Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 12


__ADS_3

Gea telah pun siap untuk berangkat kekantor bersama Elang. Ia terlihat sangat cantik dan manis dengan baju yang ia kenakan. Tentu saja baju nya berwarna hijau, baju hijau itu sangat cocok dengan kulit putih yang Gea miliki. Baju hijau dengan blezer warna biru langit. Sangat terlihat cantik di tubuh gadis itu.


"Ayo Lang, aku udah siap nih." kata Gea turun dari tangga.


Elang melihat Gea dengan tatapan kagum nya. Bukan karna baru melihat Gea dengan pakaian seperti itu, namun Gea selalu terlihat cantik dengan baju apa pun yang ia pakai. Apa lagi baju yang Elang sendiri beli kan. Ya, baju hijau yang Gea pakai saat ini adalah baju yang Elang beli kan beberapa hari yang lalu.


Elang masih diam di sofa ruang tamu saat Gea sudah sampai di anak tangga terakhir. Bahkan Lang, masih diam menatap Gea saat Gea sampai di hadapan Elang.


"Lang, kamu ngapain sih melihat aku gitu banget. Gak cocok ya baju ini sama aku." kata Gea.


"Eh, gak... Gak kok, baju nya sangat cantik di tubuh mu. Kamu terlihat sangat cantik Gea, kamu cocok dengan baju ini." kata Elang.


"Udah deh, jangan terlalu memuji. Yang serba berlebihan itu gak akan baik jadi nya. Ayo berangkat sekarang. Nanti kita malah telat lagi Lang." kata Gea.


"Ya ayo, di puji salah, eh di hina makin salah lagi." kata Elang sambil berjalan.


"Jangan ngomel, kamu kayak emak-emak deh jadi nya." kata Gea.


"Gak tuan putri, ayo masuk sekarang." kata Elang sambil membuka pintu mobil buat Gea.


"Yah, terima kasih banyak pengawal." kata Gea.


"Enak aja, mana ada pengawal kayak aku." kata Elang tidak setuju sama apa yang Gea kata kan.

__ADS_1


"Eh, malah komen lagi. Mana ada yang boleh komen sama tuan putri." kata Gea.


Elang melihat Gea dengan wajah cemberut dan tatapan tajam nya. Ia tidak bicara apa-apa tapi tatapan nya sebagai wakit dari hati nya yang protes.


"Udah deh, ayo jalan aja. Berhenti bercanda nya, kita akan terlambat nanti." kata Gea.


Elang pun menjalan kan mobil nya, melintasi jalan yang ramai orang berlalu lalang. Mobil terus melaju sambil sesekali melambat. Dan berhenti di sebuah hotel yang terlihat megah.


Ya, acara nya di ada kan di hotel berbintang. Mereka makan di sana, semua nya sudah di sedia kan oleh asisten Elang. Herika adalah asisten handal milik Elang, walau pun umur nya terbilang masih sangat muda. Tapi ia bisa di andal kan oleh Elang.


"Ayo sayang, kita udah sampai." kata Elang sambil membuka pintu mobil Gea.


Karyawan yang menyambut Elang terlihat sangat bersemangat. Apa lagi karyawan perempuan yang Elang punya. Tapi setelah melihat istri dari bos nya. Mereka merasa lemah, Gea bukan hanya cantik dan menarik. Ia juga galak dan sangat di segani, itu juga berlaku di kantor Elang.


"Selamat datang pak ceo dan ibu ceo, semua nya sudah siap." kata Heri.


"Terima kasih banyak Herika, tapi panggilan nya jangan berlebihan ya. Apa lagi buat aku, kamu tidak perlu memanggil aku ibu ceo. Kamu bisa panggil nama ku, atau panggil nona saja." kata Gea


"Baik nona, selamat datang." kata Herika lagi.


"Sayang, biar kan saja. Kamu kan istri ceo bukan." kata Elang saat Herika sudah berjalan mendahului mereka.


"Itu terlalu berlebihan Lang, kamu gak lihat aku masih muda gini. Masa di panggil ibuk sih, gak mau aku." kata Gea.

__ADS_1


Elang hanya bisa tersenyum, Gea memang masih muda. Tapi gelar ibu yang karyawan nya ucap kan bukan lah untuk mengambar kan kalau ia sudah tua. Melain kan bentuk hormat yang karyawan Elang tunjukkan.


Elang dan Gea, tidak mendengar kan apa yang mereka bisik-bisik kan. Bisik-bisik yang berbentuk pujian itu mereka abai kan saja. Karna itu bukan hanya sekali, mereka bahkan sudah terbiasa dengan orang-orang yang selalu memuji mereka dari belakang.


Saat itu, Kirana baru saja datang. Ia sudah menghabis kan banyak waktu hanya untuk berdandan di salon. Ia ingin terlihat mempesona saat makan bersama kali ini. Apa lagi di hadapan ceo nya yang tampan.


Karna ia banyak menghabis kan waktu hanya untuk berdandan di salon. Maka nya ia datang agak telat, saat acara sudah di mulai. Kirana baru saja sampai di depan hotel.


Ia pun masuk dengan terburu-buru, saat ia masuk kedalam. Hal pertama yang ia cari adalah, di mana ceo nya. Ia ingin duduk bersama dengan ceo nya kali ini. Bagai mana pun cara nya, ia ingin duduk semeja dengan coe tampan nya.


Ternyata, Elang sedang menyampai kan kata sambutan di atas pangung. Kirana harus menunggu Elang turun, agar ia tahu di mana posisi duduk Elang sekarang.


Ia berdiri saja sampai Elang selesai menyampai kan kata sambutan pada semua tamu dan karyawan nya yang hadir. Tepuk tangan pun menggema saat Elang selesai dan turun dari pangung.


Momen yang Kirana tunggu-tunggu pun sampai juga. Saat Elang turun dari pangung, Kirana sudah ada tak jauh dari pangung itu. Ia pun pura-pura jatuh, agar Elang bisa menyambut nya. Dan melihat diri nya yang sudah berdandan dengan susah payah.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Mampir juga di cerita aku yang lain nya ya teman-teman. Tinggal klik profil aku aja, kalian bisa lihat karya aku di sana.


Dan jangan lupa mampir di cerita baru aku.


Judul nya 🌺Zulaikha menanti jodoh🌺

__ADS_1


__ADS_2