
Sejak pertama menginjak kan kaki nya di dalam hotel itu. Berpuluh pasang mata menatap kearah nya dan kakak nya.
Gea memang terlihat sangat cantik malam itu, tapi bukan hanya Gea yang sangat cantik pada malam hari ini yang menjadi mereka menatap kearah Gea dan Dewa.
Tamu yang ada di sana menatap mereka, karna Gea yng cantik itu tidak cocok bergandengan dengan kakak nya yang biasa saja.
Ramai di antara tamu undangan yang berbisik-bisik di sana. Karna mereka tidak tahu, Gea itu dengan kakak nya.
Gea tidak menangapi apa yang mereka bicara kan. Malahan ia berjalan dengan santai melewati mereka semua. Sampai di kursi dan meja bundar untuk para tamu. Gea dan kakak nya duduk di sana.
Acara demi acara telah di laksana kan. Dan tiba lah pada acara pokok pada malam itu, yaitu acara pertunangan antara Gea dan Elang.
Sejak acara di mulai sampai pada acara pokok, Gea tetap duduk di sana walau pun oma menjemput nya untuk duduk di bangku yang telah di sedia kan untuk mereka.
Gea menolak untuk duduk di bangkau yang telah di sedia kan untuk nya. Alhasil, sang kakak juga ikut diam di sana.
__ADS_1
Pembawa acara pun memangil nama nya dan nama Elang. Mama papa menjemput nya di kursi, di ikuti kakak nya.
Setelah sampai di anak tangga pangung, Elang yang menjemput nya untuk naik keanak tangga pangung.
Para tamu yang membicara kan Gea dan kakak nya yang tiak cocok itu semua nya terkaget-kaget. Ternyata gadi cantik yang mereka bicara kan tadi adalah orang yang akan bertunangan malam itu.
Di atas pangun, suara pembawa acara menggema.
"Para hadirin semua, ini lah pangeran Elang dan Gizella yang akan bertunangan malam ini. Mereka terlihat sangat cocok bak pinang di belah dua." kata pembawa acara itu.
Ya, semua tamu yang ada di sana membenar kan apa yang pembawa acara itu kata kan. Gea dan Elang memang sepasang kekasih yang sangat cocok.
"Para hadirin semua, acara pasang cincin nya sudah selesai. Dengan ini mereka telah resmi sebagai tunangan satu sama lain. Bagai mana jika sepasang kekasih yang baru bertunangan ini meng hadiah kan sebuah ciuman untuk pasangan nya. Setuju...." kata pembawa acara itu.
"Setujuuu.... "Kata para tamu dengan girang.
__ADS_1
Yang ada di atas pangung sudah berkeringan dingin mendengar apa yang di kata kan para tamu dan pembawa acara.
Mereka saling bersorak satu kata, yaitu kata "cium... Cium... Cium... " kata mereka kompak sambil beretepuk tangan.
"Jangan laku kan Elang." kata Gea sambil berbisik.
"Tidak bisa,, jika tidak di laku kan apa kata mereka."kata Elang juga bisik-bisik.
"Lagian lho gak akan ada kurang nya jika gue cium juga." kata nya lagi sambil tersenyum paksa.
Tanpa aba-aba apa pun Elang mendarat kan ciuman di dahi nya Gea. Jika saja bukan di tempat acara sebesar ini. Mungkin Elang sudah dapat sebuah pukulan yang keras dari Gea.
"Gila lho... Gue bilang jangan juga." kata nya marah.
Tamu yang ada di sana bersorak ria, dengan tepuk tangan yang mengikuti sorakan mereka.
__ADS_1
"Yeeee.... Sekarang giliran yang cewek nya lagi kasih kecupan mesra pada pasangan nya.
Saat itu, bia di bayang kan wajah Gea seperti apa. Tapi, melihat senyum mama dan kakak nya. Itu mamapu mereda kan gejola api dalam dada nya. Ia pun mencium pipi Elang dengan cepat.