
Gea terdiam saat mendengar kan kata-kata kakak nya. Ia berusaha mencerna apa yang kak Dewa kata kan. Karna apa yang kakak nya sampai kan adalah hal yang paling sulit dalam hidup nya. Walau pun Gea cinta sama Elang, tapi ia masih belum memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri sampai saat ini.
Jujur, hati Gea sangat takut saat mendengar kan kata kak Dewa dan teman-teman nya. Soal kewajiban yang harus ia penuhi sebagai istri. Dan bagaimana karier Elang yang semakin lama semakin meningkat akan mengundang perhatian para wanita untuk mendekati Elang.
Jika ia tidak bisa menjaga Elang. Bukan hal mustahil, Elang akan terpikat pada wanita lain. Apa lagi, ia baru saja mengalami suatu hal yang bikin hati nya makin takut dan semakin cemas pada Elang.
....
Tak lama, Elang datang dengan membawa beberapa gelas air. Ia membawa kan beberapa macam jus untuk teman-teman yang duduk di ruang keluarga.
"Nih, minum nya udah datang. Ayo silahkan di minum, pilih aja mana yang kalian suka." kata Elang sambil meletak kan minuman di atas meja.
"Makasih kak Elang, wah enak banget nih kayak nya." kata Rika.
"Kamu mah tau enak aja, mana ada kamu nolak sama makanan dan minuman." kata Danu.
"Enak aja kamu, aku juga pilih-pilih kale." kata Rika.
Rika langsung mengambil jus yang ia suka. Tanpa disuruh untuk yang kedua kali lagi dari tuan rumah.
Yang lain hanya tersenyum manis sama apa yang Rika lakukan. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung meminum jus nya dengan penuh semangat dan segera menghabiskan minuman nya.
....
Setelah selesai minum, kedua teman dan kakak Gea pun pamit pulang. Mereka sudah lama di rumah Gea. Danu pulang dengan mobil nya sendiri. Sedangkan Rika di antar sama Dewa pulang kerumah.
Gea dan Elang mengantar para tamu sampai depan pintu rumah mereka saja. Melihat kakak dan teman-teman nya hingga jauh meninggal kan rumah mereka.
__ADS_1
Elang merasa ada yang aneh dengan Gea, Gea tidak ada bicara sedikit pun sejak ia mengantar kan minuman untuk tamu mereka tadi. Ntah apa yang sedang Gea rasa kan. Namun, ia terlihat ada masalah dan punya beban fikiran.
"Ge, kamu kenapa sih?" kata Elang sambil melihat wajah istri nya semakin dekat.
"Ih, gak papa. Emang nya ada apa dengan aku." kata Gea.
"Kamu terlihat punya masalah sayang, tidak terlihat baik-baik saja." kata Elang.
"Apaan sih Lang, mana ada aku punya masalah." kata Gea.
"Jangan bohong Ge, aku tahu kamu orang nya gimana. Apa karna apa yang terjadi di hotel tadi, kamu masih merasa gak nyaman ya." kata Elang.
"Gak kok Lang, gak ada hubungan nya dengan apa yang terjadi di hotel. Aku malahan tidak mikir sama sekali sama apa yang terjadi di hotel tadi." kata Gea.
"Terus, apa yang kamu fikir kan sekarang." kata Elang.
"Lho, kok malah aku yang kena sih." kata Elang.
Gea hanya diam, ia tidak menjawab apa yang Elang katakan. Karna walau bagaimana pun ia ingin terlihat tidak punya masalah. Elang pasti tahu apa yang ia fikirkan dan Elang pasti tahu kalau ia punya masalah.
"Lang, apa aku boleh bertanya satu hal sama kamu. Tapi kamu harus jawab dengan sejujur-jujurnya." kata Gea.
Elang mengangkat sebelah alis nya, ia terlihat penasaran sama apa yang Gea katakan. Ia menatap Gea semakin dekat dengan mata tajam yang ia miliki.
"Kamu mau tanya apa sama aku, apa masalah gadis tadi atau ada yang lain." kata Elang.
"Tidak ada hubungan sama gadis tadi, aku hanya ingin kamu jujur menjawab apa yang akan aku tanya kan." kata Gea.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan jawab jujur apa yang akan kamu tanya kan." kata Elang.
Gea tidak langsung bertanya, ia menarik nafas panjang kemudian membuang perlahan nafas itu. Ia melihat kearah Elang, menatap wajah Elang dalam-dalam.
"Lang, apa kamu merasa aku tidak cocok jadi istri mu dan apakah kamu merasa kecewa sama aku atas apa yang aku lakukan pada mu selama ini?" kata Gea.
Elang mengangkat alis nya, ia tidak mengerti sama apa yang Gea katakan. Ntah kenapa, pertanyaan itu terdengar aneh di telinga Elang.
"Apa yang kamu katakan ini Ge, aku tidak mengerti sama apa yang kamu tanyakan." kata Elang.
"Elang, kita menikah sudah hampir tiga tahun bukan? Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk aku dan kamu membangun rumah tangga. Tapi, akan kah suatu hari nanti kamu berubah, karna selama hampir tiga tahun aku menjadi istri mu, kamu tidak dapat hak mu sebagai suami dari aku." kata Gea sambil menatap mata Elang.
Elang tidak bisa langsung nenjawab apa yang Gea tanya kan. Karna ia tidak menyangka kalau Gea akan menanya kan hal itu pada diri nya. Apa lagi, Gea terlihat cuek saja kemarin-kemarin sama hubungan mereka yang bagai kan bukan sepasang suami istri itu.
"Jawab apa yang aku tanya kan Lang, bukan kah kamu akan menjawab nya dengan jujur." kata Gea sedikit memaksa, karna Elang terlihat tidak berniat menjawab apa yang Gea tanya kan.
"Ge, tiga tahun memang waktu yang tidak singkat bagi kita. Terutama bagi kamu, yang awal nya kamu itu sangat tidak suka pada aku. Namun ntah bagaimana cinta itu tumbuh di hati mu. Aku tidak berniat menggantikan kamu di hati ku, walau pun sampai aku tua nanti, kamu tetap tidak bisa menjadi istri yang utuh buat aku." kata Elang.
"Ge, ingat satu hal. Aku sangat mencintai kamu. Cinta itu tumbuh saat pertama kali aku melihat gadis cantik yang sangat galak. Gadis yang sangat berani melawan ketua osis sekaligus ketua panitai mos. Aku sudah jatuh cinta sejak melihat kamu. Walau kamu sangat galak dan kita menikah bukan karna kamu cinta aku. Aku bahagia hanya memiliki mu, walau tidak seutuh nya bisa memiliki mu." kata Elang sambil menatap mata Gea dan memegang kedua bahu Gea.
Gea terdiam dengan kata-kata yang Elang ucap kan. Ia ternyata salah menilai Elang dulunya. Ternyata suami nya sudah punya rasa cinta, jauh sebelum mereka menikah.
"Lang, apakah kamu tidak merasa marah dan kecewa sama aku. Dan kamu kan punya hak atas diri ku, kenapa kamu tidak memaksa aku memenuhi tangung jawab ku sebagai istri mu." kata Gea.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Maaf ya sayang ku semua nya, baru bisa up sekarang. Karna aku ada sedikit halangan, harap maklum ya.
__ADS_1