariin mas. Aku juga udah ngga terlalu sibuk," ujar Camelia sambil mengelus kepala Carissa lembut.


"Iya pa. Carissa mau bunda yang cariin sekolah buat Carissa," timpal Carissa.


"Iya, begitu aja kalau gitu. Duh kok malah bicara disini sih. Cam, Gih ajak Nak Atha sama Carissa duduk dulu."


"Iya ma."


"Kalau gitu mama ke dapur dulu."


Seperginya mama, Camelia ngajak Carissa dan Atha ke ruangan tengah untuk menonton tv.


"Carissa mau nonton apa?"


"Emm, Carissa mau nonton kartun bunda."


Camelia pun mengambil remot tv dan mulai mencarikan siaran tv yang menayangkan film kartun kesukaan Carissa. Setelah dapat, Carissa mulai memfokuskan dirinya untuk menontonnya.


"Maaf, tadi pagi mas tidak mengantarmu pulang kerumah," ujar Atha tiba-tiba.


"Oh itu, ngga papa mas. Mas pasti punya urusan mendadak juga."


"Lain kali, mas akan mementingkan dirimu."


Deg, tentu saja Camelia terkejut dengan perkataan Atha barusan. Ia tidak bisa menebak sepenting apa dirinya di mata Atha. Apa Atha melakukan ini sebagai tanda terima kasihnya karena telah menjaga dan menganggap Carissa sebagai putrinya sendiri atau ada hal lain yang tidak ia ketahui?


Baru saja Camelia ingin menaggapi, mama datang dari arah dapur dengan membawa nampan cangkir teh dengan beberapa kue yang barusan


"Nak Atha, pagi tadi mama kamu nelpon. Katanya mama dan papa kamu mau datang ke bandung," ujar Mama Lia seraya menaruh cangkir teh dimeja depan Atha.


Atha terkejut dengan ucapan Mama Lia barusan. Karena setaunya, kedua orang tuanya tidak pernah memberitahukan dirinya kalau mereka akan datang.


"Mereka datang untuk apa ma?" tanya Atha tanpa sadar.


...To be continued...


Jangan lupa like, vote dan komen ya, sebagai timbal balik dari apa yang kalian sudah baca 🤗🍁

__ADS_1


...By Zolovelypeony...


__ADS_2