
Keesokan paginya, saat Camelia hendak berangkat ke toko browniesnya, ia mendapat telepon dari seorang wanita yang ingin memesan browniesnya untuk acara ulang tahun sebuah perusahaan.
Camelia tentu saja senangnya bukan main. Ia sangat bersyukur karena belum juga toko browniesnya dibuka seminggu, ia telah menerima pesanan brownies yang begitu banyak.
Untung saja pesanan browniesnya akan diambil lusa mendatang. Jadi ia tidak terlalu keteteran dalam menyelesaikan pesanan yang telah ada dan yang baru ia terima.
Ia mengira, pastilah para pelanggannya yang merekomendasikan browniesnya pada perusahaan itu karena jujur saja, tidak mengenal siapapun dibalik pemesan itu. Kalaupun kenal, pembelinya pun tidak tau siapa dia.
Camelia lantas keluar dari kamarnya, bergegas sarapan bersama kedua orang tuanya. Meski anak satu-satunya di keluarganya, kedua orang tuanya tidak terlalu membatasi kegiatannya bahkan tidak mengatur kehidupannya. Ia bersyukur karena telah terlahir orang tua yang mengerti akan kehidupan pribadinya sendiri.
"Sayang udah selesai?" tanya Papa Carel yang melihat Camelia tidak menambah sarapannya lagi.
"Iya, Pa. Cam buru-buru mau ke toko menyelesaikan pesanan pembeli."
"Jangan terlalu memaksakan diri bekerja ya. Kalau lelah, istirahat aja dulu. Kesehatan itu penting. Buat apa banyak pesanan kalau kamu tidak bisa jaga kesehatan," pesan Papa Carel.
"Iya pa. Camelia ingat. Baiklah kalau gitu Camelia pergi dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Papa dan Mama Camelia.
Di perjalanan menuju ke toko brownies nya, Camelia melihat salah satu karyawannya tengah menunggu angkutan umum. Lantas ia meminggirkan mobilnya untuk menawari tumpangan buat karyawannya itu. Karyawannya yang bernama Riana awalnya menolak tawaran dari Camelia. Tapi, Camelia terus membujuknya dan pada akhirnya Riana ikut bersamanya.
Sesampainya mereka di sana, mereka bergegas membersihkan toko bersama. baru setelah itu, Camelia, Riana dan Sari, karyawannya yang lain pun memulai membuat brownies pesanan pelanggan dan brownies yang ingin dijualnya.
Ditengah kesibukannya, Camelia mendapat telepon dari Delia yang mengajak Camelia untuk bertemu lagi. Tapi karena kesibukan mengurus pesanan pelanggan, Camelia meminta maaf karena tidak bisa bertemu dengan Delia untuk saat ini. Untung saja Delia orang yang cepat mengerti. Delia bahkan mendoakan agar usahanya semakin sukses saja.
"Aamiin. Terima kasih ya doanya. Maaf tidak bisa bertemu denganmu untuk saat ini," ucap Camelia.
"Tidak apa-apa kok. Em ... baiklah, sudah dulu ya, takutnya aku malah menganggu kerjaan kamu."
"Iya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah sambungan telepon berakhir, Camelia kembali fokus pada pembuatan browniesnya lagi bersama karyawannya, Sari.
...***...
__ADS_1
Hari yang ditunggu Camelia telah tiba. Hari dimana ia mengantarkan pesanan browniesnya untuk sebuah perusahaan yang tengah berulang tahun. Ia mengantarkan pesanan browniesnya dengan dibantu oleh Riana dan Sari. Setelah semua pesanan selesai, ia dan dua karyawannya itu pun memasukkan kotak-kotak brownies ke dalam mobilnya dan kesebuah mobil perusahaan yang dikirim untuk mengambil pesanan.
Tidak menunggu terlalu lama, semua kotak telah masuk kedalam mobil. Camelia dan karyawannya serta sopir mobil perusahaan pun segera berangkat ke tempat acara diselenggarakan.
Meski jalanan ramai, namun bisa terbilang lenggang karena tidak adanya kemacetan yang terjadi. Jadi, pengantaran brownies pesanan ini tiba di tempat acara tepat pada waktunya.
"Alhamdulillah. Akhirnya sampai juga," ucap Camelia sesaat setelah memarkirkan mobilnya.
"Iua mbak," ucap Riana
"Ya sudah, ayo kita antarkan pesanan ke sana," ucap Camelia menunjukkan kesebuah tempat yang telah diatur untuk menerima pesanan-pesanan.
"Iya Mbak, ayo," ucap Sari.
Camelia, karyawannya serta beberapa orang dari perusahaan pun saling membantu memindahkan kotak brownies ke dalam ruangan khusus. Saat Camelia sedang sibuk memindahkan kotak brownies, ada seseorang dari belakangnya mengenal dirinya. Lantas orang itu memanggil namanya.
"Kak Camelia! ini benar kakak-kan!" tanyanya.
Camelia lantas membalikkan badan melihat siapa yang telah memanggilnya. Betapa terkejutnya ia, saat mengetahui siapa yang telah memanggil namanya. Ia tidak menyangka akan dapat melihatnya dalam waktu dekat ini.
Orang yang tadi memanggil Camelia adalah Bella, adik kandung dari sahabat baiknya. Bella yang tau kalau tebakannya benar, langsung saja menghamburkan diri memeluk Camelia dengan mata yang telah berkaca-kaca.
"Kakak, kakak kemana saja. Kakak tahu Bella sangat merindukan kakak, " ucap Bella terisak.
Jujur saja, ia sangat merindukan wanita yang ia peluk saat ini. Bagaimana tidak, ia telah menganggap Camelia sebagai kakaknya sendiri, namun langsung pergi tanpa pamit padanya. Camelia lantas saja langsung membalas pelukan Bella dengan tak kalah hangatnya.
"Maafin kakak ya. Kakak pergi tidak bilang-bilang padamu. udah ya nangisnya. Nanti riasannya luntur loh, udah cantik begini juga," canda Camelia saat memperhatikan wajah Bella.
"Uh kakak! Udah biarin. Aku mau tanya sama kakak. Kakak kemana aja selama ini. Tidak ada kabar sedikit pun," keluh Bella.
"Oh itu, kakak lanjutin pendidikan kakak ke Turki dan baru bisa pulang sekarang. Oh iya, adik sedang apa disini?" tanya Camelia.
"Kakak gimana sih sampai ngga tau siapa yang memesan brownies kakak," ucap Bella cemberut sambil bersedekap dada. Ia ingin menujukkan kalau ia benar-benar kesal dengan Camelia yang tidak tau pada siapa brownies yang telah diantarkannnya.
"Iya memang kakak ngga tahu, dik. Adik tahu, beritahu kakak gih!" ujar Camelia masih belum paham maksud dari Bella.
"Gini loh, kak. Perusahaan yang telah memesan brownies dari kakak itu, pesanan buat ulang tahun perusahaan Papa. Oh iya, kak Abra ada di dalam juga loh, kak. Apa kakak ingin bertemu dengan kak Abra? biar aku panggilkan sekalian. Pasti kak Abra sangat senang melihat kakak berada disini," ucap Bella yang belum tahu bahwa Camelia dan Abra tidak pernah lagi ada kontak setelah perpisahan sekolah.
__ADS_1
"Eh jangan, kakak udah mau pergi sekarang karena kakak juga ada janji dengan papa kakak," ucap Camelia menolak ajakan Bella yang sebenarnya, ia belum siap untuk bertemu dengan Abra.
"Yah, kakak. Baiklah lain kali kita bertemu lagi. Bagaimana kak? Nanti aku datangnya sama kak Abra," ucap Bella.
Ragu-ragu, Camelia pun menjawabnya,
"iya tentu. Kalau begitu kakak pergi. Assalamualaikum," pamit Camelia.
"Waalaikumsalam," balas Bella.
Setelah itu, Camelia mengantar para karyawannya pulang ke rumah masing-masing. Baru sesudahnya, ia pun pulang kerumah dan bergegas bersiap-siap karena papanya ingin mengajak dirinya ke sebuah pesta ulang tahun teman bisnis papanya.
"Kita berangkat sekarang, pa? Camelia udah siap," ucap Camelia yang sudah memakai dress berwarna peach blossom dipadukan dengan pasmina berwarna senada.
"Iya nak, ayo," ujar Papa Carel.
Camelia dan Papa Carel pun berangkat ke tempat tujuan. Sesaat sebelum sampai, Camelia heran karena tempat yang telan ia antarkan brownies adalah tempat yang sama yang ingin datangi olehnya dengan papanya. Tidak mau bertambah heran, Camelia lebih memilih bertanya saja pada Papa Carel.
"Pa, ini betulan tempatnya? Kita ngga salah tempatkan!" ujar Camelia tidak percaya karena itu artinya ia pasti akan bertemu dengan Abra yang notabenenya ingin ia hindari tadi sewaktu ia bertemu dengan Bella.
"Iya nak. Ini pesta dari sahabat kamu itu, nak Abra. Nah papa dan papa nak Abra itu bekerja sama diperusahaan," ucap Papa Carel membuat Camelia jadi enggan pergi ke pesta.
"Pa, Camelia tunggu di mobil aja ya," ucap Camelia.
"Loh kok gitu, sayang. Pokoknya kamu harus tetap masuk bersama papa. Lagian bukannya nak Abra teman kamu? Mama juga tidak ikut!" ujar Papa membuat Camelia tidak punya alasan lain untuk mengelak.
"Tapi ... baiklah pa," ucap Camelia tau dari kalau nada bicara papanya tidak ingin mendengar kata bantahan.
Sesampainya mereka disana, Camelia dan papanya masuk ke dalam ruangan tempat acara diselenggarakan. Saat Camelia dan papanya baru saja berpisah dikarenakan Papa Carel hendak pergi bertemu teman bisnisnya yang lain, seseorang dari belakang Camelia memanggil Camelia yang malah membuat Camelia menjadi tegang.
"Camelia ...," panggil seseorang pelan
To be continued.
Jangan lupa vote & komentarnya ya....
...By peony_8298...
__ADS_1