
Karna Elang mendorong nya sangat kuat, maka Sella berjalan agak pincang. Karna mungkin kaki nya keselok gara-gara jatuh tadi.
"Kurang ajar banget Elang sama gue, gue gak bisa biar kan ini." kata Sella.
"Terus apa lagi yang akan kamu laku kan Sella. Ancaman bunuh diri lagi sekarang." kata Wita.
"Jika jalan satu-satu nya adalah ancaman bunuh diri yang berhasil membuat Elang mau sama gue. Maka akan gue laku kan." kata Sella.
"Jangan nekat lagi Sella, kamu kemarin aja hampir bikin mama papa mu mati berdiri tahu gak." kata Wita.
"Bodoh kamu ya, aku gak akan melaku kan semua itu. Itu hanya trik yang aku main kan." kata Sella.
"Trik, bagai mana bisa kamu melaku kan trik sehingga membuat kamu masuk rumah sakit Sella." kata Wita tak percaya.
"Mama dan papa juga ikut melakukan nya lah. Jika ngak bagai mana bisa aku bikin trik ku berjalan lancar." kata Sella.
Ternyata, kemarin dia tidak apa-apa, ia hanya pura-pura terluka. Papa nya memnayar pisah rumah sakit agar berbohong pada Elang soal Sella terluka.
"Plak... Plak... Plaaak.... Suara tepuk tangan dari seseorang yang masuk keruang uks.
__ADS_1
"Elang.... " kata Sella sangat kaget.
Ya, Elang ada di sana sejak tadi, ia ingin melihat Gea dan Danu di uks. Tapi, tanpa sengaja ia malah mendengar kan pembicaraan antara Sella dan Wita yang jyga ada di dalam uks.
"Bagus sekali sandiwara kamu ya Sella, dan papa mama mu juga pandai bersandiwara ya." kata Elang.
"Lang, ini tak seperti yang kamu dengar kan. Aku bisa menjelas kan nya Lang." kata Sella dengan wajah yang sangat kaget.
"Apa lagi yang mau kamu jelas kan Sella, aku ternyata bodoh sekali ya. Bisa dengan mudah nya kamu bodohi." kata Elang.
"Kamu harus dengar aku Lang." kata Sella berusaha mencari alasan yang tepat.
"Tidak ada yang bisa kamu jelas kan lagi. Dan sekarang, kamu bersama kedua orang tua mu bisa bermain sinetron agar kalian bisa terkenal." kata Elang.
"Lang, jangan laku kan apa pun pada keluarga ku. Ini murni salah ku Lang... " kata Sella.
Elang tidak akan mendengar kan apa yang Sella kata kan. Bagi nya sudah jelas, apa yang ia dengar sendiri di uks ini.
Dia menyesali, kenapa dia begitu bodoh nya sehingga bisa di bodohi oleh Sella. Ia ingat apa yang Dewa kata kan malam itu. Sella gak akan mati hanya karna Elang menolak nya. Itu adalah kata-kata Dewa yang selalu di ingat oleh Elang.
__ADS_1
Sedang kan Gea dan Danu, dari tadi sudah kembali pada kakak dan teman nya yang menunggu di bawah pohon mangga.
"Danu, kamu kenapa sih?" kata Rika.
"Iya Danu, kalian lama banget. Udah gitu muka kamu lebam lagi. Ada apa?" tanya Dewa.
"Gak ada apa-apa kak, ini hanya ada sedikit masalah saja di kantin tadi. Tapi udah beres kok, gak ada yang perlu di cemas kan lagi." kata Danu.
Gea tidak bersuara sama sekali, tidak ada yang ingin ia bicara kan. Karna, bagi nya hal tadi sangat membuat hati nya tidak nyaman. Apa lagi sampai sahabat nya jadi korban dari emosi Elang yang tidak jelas.
"Ge, kamu baik-baik aja kan. Kamu gak papa kan Ge." kata Dewa ketika melihat adik nya hanya diam.
"aku baik-baik aja kak, gak ada yang perlu di cemas kan." kata Gea.
Tak lama Elang datang kesana, ia dari tadi terus saja mencari Gea. Dimana gadis itu berada, dia bertanya pada setiap orang untuk tahu di mana Gea.
"Ge, aku ingin bilang sesuatu." kata Elang ketika sudah sampai di tempat mereka duduk.
"Aku gak mau dengar apa pun yang ingin kamu kata kan. Jadi pergi lah sekarang." kata Gea.
__ADS_1
Ge, kasih aku waktu agar bisa menjelas kan apa yang terjadi. Dan apa yang ingin aku bicara kan." kata Elang.
"Aku tidak punya waktu untuk di bicara kan sama kamu. Jadi kamu pergi atau akau yang pergi." kata Gea.