Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 37


__ADS_3

Rika menceritakan semuanya sambil berderaian air mata. Ia terlihat sangat sedih dan putus asa sekali saat ini. Gea dan Danu berusaha menenangkan kesedihan temannya ini.


Saat cerita itu selesai Rika ceritakan, Gea terlihat sangat emosi dengan apa yang ia dengar. Sekarang, Gea tahu apa penyebabnya. Kenapa bisa kakaknya begitu sangat marah hingga ingin kemutuskan hubungan antara mereka. Gea tahu betul bagaimana kakaknya tersakiti dimasalalu, oleh seorang gadis yang ia cintai. Inilah penyebabnya, saat ada hal yang membongkar kepahitan masalalu, maka Dewa akan segera berubah.


"Rika, aku akan bantu kamu dan kak Dewa. Karna bagaimanapun, semua ini adalah salahku. Dan kamu harus tahu, kak Dewa itu dulu pernah mengalami hal buruk dengan kisah cintanya, sehingga ia takut untuk mencintai dan dicintai, sampai akhirnya ia bertemu dengan kamu. Kamu berhasil membuat ia berubah, tapi saat ada hal yang sama dengan kepahitan itu. Sakit hatinya yang lama juga ikut kambuh bersama sakit hati yang sekarang. Aku harap kamu bisa mengerti dan memahami kak Dewa lebih dekat lagi," ucap Gea panjang lebar.


"Tapi Ge, ini juga ada kaitannya dengan gadis jahat Astrid itu. Jika saja aku bisa melakukan sesuatu," kata Danu.


"Sabar Danu, aku akan selesaikan semuanya. Biar aku buat Astrid itu menyesali apa yang telah ia lakukan selama ini. Dia akan tahu, siapa sebenarnya orang yang sedang ia hadapi," kata Gea.


"Aku tidak dendam kok pada Astrid, yang aku inginkan saat ini hanyalah berbaikan dengan kak Dewa. Hubungan yang aku jalin selama ini, aku tidak ingin musnah begitu saja."


"Rika, kamu tenang saja. Aku akan membantu kamu dan kakakku untuk kembali berbaikan. Dan saranku, bagaimana kalau kalian tidak menunda lagi pernikahan kalian. Lebih cepat akan lebih baik Rika," kata Gea.


"Yang Gea katakan itu benar Rika, kamu bukan anak yang masih duduk dibangku sekolahan. Kamu gadis yang duduk dibangku perkuliahan. Tidak ada salahnya kalau kamu memutuskan untuk menikah."


"Kamu menyindir aku ya Danu," kata Gea.


"Ng ... ngak kok, mana ada aku nyindir kamu. Yang ada aku nanti bisa habis diterkam anak singa."


"Kamu belum tahu ya, anak singa bisa sangat imut kalau sedang banyak masalah. Dan juga bisa sangat ganas jika sedang sekit hati."

__ADS_1


"Aku tahu hal itu, dan jangan bilang lagi tentang anak singa yang sedang imut atau ganas. Bisa-bisa aku langsung kehilangan dagingku saat ini," ucap Danu sambil menjauh.


Tingkah mereka berdua membuat Rika sedikit terhibur. Karna ia melupakan sedikit masalah beratnya itu.


"Rika, bagaimana dengan saranku untuk mempertimbangkan kembali syarat lamaran kak Dewa waktu itu. Menih sajalah sekarang, jangan tunggu sampai kamu lulus kuliah lagi. Karna hal baik tidak boleh ditunda terlalu lama Rika," ucap Gea kembali serius sambil memegang tangan Rika.


Rika terlihat memikirkan apa yang Gea katakan. Apa yang telah ia lalui saat ini sudah menjadi bukti, kalau hal baik itu berubah jadi buruk jika lama-lama ditangguhkan.


"Aku akan bicarakan pada ayan dan bunda Ge. Mana yang terbaik nanti, maka itu yang akan aku ikuti. Hari ini saja sudag menjadi pelajaran berharga buat aku, maka aku tidak akan membuat kesalahan lagi. Jika kamu berhasil mengembalikan kak Dewa dan aku bersama lagi. Maka aku akan memutuskan dengam ayah dan bunda, apakah aku akan menikah dengan kak Dewa dalam bulan ini juga atau tidak."


Ucapan itu membuat Gea merasa sangat bahagia. Selama ini, ia sangat ingin sahabat dan kakaknya bersatu seceparnya. Tapi sahabatnya malah ingin menikah saat lulus kuliah, membuah harapannya jadi hancur begitu saja.


"Baiklah, aku akan membantu kalian berbaikan secepat mungkin. Aku janji, sebeluk keluar negeri kalian sudah berbaikan."


"Ge, bagaimana kalau kamu menyelesaikan masalah kami setelah kamu pulang dari lyar negeri saja."


"Tidak bisa, aku tidak akan tenang sebelum masalah ini selesai. Kamu tenang saja, aku janji akan selesaikan hal ini secepat mungkin ya."


"Ge, aku minta maaf karna telah membuat kamu terganggu. Apa lagi kamu punya acara bulan madu bersama kak Elang. Aku taku jika masalah ini tidak selesia, maka bulan madu kalian yang akan rusak."


"Tidak perlu cemas, aku yakin kalau kau bisa menyelesaikannya sebelum aku pergi."

__ADS_1


"Aku juga yakin dengan Gea, kamu tidak perlu cemas padanya Rika. Dia adalah teman yang bisa kita handalkan kok, kamu harus tenang dan pikirkan acara bagaimana yang kamu mau untuk resepsi kamu nanti ya," kata Danu ikut bicara setelah diam sejak tadi.


"Baiklah, aku percaya padamu Gea. Aku mohon padamu, jangan sampai kamu merusak bulan madu kamu dan kak Elang. Beri aku keponakan yang cantik nantinya yah," kata Rika sambil memegang kedua tangan sahabatnya.


Gea hanya bisa tersenyum saja saat kata-kata Rika menyentuh telinganya. Ia tidak tahu mau bilang apa saat ini.


....


Setelah merasa Rika sudah tenang, kedua sahabat itu pun pamit untuk kembali kekampus. Gea juga pamit pada bunda yang ada didapur. Rika mengantarkan kedua sahabatnya sampai depan pintu rumah sambil tersenyum. Rasanya, sedikit beban berat itu telah berkurang dari dadanya.


Gea dan Danu meninggalkan rumah Rika, mereka menuju kampus kembali. Dari awal perjalan hingga sampai dikampus. Tidak ada sedikit pun pembicaraan diantara mereka berdua. Mereka hanya diam saja sambil sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


....


Jam pulang pun sudah tiba, Gea bersiap-siap untuk meninggalkan kampus. Saat keluar dari kelasnya, ia dihadang oleh Randy dan teman-teamnnya didepan pintu masuk. Awalnya, Gea tidak ingin ada urusan lagi dengan Randy and the geng itu. Namun, tangannya ditahan oleh Randy saat ingin melewati keluar dari kelas itu.


"Mau apa lagi kamu sekarang!" kata Gea dengan nada tingginya.


"Ssssst, sabar dulu cantik. Jangan terlalu marah-marah, kamu akan tepat tua nantinya," kata Randy.


"Jangan uji kesabaran aku," kata Gea sambil melepaskan nafas beratnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku tahu siapa kamu sekarang. Aku sangat suka dengan gadis yang galak seperti kamu. Aku sangat tertantang untuk bisa mendapatkan kamu," ucap Randy sambil melepaskan tangan Gea.


"Apa kamu tidak takut sama aku, mungkin kamu bisa babak belur kalau selalu dekat dengan aku. Dan satu lagi, aku rasa kamu tidak lupa bukan? Siapa aku sebenarnya."


__ADS_2