Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 15


__ADS_3

Kedua sahabat Gea itu langsung saja menerobos masuk kedalam rumah. Tanpa perduli dengan Elang yang masih ada di depan pintu. Sedang kan Dewa, ia masih diam di depan pintu rumah adik nya.


Ada rasa bahagia dalam hati Gea saat melihat teman-teman nya datang. Karna ia juga merasa kangen sama kehadiran teman-teman yang suka bikin rusuh dan selalu banyak tingkah itu.


"Ya elah, kejutan apaan. Yang ada bikin gue kesel ada lho pada." kata Gea.


"Ah peduli amat kita ama kesal kamu, gak peduli kita tahu gak." kata Danu.


"Oh ya Dan, apa kamu dengan apa yang Gea katakan saat Elang membuka pintu tadi." kata Rika.


"Iya, aku dengar dengan jelas. Katanya gini nih, siapa yank...." kata Danu.


"Wah, beneran bikin sebal aku nih kayak nya. Kalian dari mana sih, datang-datang bikin sakit hati aja." kata Gea.


"Alah, bilang aja kamu gak senang kita datang karna ganggu kamu berduaan kan." kata Rika.


"Hello, aku itu sama Elang setiap hari juga berduaan. Orang tinggal satu rumah juga kan." kata Gea dengan nada tinggi nya.


"Ampun, anak singa bangun juga dari tidur nya." kata Rika.


"Aku pecat kamu jadi kakak ipar ku." ancam Gea.


"Gak peduli aku, orang aku udah tanda tangan kontrak juga. Mana bisa kamu pecat aku, direktur gak akan ngizinin tahu gak." kata Rika.


"Lho, kalian kok jalan nya jauh amat. Masa keluar dari jalu sih, peraturan jalan itu harus ikutin jalur nya." kata Danu.

__ADS_1


"Ah kamu sama aja, itu juga gak nyambung nama nya." kata Gea.


Mereka sibuk sama obrolan mereka yang terkadang melenceng jauh dari apa yang mereka bicara kan. Mereka menggunakan bahasa yang sulit untuk di terima langsung oleh orang yang tidak mengerti.


(Sama aja itu mah, author lagi galau kayak nya).


...


Dewa dan Elang berjalan mendekati tiga sahabat yang sibuk sama obrolan mereka. Ntah apa yang di bicara kan, namun terlihat ramai. Padahal bicara hanya bertiga, bahan yang mereka bicara kan juga tidak jelas.


"Kak Dewa juga ikut sama nih makluk ternyata." kata Gea saat melihat kakak nya masuk.


"Iya, kakak ikut sama mereka. Karna mereka ingin kerumah kamu setelah pendaftaran. Kakak fikir gak ada salah nya kalo kakak ikut." kata Dewa sambil duduk.


"Oh, tunggu sebentar ya. Biar aku buatin minuman dulu buat kalian." kata Gea.


"Gak kebalik ya Lang, harus nya Gea tuh yang bikinin minum. Kamu yang temani kami di sini." kata Dewa pada adik ipar nya.


"Iya kak Elang, istri cantik ini gak usah terlalu di manja kan. Nanti ni anak ngelunjak lagi, manja nya gak ketulungan." kata Rika.


"Hush, ngiri aja kamu sama aku ya. Kamu gak dapat manja sama kak Dewa. Maka nya nikah sekarang juga." kata Gea.


Elang tidak menjawab apa yang teman-teman katakan. Ia hanya tersenyum saat mereka mengata kan hal itu. Bagi Elang, memanja kan Gea adalah hal paling bikin hati nya bahagia.


Elang pun meninggal kan teman-teman, ia menuju dapur dimana bibik sedang sibuk sama pekerjaan nya.

__ADS_1


Sementara itu, diruang kekuarga.


"Ge, kalian dari mana sih. Kayak nya baru habis menghadiri acara gitu." kata Rika.


"Yah, aku dan Elang baru pulang dari makan bersama. Kantor kita mengadakan makan bersama, syukuran karna udah memenang kan proyek besar." kata Gea.


"Mantap banget kak Elang ya, muda udah punya perusahaan sendiri. Kamu beruntung Ge menikah sama kak Elang." kata Danu.


"Iya, jangain yang benar tuh kaka Elang Gea. Makin tinggi karier kak Elang, makin banyak pula yang suka sama kak Elang. Apa lagi kak Elang nya tampan." kata Rika.


"Yeeee.... Maksud kamu kakak ku gak tampan gitu?" kata Gea balik bertanya pada Rika. Sedang kan kakak nya hanya diam saja.


"Eh, mana ada aku bilang gitu. Dasar kamu Gea, bisa aja balikin pertanyaan orang." kata Rika cemberut.


"Terima aja lah, calon suami kamu ini kan memang jauh dari yang kamu ingin kan." kata Dewa.


"Tuh, gara-gara kamu sih, kan kak Dewa jadi sedih." kata Gea.


"Apaan sih, kenapa gara-gara aku." kata Rika tak terima.


"Tapi Gea, apa yang Rika katakan itu ada benar nya lho. Semakin tinggi karier kak Elang, maka semakim ramai yang mengangumi kak Elang. Kamu harus jadi istri yang terbaik buat kak Elang. Agar kak Elang nya tidak mampu berpindah kelain hati." kata Danu pula.


"Iya Gea, apa yang teman-teman mu katakan itu semua nya benar. Kamu jangan memandang rendah kewajiban mu sebagai seorang istri. Kebutuhan suami mu yang harus kamu nomer satu kan." kata Dewa.


"Kami memang belum merasa kan pernikahan. Tapi dari pengalaman orang-orang yang berada di sekitar kita, itu bisa di jadi kan pelajaran untuk hidup." kata Dewa lagi.

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Teman-teman, maaf ya kalau up nya tidak beraturan. Aku agak sibuk berberes soal nya. Maaf ya buat semua teman yang nungguin aku up, dan maaf kalo up nya lama.


__ADS_2