
Gea dengan cepat menghampiri Elang yang berjalan santai masuk kedalam ruangan itu.
Sedangkan Elang dengan kemeja coklatnya, segera merangkul pundak istrinya.
"Itu semua karna kamu yang sangat nakal dan bikin aku gak tenang dikantor," kata Elang sambil mencubit hidung Gea dengan lembutnya.
"Lho, aku gak nakal kok Lang. Siapa bilang aku nakal, hayooo ...."
"Aku gak perlu orang bilang, aku tahu kalau kamu nakal disini. Aku bisa merasakan kalau kamu sedang nakal," kata Elang.
"Bohong kamu, pasti ada mata-mata nih disini," kata Gea curiga.
"Hmz ... kak Lang, tahu gak, tadi itu, Danu ngajak Gea pacaran lho," kata Rika buru-buru mengubah topik.
"Lho, aku nya cuma bercanda kok sama Gea. Kak Elang juga tahu kalau aku bercanda. Mana mau aku sama anak singa, yang benar saja," kata Danu takut.
"Danu ... kamu bilang Gea anak singa ya?" kata Elang dengan tatapan tajamnya.
"Aku ... ngak kok, itu ... cuma bercanda kak Lang," kata Danu gelagapan.
"Ge, bantuin aku dong, kitakan cuma bercanda," kata Danu.
"Ogah ah, kamu bilang aku apa tadi?" kata Gea.
"Gak ada kok, kamu itu cantik, baik, manis dan semua pujian itu gak cukup buat muji kamu yang sangat cantik ini," kata Danu berusaha menyelamatkan dirinya.
"Tuh kan kak Lang dengar sendirikan, Danu muji Gea," kata Rika.
"Danu ...." kata Elang sambil mendekat.
Tubuh Danu benar-benar gemetar, ia terasa sangat takut dengan apa yang akan terjadi padanya. Mungkin Elang akan memakannya kali ini, karna telah berniat mengajak istri dari seorang ceo bernama Elang itu menjadi pacarnya.
"Kak Elang, aku .... maaf," kata Danu sambil menundukkan kepalanya. Ia pasrah sama nasib yang akan terjadi padanya.
"Hahaha ... kamu kok ketakutan banget sih Danu," kata Elang tertawa lepas diikuti Gea dan Rika yang ikut tertawa lepas juga. Sedangkan Dewa hanya senyum saja.
__ADS_1
Danu mengangkat kepalanya, melihat Elang yang tertawa.
"Kalian bercanda keterlaluan sekali sih," kata Dewa.
"Habisnya, Danu bikin gara-gara sih Wa," kata Elang sambil duduk disamping Dewa.
"Jadi, kak Lang cuma bercanda sama aku?" kata Danu polos.
"Emangnya, yang ada dalam pikiran kamu itu apa sih Dan?" kata Gea.
"Ya, apa lagi kalau bukan takut sama kak Lang," kata Rika.
"Alah, sok tahu aja kamu Rika, aku gak ada takutnya sama sekali dengan kak Elang."
"Lah, terus yang barusan itu tadi apaan Danu ...." kata Rika.
"Itu ... barusan aku hanya ... segan, ya segan saja sama kak Lang."
"Alah, bohong banget," kata Gea.
"Iya, kasihan tuh anak, udah sendirian, disakitin mulu lagi," kata Elang pula.
"Kamu tumben datang kekampus ini Lang, ada apa sebenarnya?" kata Dewa pada Elang.
"Yah, ada apa lagi kalau bukan karna tuan putri ini, tuan putri ini bikin masalah yang membuat aku harus meninggalkan pekerjaan kantorku," kata Elang sambil melirik Gea.
"Lho, kenapa karna aku, siapa yang bilang aku bikin masalah?" kata Gea bingung.
"Gak usah pura-pura gak tahu deh kamu," kata Elang menghampiri Gea dan merangkulnya.
Mereka saling peluk, walau tidak begitu terlihat karna Elang hanya merangkul bahu Gea, sedangkan Gea merangkul pingang Elang. Dewa dan Rika ikut merasakan suasana romantis yang tercipta dari Gea dan Elang. Yang merana Danu juga, karna sekarang ia sendirian. Gea susah punya pasangannya saat ini.
"Ehem, yang LDR tetaplah jomblo," kata Danu membuat semuanya tertawa.
Saat itu, masuklah Astrid beserta kedua teman Gea. Disusul raja kampus bersama temannya dibelakang Astrid.
__ADS_1
Mereka merasa sedikit kaget saat melihat Gea dan Elang, karna mereka tidak tahu tentang siapa Gea sebenarnya. Sedangkan hubungan Dewa dan Gea saja baru mereka ketahui saat Gea mengatakan kalau Dewa itu kakaknya.
Saat melihat Elang, nyali raja kampus untuk bicara dengan Gea agak berkurang. Karna ia tahu, Elang adalah pemilik perusahan yang terkenal didunia bisnis. Dan dia seorang ceo muda yang wajahnya selalu muncul diberita, surat kabar dan lain sebagainya.
Tapi, tidak banyak yang tahu siapa Gea sebenarnya. Karna ia jarang ikut Elang dalam dunia bisnis. Ia juga dijaga Elang dari dunia luar. Agar istrinya aman jika mau kemana saja. Karna ia tahu siapa Gea sebenarnya, ia gadis galak yang akan marah jika ia tidak suka pada suatu hal.
Mereka saling tatap untuk sesaat, kemudian dengan berani Randy bicara pada Gea yang masih setia dalam rangkulan Elang. Sedangkan Astri dan kedua teman lelakinya mematung disana. Karna mereka masih belum mengerti apa yang terjadi didalam uks ini.
"Putri cantik, aku minta maaf karna telah memukul kakakmu. Aku tidak tahu kalau Dewa itu adalah kakakmu, bisakah kita bicara berdua saja ditempat lain?" kata Randy.
"Yang dipukul itu kakakku, bukan aku. Jadi kenapa minta maaf pada aku, kamu salah tempat untuk mengatakan maaf," kata Gea.
"Aku akan merendahkan diriku didepan kakakmu, agar aku bisa dapat maaf dari kamu."
Randy ingin memegang tangan Gea, namun Elang menahan tangan Randy sebelum sampai menyentuh tangan Gea.
"Jangan coba-coba menyentuh istriku," kata Elang.
Sontak saja, semua yang ada dalam ruangan itu kaget bukan kepala. Kecuali Gea dan teman-temannya, mereka tidak akan kaget sama apa yang Elang katakan.
"Istri?" kata Randy sangat kaget.
"Apa? Istri?" kata Astri tidak percaya sama pendengarannya.
"Iya, dia istriku, istri dari Pangeran Elang. Jangan coba-coba mendekati istriku, jika tidak ingin menerima akibatnya," kata Elang lantang sambil melepas tangan Randy.
"Pangeran Elang? Bukankah Pangeran Elang itu donator terbesar dikampus kita," kata yang lain.
Ruang uks sekarang ramai, karna yang lain pada berkumpul diruang uks yang sempit itu. Tidak bisa masuk kedalam, mereka malah mendengarkan dari luar saja sudah cukup. Mereka sangat kaget saat tahu Elang ada diruang uks itu. Apa lagi kaum hawa yang sangat suka akan lelaki yang tampan. Bukannya fokus pada pokok permasalahan, mereka malah menikmati melihat wajah tampan Elang dengan penuh pujian dan kekaguman.
Mereka yang tidak percaya bisa melihat Elang secara langsung, malah berharap bisa berfoto bersama dengan Elang. Tanpa peduli siapa yang ada disamping Elang. Namun sayangnya, mereka hanya bisa berniat tanpa berani mewujudkan niat mereka. Karna bagaimanapun, suasana sekarang tidak tepat untuk hal-hal seperti itu.
"Be ... benarkah kamu primadona kampus istri ceo muda?" kata Randy tak percaya.
Sama halnya seperti Randy dan Astrid, yang lainnya juga sama. Mereka tidak percaya kalau Gea adalah istri dari Pangeran Elang. Memang mereka adalah pasangan yang sangat serasi, bagaikan pinang yang dibelah dua.
__ADS_1