Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+74


__ADS_3

Tak lama setelah bicara, Dewa pun permisi untuk masuk kekamar nya. Karna ia sudah ngantuk dan ingin segera tidur.


"Kamu yakin tidur di sini Lang?" kata Dewa.


"Ya, aku yakin untuk tidur di sofa ini. Kamu jangan cemas kan aku ya." kata Elang.


"Ya sudah kalo gitu, aku kekamar dulu." kata Dewa sambil berjalan meninggal kan Elang di sofa ruang keluarga.


Ternyata Elang benar-benar tidur di sofa malam itu. Ia tidak memikir kan lagi ego nya yang tinggi. Demi Gea, dia rela tidur di sofa ruang keluarga.


Pagi nya, ia bagun lebih awal. Karna tidur nya tidak nyaman dan badan nya terasa sakit-sakit akibat tidak pernah tudur di tempat terbuka seperti ruang keluarga.


"Gimana rasa nya tidur di sofa Lang?" tanya Dewa yang ternyata juga sudah bangun.


"Gak nyaman banget gue, sakit-sakit nih badan gue semua nya." kata Elang.


"Maka nya, jangan bikin gara-gara deh. Lho mau mandi gak, jika mau pakai kamar mandi gue noh." kata Dewa.


"Ia mandi lah, masa sekolah gak mandi sih." kata Elang.


"Gea bangun belum ya, lagi apa dia sekarang." kata Elang sambil melihat kearah kamar Gea.


"Eh, istri lho udah di taman tahu. Gak perlu lihat kamar nya." kata Dewa sambil menunjuk arah taman.


Elang melihat kearah taman, ternyata di sana ada Gea yang sedang menikmati udara pagi di taman nya.

__ADS_1


"Kok di rumah Gea gak pernah ketaman pada waktu pagi." kata Elang.


"Mana gue tahu." kata Dewa.


Elang dan Dewa sarapan, sedang kan Gea gak ikut sarapan bersama mereka. Ia memilih menunggu di mobil saja. Kata nya gak selera untuk sarapan bersama.


Beberapa saat kemudian, dua orang yang sarapan di dalam pun keluar. Dewa masuk dalam mobil, di ikuti oleh Elang.


"Eh, ngapain masuk kemobil ini sih." kata Gea pada Elang.


"Mobil gue mogok, gak bisa numpang apa." kata nya.


"Turun sekarang, aku gak mau tahu mobil kamu mogok atau ngak. Yang penting turun sekarang." kata Gea.


"Ge, jangan gitu dong. Kan cuma numpang masa gak boleh sih. Arah nya sama juga, dan gaka akan bikin repot juga kan." kata Elang.


"Ok, aku yang turun jika kamu gak izinin aku numpang gak papa." kata Elang.


Elang turun dari mobil Dewa, hati nya sangat kesal sih dengan apa yang istri nya laku kan. Tapi, ia tidak ingin membuat istri nya tambah membenci nya.


Lebih baik mengalah dari Gea sekarang, dari pada ia tidak dapat istri nya selama nya. Itu yang ia pikir kan. Dan masalah kesal hati nya, ia memang harus ekstra sabar pada sikap Gea pada nya.


"Dek, kamu kok gitu sih sama Elang. Dia kan suami mu lho Ge." kata Dewa yang dari tadi hanya diam saja.


"Biar kan, dia pantas mendapat kan itu semua. Mungkin itu masih belum cukup jika di banding kan apa yang ia laku kan pada ku." kata Gea.

__ADS_1


Kakak nya tidak menjawab apa-apa lagi. Dewa hanya diam dan menjalan kan mobil mereka. Meninggal kan Elang dengan wajah yang murung.


Beberapa saat kemudian, setelah Gea dan Dewa sampai di sekolah. Elang baru sampai dengan mobil mama nya. Elang sengaja meminjam mobil mama agar Gea percaya bahwa mobil nya sedang mogok. Itu karna ia tak ingin Gea mengata kan ia bohong lagi.


Gea tak ambil pusing dengan masalah itu, di sekolah sibuk dengan gosip tentang diri nya dan Elang yang sudah menikah. Banyaj di antara mereka yang tidak percaya. Terutama,orang yang Sella hasut kan. Bahwa Gea telah membuat Elang tunduk pada permintaan Gea.


Ternyata Sella, tidak kapok juga membuat masalah pada Elang. Ancaman yang Elang beri kan tidak berpengaruh pada Sella.


Dan karna gosip itu, Gea dan Elang harus berhadapan dengan kepala sekolah sekarang di kantor sekolah.


"Elang, kalian tahu sebab apa yang membawa kalian di panggil kekantor dan berhadapan dengan bapak kan." kata kepala sekolah.


"Maaf pak, kami kurang mengerti dengan masalah yang membawa kami berada di sini." kata Elang.


"Bapak mendengar kabar, jika kamu dan adik kelas yang berada di samping mu ini adalah suami istri. Apa kah gosib yang bapak dengar itu benar Lang?" kata kepala sekolah.


"Iya, benar pak. Aku dan Gea memang sudah menikah. Dan kami adalah suami istri sekarang." kata Elang.


"Bohong pak, mereka bukan suami istri. Mana boleh menikah di bawah umur." kata Sella yang tiba-tiba datang dari luar.


"Sella, siapa yang menyuruh kamu masuk kedalam kantor ini." kata kepala sekolah.


"Maaf pak, saya hanya ingin melurus kan masalah saja. Sekolah kita bukan ajang untuk bersandiwara kan pak." kata Sella.


"Sella, apa yang kamu tahu tentang sandiwara dan sekolah kita. Bapak tidak ingin kamu ikut campur masalah orang lain." kata kepala sekolah.

__ADS_1


"Lang, bapak ingin kamu jujur pada bapak. Apa kah benar kalian ini suami istri atau bukan. Bapak ingin mendengar dari orang tua kalian sekarang." kata kepala sekolah.


__ADS_2