Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 21


__ADS_3

Setelah selesai mengumpulkan kertas Denis yang berserakan akibat bertabrakan dengan Gea. Denis dan Gea pun berpisah, karna Denis ada urusan penting yang harus ia urus. Sedangkan Gea, ia harus menuju ruang daftar secepat mungkin. Karna waktu pendaftaran hampir habis.


Gea pun masuk kedalam ruang daftar, ia disambut hangat oleh beberapa orang dosen yang bertugas didalam ruang itu.


Tidak ada yang sulit bagi Gea, apa lagi ia punya nilai yang sangat tinggi dan wajah cantik. Dua hal ini akan membuat pekerjaannya semakin mudah saja.


Mendaftar hanya memerlukan beberapa menit saja bagi Gea. Ia pun keluar dari ruang daftar itu dengan hati bahagia. Karna ia tidak menemukan hal sulit disana. Apa lagi ada dosen muda tampan, yang nembantu Gea mengisi formulir dan mempermudah persyaratan Gea.


Gea pun berjalan meninggalkan ruan daftar. Menuju ruang seni, tempat kakaknya berada. Memang letak ruang seni tidak terlalu jauh, dan disana juga ada tulisan yang menunjukkan itu adalah ruang seni. Hal itu lebih mempermudah Gea sebagai orang baru untuk tahu setiap ruangan yan ia lewati.


"Kak Dewa..." kata Gea memanggil Dewa saat ia sudah berada didepan pintu masuk ruang seni.


Bukan hanya Dewa yang meboleh kearah Gea. Disana juga ada beberapa manusia lain. Mungkin teman Dewa, karna ada seorang gadis yang duduk persis disamping Dewa. Dan juga, ada dua orang laki-laki yang berada tak jauh dari Dewa. Mereka masing-masing sibuk dengan papan lukis dan sebatang kuas di tangan.


Tidak ada yang bersuara saat melihat Gea. Namun, mata kagum akan kecantikan Gea itu tergambar jelas dimata masing-masing.


Sedangkan Dewa, ia segera bangun dari duduknya. Dan segera menghampiri adiknya dengan langkah cepat.


"Gimana Ge? Udah selesai mendaftarnya?" tanya Dewa.


"Udah kak, kakak udah selesai belum nih. Apa kita bisa pulang sekarang." kata Gea.


"Kalau kamu mau pulang sekarang, maka kita akan pulang." kata Dewa.


"Apa lukisan kakak udah selesai?" kata Gea.


"Belum sih, lukisannya masih ada sedikit lagi yang belum selesai. Tapi bisa kakak sambung besok." kata Dewa.


"Yaudah kalo gitu, kita pulang sekarang aja." kata Gea.

__ADS_1


Dewa pun pamit pada teman-temannya. Sebelum ia melangkah, tangan Dewa ditahan oleh gadis yang berada tak jauh dari Dewa tadi.


"Siapa itu?" tanya gadis itu terlihat tidak senang.


"Iya, siapa dia Wa? Apa dia pacar kamu. Wah... Kalau iya, dia cantik sekali." kata teman Dewa yang ada disana.


"Dia adik ku," kata Dewa singkat.


"Oh... Ternyata kamu punya adik yang sangat cantik Dewa. Aku baru tahu, terbyata selama ini kamu adalah seorang kakak." kata teman Dewa yang satu lagi.


"Kenal kan sama kita Wa, gak salahkan kalau kita kenal sama adik kamu." kata teman Dewa.


"Gak usah, adik ku sudah punya suami." kata Dewa.


Kedua teman Dewa itu terdiam seribu bahasa. Mereka tidak percaya, kalau gadis cantik semuda itu sudah bersuami.


Tanpa mengatakan apa pun lagi pada temannya. Dewa meninggalkan ruang seni dengan melangkah cepat sambil memegang tangan Gea.


Dewa menbawa adiknya masuk kedalam mobil dengan secepat mungkin. Ia tidak mau Gea bikin ulah yang akan menimbulkan masalah buat dirinya dan juga buat Gea sendiri.


Dewa menjalankan mobil, meninggalkan kampus yang terlihat sangat kokoh dan tertata rapi itu.


"Kamu lihatkan Ge, apa yang kakak takutkan ternyata terjadi juga. Hari pertama saja kamu sudah bikin ulah Ge." kata Dewa.


"Lho... Aku gak bikin ulah apa-apa kok, kenapa kak Dewa malah bilang aku bikin ulah sih." kata Gea tidak mengerti.


"Iya, kamu gak bikin ulah secara langsung. Tapi kamu bikin ulah secara gak langsung. Kamu lihatkan bagaimana para cowok melihat kamu." kata Dewa.


"Aku gak ngerti deh sama aoa yang kakak katakan. Apa salahnya dengan cowoj yang melihat aku. Aku rasa tidak ada yang salah deh, orang mereka hanya melihat saja kok. Gak akan rusak juga akunya kalo dilihat oleh cowok." kata Gea panjang lebar.

__ADS_1


"Ge... Cobalah berpikir dewasa sedikit, kamu memang gak rusak hanya karna dilihat oleh orang laki-laki. Tapi kamu adalah istri orang, kakak takut rumah tangga kamu dan Elang akan berdampak buruk karna kamu." kata Dewa.


"Apa yang buruknya kakak, kalau hanya dilihat mah gak ada yang buruknya kan." kata Gea.


"Ge... Saat cowok melihat mu, bukan tak mungkin kamu hanya dilihat saja. Ada yang akan mendekati kamu juga nantinya dek. Karna mereka akan merasa suka, otomatis akan ada rasa ingin memiliki kamu karna rasa suka itu. Saat kamu didekati cowok, Lang akan merasa tidak suka. Dan rumah tangga kamu sama Elang akan jadi taruhannya." kata Dewa panjang lebar menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya.


Gea diam, ia baru bisa mencerna apa yang kakaknya katakan. Apa yang kakaknya katakan ada benarnya juga. Apa lagi Elang memang lelaki yang gampang cemburu. Tapi mau bagaimana lagi, hatinya masih ingin tetap kuliah. Apa lagi ia sudah mendaftar dikampus yang ia pilih.


....


Dalam lamunannya itu, tanpa sadar mobil Dewa sudah berhenti pas didepan rumah Gea.


"Ge, udah sampai nih. Kamu gak niat untuk turun dari mobil kakak ya?" kata Dewa.


"Eh... Maaf kak, aku gak tahu kalau ternyata mobilnya udah berhenti. Dan udah sampai depan rumah ku ternyata." kata Gea sambil senyum malu pada kakaknya karna ketahuan melamun.


Gea pun turun, sedangkan Dewa hanya bisa geleng-geleng kepala sama apa yang adiknya kakukan. Karna dimata Dewa, adiknya ini masih tetap adik kecil yang harus terus di berikan nasehat. Walau pun ia sudah menikah dan sudah tinggal dirumanya sendiri. Namun, sifat anak kecil masih melekat pada diri Gea.


"Ge, kakak langsung pulang aja ya." kata Dewa.


"Lho, kok gak masuk dulu sih kak." kata Gea.


"Gak usah, lain kali aja kakak mampir kerumah kamu. Kakak mau langsung pulang aja, ada hal yang harus kakak kerjakan." kata Dewa.


"Yaudah kalo gitu, hati-hati dijalan kak." kata Gea sambil melambaikan tangannya pada Dewa. Sedangkan Dewa hanya membalas dengan senyuman saja.


Mobil Dewa pun melaju, meninggalkan halaman rumah Gea. Sedangkan Gea, ia masuk kedalam setelah mobil Dewa menghilang dari pandangan matanya.


Saat Gea masuk kedalam, ia di cegat oleh sebuah suara yang datangnya dari ruang tamu.

__ADS_1


"Baru pulang Ge?" suara yang tidak asing lagi di telingga Gea.


"Iya." jawab Gea singkat sambil terus berjalan meninggalkan ruang tamu.


__ADS_2