Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+81


__ADS_3

Selama beberapa hari, Elang terus saja melaku kan hal yang sama seperti yang ia laku kan. Yaitu, pulang nya saat hari sangat sore, dan menghilang saat Gea bagun pagi.


Sampai kehari minggu lagi hari ini. Tumben, tak seperti biasa nya hari ini. Saat Gea bangun, Elang ada di samping nya. Masih tidur nyenyak, bahkan sambil memeluk tubuh Gea.


Gea memutar tubuh nya, melihat kebelakang nya. Elang belum bagun, mata nya masih tertutup rapat lagi saat ini.


Gea berusaha ingin melepas kan tangan Elang yang ada di pingang nya. Tapu, malah membuat Elang bagun dari tidur nya.


"Bentar lagi bangun nya Ge, kan hari minggu." kata Elang.


"Ini kan udah lewat jam tujuh Lang, tumben banget lama bangun nya." kata Gea.


"Biar aja lah, bangun jam sembilan juga gak masalah kan Ge." kata Elang makin erat memeluk Gea.


"Jangan bikin masalah Lang, aku mau kelahan hari ini. Aku harus bangun sekarang." kata Gea.


"Gak bisa, hari ini mama ingin kamu pulang kerumah Ge. Kamu udah lama kan gak pulang." kata Elang


Gea terdiam, benar juga. Ia susah lama tidak pulang kerumah mama mertua nya. Padahal kan ia sudah janji ingin selalu datang menjenguk orang tua nya itu.


"Ge, kamy kok malah bengong aja sih. Kamu masih gak ingin pulang ya?" kata Elang.

__ADS_1


"Bukan gitu Lang, aku masih mau tinggal di sini." kata Gea dengan wajah sedih.


"Aku gak akan maksa kamu untuk pulang Gea, tapi aku mau kamu pikir mama yang setiap hari berharap kamy pulang kerumah." kata Elang.


Elang melepas kan tangan nya dari Gea, lalu bangun dari baring nya. Gea juga ikut bagun karna hari sudah sangat siang bagi nya.


Elang bagun dan menuju kamar mandi, Gea hanya melihat nya tanpa berkata apa pun. Ia merasa tidak enak hati pada Elang, sudah tiga kali ia menolak untuk Elang ajak pulang.


Mungkin benar, mama mertua nya sangat berharap ia kembali kerumah. Karna, mama mertua nya sangat sayang pada Gea.


Beberapa saat kemudian, Elang keluar dari kamar mandi. Dia terlihat sudah lebih segar ketika keluar dari kanar mandi.


"Ya, aku kerumah mama hari ini Ge." kata Elang.


"Aku ikut kamu pulang ya." kata Gea.


Elang terlihat bahagia mendengar apa yang Gea kata kan. Ia telah berharap Gea pulang bersama nya. Telah beberapa hari yang lalu. Tapi, Elang tidak ingin memaksa kan istri kecil nya ini untuk suatu keinginan nya. Karna istri nya ini tidak bisa di paksa.


"Benar kah kamu mau ikut aku pulang Ge, kamu yakin?" kata Elang memasti kan.


"Ya, aku ingin bertemu mama. Karna memang aku sudah lama tidak pulang kan." kata Gea.

__ADS_1


Elang tidak menjawab, hanya hati nya sangat bahagia mendengar istri nya mau ikut.


Gea merapi kan pakaian nya, tapi Elang melarang nya membawa baju. Karna di sana Gea sudah punya banyak baju, Kata Elang.


Elang dan Gea pamit pada mama dan Dewa, setelah itu mereka langsung berangkat kerumah Elang.


"Ge, apa kamu mau punya rumah sendiri atau tinggal sama mama aja?" kata Elang saat mereka berada dalam mobil.


"Tumben kamu nanya gitu sama aku, kamu ada niat mau beli rumah ya." kata Gea.


"Aku nanya kamu lho Ge, mau rumah sendiri atau lebih baik tinggal sama mama aja. Mana yang bagus menurut mu." kata Elang balik bertanya.


"Ya enak punya rumah sendiri dong Lang. Dari pada sama orang tua kita kan. Kapan kita bisa mandiri nya." kata Gea tanpa berpikir lagi menjawab nya. Karna itu memang ada di pikiran nya.


Elang tidak menjawab, ia hanya tersenyum saja mendengar kata-kata Gea yang tanpa ada cangung langsung jawab aja.


Mobil berhenti di suatu rumah yang indah, cat rumah itu berwarna hijau tua. Halaman nya tidak terlalu luas tapi, lengkap dengan taman dan di pagar dengan pagar besi yang juga cat nya hijau.


"Ini rumah siapa Lang, kok kita berhenti di depan rumah orang sih." kata Gea tak mengerti.


"Aku ada perlu di sini. Kamu bisa temani aku sebentar gak untuk masuk kedalam." kata Elang.

__ADS_1


__ADS_2