
Gea melihat wajah lelaki yang sedang menatapnya itu. Lelaki itu tampak tidak asing lagi dimata Gea. Ia bahkan pernah kenal dekat dengan lelaki itu.
"Eh, maaf-maaf." kata lelaki itu melepas kan tubuh Gea dengan hati-hati.
"Iya, gak papa. Lain kali lihat jalan nya." kata Gea.
"Iya, maaf kan aku ya." kata lelaki itu sambil memungut kertas nya yang berantakan.
Karna Gea merasa kasihan sama lelaki itu. Apa lagi kertas yang lelaki itu punggut berantakan dimana-mana. Gea pun membantu memungut kertas yang berserakan itu.
Tanpa sengaja, Gea melihat isi kertas yang ia pungut. Disana tertera jelas nama lelaki yang ada didepan nya. Lelaki itu tak lain bernama Denis Saputra.
"Denis Saputra?" kata Gea sambil membaca nama itu kuat-kuat dengan nada kaget nya.
"Maaf, apakah ini nama kamu?" kata Gea bertanya sama lelaki yang berada tak jauh dari Gea.
__ADS_1
"Iya, itu nama aku." kata Denis dengan nada pelannya.
Sebenarnya, ia sudah tahu siapa gadis yang sedang berada dipelukannya tadi. Ia tahu itu Gea, namun ia tidak ingin tahu. Karna setiap melihat Gea, rasa sakit hati dan cinta yang ia punya kembali kambuh.
"Kak Denis?" kata Gea lagi sambil melihat wajah Denis yang menggunakan kaca mata.
Denis tersenyum dan menghentikan pekerjaannya memungut kertas yang berserakan. Ia melepas kaca mata yang ia gunakan. Lalu membenarkan letak rambutnya yang sengaja ia rubah saat ia kembali keIndonesia.
Gea melihat wajah Denis dengan seksama. Wajah Denis sekarang terlihat tak jauh beda sama Denis yang dulu setelah kaca mata dan rambut ia rubah. Namun, bedanya ia terlihat lebih tampan dan lebih manis sekarang dari pada yang dulu.
"Ternyata kamu ingat aku juga Ge. Aku fikir kamu gak akan ingat aku lagi." kata Denis sambil tersenyum manis.
"Hanya ingin menjadi orang baru saja. Taunya aku tidak bisa membohongi kamu dengan wajah baru ku itu." kata Denis.
"Kak Denis bukannya sedang di luar negara. Kok bisa ada dikampus ini sekarang sih kak. Kapan pulang nya coba?" kata Gea.
__ADS_1
"Kalo pulang sih baru beberapa hari ini. Kakak kekampus ini karna kakak akan kuliah dikampus ini. Kakak memutuskan untuk pindah kampus. Karna kakak rasa, perjalanan kakak selama ini sudah cukup." kata Denis.
"Oh, jadi kak Denis akan kuliah dikampus ini juga ya sekarang." kata Gea semangat.
"Iya, kakak memutuskan untuk kuliah disini. Oh ya, kamu kok bisa ada disini. Apa kamu juga mau kuliah disini Ge." kata Denis semangat.
Denis seakan lupa sama sepupunya. Ia seakan melupakan, kalau yang ada di depan nya saat ini adalah istri dari sepupunya. Rasa rindu yang ia miliki buat Gea ternyata lebih besar dari pada rasa ingat kalau Gea adalah istri dari sepupunya.
"Iya kak, aku juga akan kuliah disini. Bearti, kita akan sering bertemu dong kalo gitu." kata Gea.
"Wah, bagus dong kalo gitu Ge. Aku senang banget jika bisa satu kampus sama kamu. Apa lagi bisa satu kelas sama kamu." kata Denis.
"Maksud kakak?" Gea tidak mengerti sama apa yang Denis katakan.
"Gak, maksud kakak itu. Kita bisa sama-sama belajar disini." kata Denis sambil tersenyum manis.
__ADS_1
anggap saja Denis Saputra ya, karna dalam imajinasi aku itu. Denis Saputra seperti ini, jadi aku jadikan ini foto visualnya Denis Saputra.