Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 6


__ADS_3

Elang melirik kearah Gea yang diam tanpa kata. Ia tahu betul apa yang Gea fikir kan. Lagi pula wajah Gea terlihat juga sangat kecapean.


"Aku gak akan maksa kamu Ge, aku harap kamu ngerti sendiri nanti nya. Sudah lah, jangan terlalu kamu fikir kan apa yang aku kata kan." kata Elang.


"Ayo naik keatas dan istirahat, aku tahu kamu samgat capek sekali bukan." kata Elang.


"Iya, baik lah."


Gea mengikuti langkah kaki Elang dari belakang. Gea sebenar nya merasa bersalah pada Elang. Lelaki itu itu memang masih muda, namun sangat pengertian masalah hati.


Gea berharap ia bisa menjadi istri yang baik buat Elang. Namun, itu juga butuh peroses kan. Apa lagi usia nya yang terbilang sangat muda, umur nya saat ini masih ingin bebas.


Tapi bagai mana pun, Gea juga merasa bersyukur sih. Menikah di usia seperti ini bisa menjaga diri nya dari hal-hal yang tidak baik yang di timbul kan akibat pergaulan bebas.


***


Elang membaring kan tubuh nya setelah mengosok gigi dan mencuci kaki nya. Sedang kan Gea masih ada di kamar mandi saat ini.


Saat Gea selesai melaku kan ritual malam nya sebelum tidur. Ia pun meninggal kan kamar mandi, saat ia melihat keranjang. Ternyata Elang sudah tidur pulas sambil memeluk guling.


Gea melihat wajah tampan milik Elang dengan tatapan yang penuh arti dan penuh rasa. Makin di lihat, kayak nya makin tampan aja tuh wajah Elang.


"Kasihan kamu Lang, udah nikah sama kayak belum nikah. Maaf kan aku karna aku terlalu egois." kata Gea sambil terus menatap wajah Elang.


Gea pun membari kan tubuh nya setelah puas melihat wajah suami nya yang telah terlelap. Ia juga merasa tubuh nya sangat capek sekali saat ini. Ia ingin segera tidur dan menyusul Elang kealam mimpi.


****

__ADS_1


Saat Elang bangun, Gea sudah tidak ada di samping Elang lagi. Di dalam kamar juga gak ada.


"Apa aku bangun kesiangan ya, ini kan masih pagi. Kemana Gea pergi nya, Gea kan udah gak sekolah lagi." kata Elang bicara sendiri.


Elang pun bangun dan segera pergi kekamar mandi. Kemudian turun kebawah, ia penasaran kemana Gea sepagi ini. Apa yang di laku kan Gea pagi-pagi begini.


Baru beberapa langkah Elang meninggal kan tangga. Terdengar suara berisik dari arah dapur. Itu tak lain adalah suara Gea dan bibik yang sedang bicara.


Tapi aneh nya, kok berisik sekali pagi-pagi begini. Ada suara barang-barang yang jatuh, apa yang sebenar nya mereka laku kan di dapur.


Saat Elang sudah sampai di dapur, ia kaget bukan kepalang. Dapur yang biasa nya rapi, sekarang berserakan. Berantakan bukan kepalang. Bagai kan kapal pecah saja itu dapur.


"Ya ampun Ge, apa yang kamu laku kan dengan dapur kita ini. Kamu main apa sih di dapur ini Gea." kata Elang kaget.


Saat mendengar apa yang Elang kata kan. Sontak saja Gea kaget, ia langsung melihat kearah Elang. Wajah nya yang putih di karna kan tumpahan tepung, masih ada juga di rambut nya. Gea tersenyum, menunjuk kan gigi nya.


"Hehehe, aku belajar masak Lang. Kamu gak usah kaget gitu dong." kata Gea sambil senyum.


"Enak saja kamu bilang wajah ku kayak hantu, kamu gak lihat aku cantik-cantik gini. Mana ada hantu secantik aku, ya kan bik." kata Gea.


Bibik hanya senyum saja, ia tidak bisa berkata apa-apa. Permintaan Gea untuk belajar masak saja sudah bikin bibik pusing.


"Bik, kenapa bibik biar kan Gea merusak dapur rumah kita bik." kata Elang.


"Lang, aku gak merusak dapur kok. Aku sedang masak, kamu tahu gak aku sedang belajar masak." kata Gea.


"Ya sudah lah, aku saran kan pada mu. Jangan belajar lagi, kalau kamu tidak ingin dapur kita hancur." kata Elang.

__ADS_1


"Lang, kamu gimana sih. Kata nya mau aku jadi istri yang baik untuk mu. Tapi kamu malah marah sama aku saat aku mau jadi istri yang terbaik untuk mu." kata Gea marah.


"Istri ku sayang, aku saran kan sama kamu ya. Gak usah masak juga kamu bisa jadi istri yang terbaik untuk aku. Lain kali saja belajar nya ya, karna kalau waktu pagi kamu belajar. Yang ada aku gak sarapan dan kelaparan pergi kekantor nya." kata Elang berusaha sabar saat ini.


"Iya juga ya, aku lupa kalau kamu mau kekantor. Yah, makanan nya belum siap lagi saat ini." kata Gea sedih.


"Udah, lain kali aja masak nya. Aku harus siap-siap sekarang, kalau ngak aku akan telat." kata Elang.


"Lalu sarapan nya bagai mana Lang." kata Gea.


"Gak usah deh, aku sarapan di kantor aja deh." kata Elang.


****


Akhir nya, Elang berangkat tanpa sarapan pagi. Karna ulah Gea yang merusak dapur hari ini. Ia harus menahan perut nya hingga sampai di kantor.


Sampai nya di kantor, Elang buru-buru pergi kekantin. Tanpa memperhati kan karyawan nya yang sibuk melihat ketampanan Elang.


"Bos, tumben sarapan di kantin hari ini." kata sekretaris Elang yang kebetulan sarapan juga di kantin tak jauh dari kantor.


"Yah, hari ini istri ku menghancur kan dapur kami. Aku gak bisa sarapan di rumah karna ulah Gea." kata Elang.


"Istri bos yang cantik itu ya, kenapa menghancur kan dapur sih bos." kata sekretaris itu lagi.


"Cerita nya panjang, aku tidak perlu mencerita kan nya pada mu." kata Elang.


Dasar bos dan istri nya sama aja, sama-sama galak. Cocok sih kedua manusia ini, apa mereka bertengkar ya sampai istri galak nya bos Elang menghancur kan dapur. Kata sekretaris itu dalam hati.

__ADS_1


"Ngpain kamu senyum-senyum begitu, ada yang aneh ya sama aku." kata Elang saat melihat sekretaris nya senyum sendiri.


"Nga... Ngak kok bos, ngak ada yang aneh sama bos hari ini." kata sekretaris itu gelagapan.


__ADS_2