Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+31


__ADS_3

Malam ini adalah malam acara pertunangan yang akan di ada kan di sebuah hotel ternama.


Gea dan keluarga nya sudah bersiap-siap dari tadi sore. Mereka berada di rumah oma, karna semua nya telah oma siap kan untuk acara pertunangan Gea dan Elang. Dua pewaris kekayaan keluarga besar itu.


Dari pakaian dan perhiasan, sampai dandanan. Semua telah oma sedia kan untuk mereka. Untuk semua yang akan pergi keacara itu, oma yang tangung.


Yang paling banyak di siap kan tentu saja buat Gea, cucu kesayangan oma yang kan bertunagan malam ini.


Rasa nya, hati Gea sangat berat untuk datang keacara yang tidak ia ingin kan ini. Jangan kan datang, memikir kan nya saja ia tidak mahu.


Tiba-tiba oma masuk kedalam kamar nya. Untuk melihat apa kah cucu nya sudah selesai di rias atau belum. Karna mereka harus berangkat secepat nya menuju hotel tempat acara akan di laksana kan.


"Gimana mbak, udah selesai merias nya." kata oma.


"Sudah nyonya, hanya saja dandanan nya seperti biasa saja. Karna nona Gea nya tidak mahu di dandani." kata perias itu.

__ADS_1


"Tidak masalah, cucu ku sudah sangat cantik. Jadi, di rias sedikit saja aura cantik nya akan muncul dengan sendiri nya." kata oma memuji.


"Berangkat sekarang Ge, nanti kita telat." kata oma pada Gea yang hanya diam di depan cermin dari tadi.


"Baik oma," kata nya sambil bangun dari duduk nya.


Mereka pun keluar dari kamar, menuju pintu dan naik kemobil. Di sana sudah menunggu papa mama dan kakak nya.


"Oma, aku mau satu mobil sama kakak aja. Bisa kan oma." kata Gea meminta pada oma nya.


"Baik lah jika itu yang kamu ingin kan. Oma akan pakai mobil lain ya." kata oma sambil keluar dari mobil itu.


"Kenapa kamu usir oma dari mobil ini Ge." kata kakak nya setelah duduk di dalam mobil.


"Aku hanya ingin teman buat ngobrol kak, gak mau sama oma." kata Gea.

__ADS_1


"Jangan sedih Gea, Elang juga bukan pilihan yang buruk buat kamu. Malahan kamu dan dia terasa sangat cocok bagi kakak." kata Dewa.


"Cocok nya dari mana kak, apa kah sampai tua nanti aku dan dia hanya bisa bertengkar terus. Di mana datang cocok nya." kata Gea.


"Takdir tidak akan salah Ge, jalani aja dengan hati yang lapang." kata kakak nya.


"Berdamai lah dengan takdir, walau bagai mana pun. Kamu adalah perempuan yang butuh seseorang lindungi." kata kakak nya lagi.


Gea hanya mendengar kan saja apa yang kakak nya kata kan. Tidak ada niat untuk menjawab apa yang kakak nya sampai kan.


Mungkin, jadi seperti kakak nya juga banyak untung nya. Karna, tidak ada masalah yang serius yang kakak nya hadapi. Sangat berbeda dengan nya. Masalah dalam hidup nya silih berganti.


Mobil terus melaju, mengikuti jalan yang lurus terkadang berbelok belok. Membawa mereka menuju sebuah hote yang mewah.


Beberapa saat kemudian, mobil itu berhenti di depan hotel berbintang yang ramai orang di dalam nya.

__ADS_1


Mama dan papa juga oma nya sudah masuk duluan. Meninggal kan Gea dan kakak nya di belakang.


Gea dan kakak nya masuk kedalam hotel itu dengan bergandengan tangan. Gea meletak kan tangan nya di lengan kakak nya.


__ADS_2