
Gea tiba-tiba menjauh dari Elang, ia tiba-tiba saja mengeser duduk nya. Dari duduk di samping Elang, sekarang berubah posisi kearah sofa yang berada di depan Elang.
"Aku gak mau dekat-dekat sama kamu, jika kamu gak mandi juga. Dan jika kamu mandi nya setelah mau tidur, kamu gak usah di samping aku." kata Gea.
Elang bukan nya menjawab, ia malah bangun dari duduk nya. Gea menyangka Elang akan pergi mandi, tapi Gea salah sangka. Elang malah menghampiri Gea bahkan langsung memeluk nya.
"Elang......" kata Gea berteriak keras.
Gea yang tidak siap-siap karna salah sangka sekarang telah berada dalam pelukan Elang.
"Kamu gak mau dekat-dekat sama, aku yang akan dekat-dekat sama kamu." kata Elang sambil terus meneluk. Sedang kan Gea terus berusaha melepas kan diri.
"Lang, kamu bau tahu gak. Ha.... Lepas kan aku, lepas kan." kata Gea sambil terus berusaha melepas kan diri dari Elang yang makin erat saja memeluk nya.
"Gak akan aku lepas kan kamu, kamu akan tetap bearada dalam pelukan aku." kata Elang sambil mencium pipi Gea.
"Kamu itu bau keringat, aku gak mau ketularan bau. Ha.. Ha.... Bau sekali kamu Lang." kata Gea.
Rasa kesal yang ada dalam hati Elang ternyata bisa hilang dengan cepat. Elang seakan melupa kan rasa kesan nya, rasa kesal yang membawa ia sampai meninggal kan Gea di rumah.
Ia terus saja bercanda dengan Gea, di atas sofa ruang keluarga. Sesekali terdengar tawa dari Gea di karna kan Elang mengelitik nya. Bahkan mereka seakan lupa, kalau mereka sedang berada di rumah orang tua mereka. Bukan berada di rumah mereka.
Karna terlalu berisik, papa yang sedang berada di ruang kerja pun akhir nya keluar. Papa tidak bisa konsentrasi melihat dokumen yang harus ia tanda tangani. Di tambah rasa penasaran papa dengan suara candaan itu.
Saat papa berada di sana, mereka berdua masih bercanda. Dan Gea masih ada dalam pelukan Elang.
Saat papa melihat anak dan menantu nya yang sedang bercanda. Papa memilih untuk meninggal kan mereka, karna tidak ingin mengganggu. Namun sayang nya, mama yang juga ingin melihat apa yang terjadi antara Gea dan Elang. Karna papa berjalan buru-buru, papa dan mama yang malah bertabra kan.
"Aduh.... Papa apaan sih, gak lihat mama ada di belakang." kata mama.
Saat suara mama terdengar, sontak Gea dan Elang jadi kaget. Dan segera mengakhiri candaan mereka. Dengan rasa malu, Gea dan Elang bangun dan berdiri melihat mama dan papa yang sedang ada tak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Mama, papa." kata mereka berdua, kompak.
Mama dan papa juga jadi serba salah, mereka sudah mengacau kan momen bersama anak dan menantu mereka.
"Elang mandi dulu ma, pa." kata Elang buru-buru meninggal kan ruang keluarga.
"Gea juga mau kekamar, mau lihat Kitty sedang apa ma." kata Gea dengan wajah merah nya.
"Oh... Oh iya, iya. Jangan lama-lama, sebentar lagi makan." kata mama dengan perasaan bersalah di tambah bahagia nya.
Papa dan mama saling pandang, setelah anak dan menantu nya meninggal kan ruang keluarga. Baru mereka bisa bicara.
"Papa sih, kan jadi kacau kan." kata mama malah menyalah kan papa.
"Lho, kok mama malah salahin papa sih. Kan mama yang berisik, harus nya mama tidak ada di belakang papa kan." kata papa.
"Yah, kok malah mama yang salah. Papa lah yang salah, masa tiba-tiba saja mutar arah tanpa aba-aba." kata mama.
"Mama tu, kok bisa ada di belakang papa. Papa kan mau cari aman aja saat melihat mereka. Papa gak mau merusak waktu bahagia mereka." kata papa.
"Lho, kok jadi marah nya sama papa. Kenapa papa yang di bilang mengecewa kan sih." kata papa bicara sendiri sekarang.
****
Dikamar Elang, Gea sedang main bersama kucing cantik. Sambil menunggu Elang selesai mandi, ia sudah menyiap kan baju Elang.
Walau pun sudah pindah rumah, barang-barang Elang juga masih banyak di rumah mama. Sama hal nya seperti Gea, mereka hanya bawa barang seperlu nya saja kerumah mereka. Sedang kan barang-barang mereka masih banyak yang tinggal di rumah mama masing-masing.
Kalau datang kan jadi nya gak perlu bawa baju lagi. Baju yang tinggal bisa di pakai. Itu untung nya meninggal kan barang di rumah mama.
Elang masih berada di kamar mandi, saat pintu kamar di ketuk oleh seseorang dari luar.
__ADS_1
"Den Pangeran, non Gea. Di tunggu nyonya sama tuan untuk makan malam sekarang." kata suara di balik pintu kamar.
"Baik bik, tunggu sebentar. Elang masih mandi, bentar lagi kami turun ya." kata Gea menjawab apa yang bibik kata kan.
"Baik non."
***
"Siapa Ge, kok gak di buka pintu nya." kata Elang yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Bibik Lang, bilang mama sama papa udah nunggu kita di bawah buat makan malam." kata Gea.
Elang tidak menjawab, ia hanya mengangguk kan kepala nya sambil mengambil baju yang telah Gea sedia kan di atas ranjang. Dan memakai kan baju itu, pikiran usil nya muncul saat ingin memasang baju.
Elang melihat Gea yang sibuk bermain bersama Kitty di atas ayunan Kitty. Pikiran itu pun muncul dengan sendiri nya.
"Ge, baju apa ini yang kamu ambil untuk aku." kata Elang.
"Maksud kamu apaan sih, aku ambil baju yang ada di dalam lemari lah. Baju biasa kamu pakai kalau kesini juga." kata Gea tampa menoleh.
"Baju biasa gimana, ini baju nya bolong lho Ge. Kamu gak lihat pas mau ambil kan baju tadi." kata Elang.
"Gak kok, aku ambil aja. Karna aku rasa, baju kamu gak ada yang bolong kok Lang." kata Gea masih tidak melihat.
"Coba lihat sini deh Ge, kamu gak lihat mana kamu tahu baju ini bolong apa ngak nya." kata Elang.
Gea pun merasa penasaran sama apa yang Elang kata kan. Mana ada baju Elang yang bolong, kalo ada kenapa bisa bolong. Karna rasa penasaran itu, tanpa pikir panjang lagi, Gea langsung menoleh kearah Elang.
Saat menoleh, Gea kaget bukan kepalang. Elang belum memakai apa pun, ia hanya pakai celana dalam saja.
"Elang...... " kata Gea kembali menjerit sambil menutup mata dengan kedua tangan nya.
__ADS_1
Elang tersenyum senang, ia paling suka wajah malu dan kesal dari Gea. Itu adalah kesukaan nya, saat di rumah mama. Elang semakin menjadi-jadi tingkah nya.
Saat dirumah mereka, Elang tidak pernah bertingkah aneh. Saat tidur akan tidur bersama, tapi tidak ada tingkah usil yang Elang tunjuk kan.