
Elang berjalan dengan cepat mengimbangi langkah Gea. Lalu mengangkat tubuh Gea dan menggendongnya. Membuat Gea kaget sama apa yang Elang lakukan.
"Lang, kamu apaan sih. Turunkan aku sekarang juga," kata Gea.
"Gak akan aku turunkan kamu sebelum kamu bilang, kalo kamu cemburu padaku."
"Aku gak cemburu sama kamu, gimana mau aku apa yang tidak aku rasakan. Jangan paksa aku Lang, aku sangat tidak suka dipaksa."
Elang diam, kata yang Gea ucapkan membuat hatinya memikir sesuatu. 'Aku tahu kamu gak suka dipaksa Ge. Kalo ngak, aku udah lama paksa kamu jadi istri aku seutuhnya. Tanpa aku harus mulai dari bawah untuk memenangkan hatimu. Tapi, yah semua itu juga aku yang salah. Saat kamu sudah siap, malah aku yanh jadi penyebab masalah kesiapan mu terganggu.'
Gea menatap wajah Elang yang seakan memikirkan sesuatu. Ntah hal apa yang Elang pikirkan, namun Gea merasa hal itu pasti ada hubungannya dengan apa yang ia katakan barusan.
"Lang," kata Gea memanggil nama suaminya sambil mencolek hidung Elang.
"Iya," jawab Elang dengan senyum manisnya.
"Apa yang kamu pikirkan sih, tiba-tiba aja diam."
"Gak ada yang aku pikirkan, hanya sedikit masalah kerjaan."
Niat awal Gea yang mau turun dari gendongan Elang malah merasa betah berada dalam gendongan suaminya. Elang membawa Gea sampai depan pintu rumah mereka. Bukan hanya sampai depan pintu rumah, Elang menggendong Gea sampai masuk kedalam rumah mereka.
.....
Waktu tidak pernah menunggu manusia, ia berjalan begitu cepatnya. Tanpa sadar, meninggalkan semua orang yang terlena. Siapa yang termakan oleh buaian tipuan waktu, maka mereka akan tertinggal jauh dibelakang.
__ADS_1
Hari ini, Gea sudah mulai kuliah. Sambutan hari pertama kuliah sangatlah menegangkan bagi kedua temannya. Namun, Gea tidak merasa terganggu dengan hari pertama ia kuliah.
Hari pertama kuliah, ia menjadi pusat perhatian dikalangan kaum laki-laki mau pun wanita. Bagaimana tidak, bukan hanya para teman seangkatan yang merasa tertarik sama wanita cantik itu. Kakak angkatan juga merasa tertarik dengan gadis cantik ini.
Banyak lelaki yang ingin berkenalan dengan Gea. Bukan hanya berkenalan, mereka juga selalu mengajukan nomer mereka untuk Gea simpan di ponsel, atau minta noner ponsel Gea dengan berbagai alasan untuk mendapatkannya.
Namun kakaknya selalu mengingatkan supaya Gea harus ingat siapa dirinya. Jangan lupa akan setatus Gea sekarang dan banyak lagi hal yang kakaknya ingatkan.
Gea bukan gadis lemah yang bisa meberima setiap pujian. Bukan gadis yang makan kata-kata manis dan gombalan. Ia tidak pernah tertarik untuk memasukkan kehati setiap lelaki yang memuji kecantikannya. Bagi Gea, tanpa kakaknya ingatkan juga dia tahu siapa dirinya. Yang paling jelas, siapa yang ada dihatinya saat ini. Semua orang baru yang Gea kenal itu, tidak akan mampu membuat Elang jadi tergeser apa lagi berbagi tempat dihati Gea.
.....
Saat ini, Gea sedang berada dikantin kampus bersama Rika dan juga Danu. Mereka hanya bertiga sekarang, karna kak Dewa sedang ada kelas saat ini. Banyak mata yang menatap tidak suka pada Danu, karna sekarang Danu duduk disamping Gea. Makan bersama lalu bercanda seperti biasanya.
Seminggu sudah berlalu, tidak ada yang tahu banyak tentang Gea dan kehidupannya. Yang mereka tahu, putri cantik itu dekat dengan dua cowok ini sekaligus. Tanpa mereka tahu, apa setatus dari kedekatan Gea dengan Danu dan Dewa.
Setelah mereka sudah selesai makan, mereka baru saja ingin beranjak pergi meninggalkan kantin. Saat itulah, Raja kampus yang terkenal tampan di kampus itu masuk kekantin bersama beberapa teman yang menjadi anak buah dari raja kampus.
Ya, di kampus ini ada orang yang di panggil dengan julukan raja kampus. Karna dia yang paling tampan dikampus ini. Ia juga anak dari pemilik kampus, yang banyak sekali gadis mengincar ia untuk sekedar berdekatan dan bahkan tak sedikit yang bermimpi menjadi pacar raja kampus.
Raja kampus orangnya memang lumayan tampan, ia kakak angkatan bagi Gea dan kedua temannya. Namun, raja kampus adalah teman seangkatan bagi Dewa.
Tingkahnya memang agak tidak cocok dikatakan raja kampus. Karna ia tidak terlalu pintar, juga ia termasuk lelaki badboy. Karna ia suka gonta ganti pasagan. Ia lelaki playboy, yang suka tebar pesona dan terkenal sadis dalam memainkan hati wanita.
Hari ini, ia khusus datang kekantin bawah hanya untuk melihat Gea yang dipuji-puji oleh semua lelaki kampus ini. Ia merasa penasaran dengan gadis yang menjadi bahan pembicaraan seisi kampus. Baik cewek mau pun cowok semua membicarakan gadis yang bernama Gizella ini.
__ADS_1
Sedangkan Gea, tidak tertarik untuk tahu sedikit pun tentang raja kampus yang teman-temannya bicarakan. Teman-temannya juga mengatakan kalau ia cocok dengan raja kampus yang bernama Randy itu. Ya, nama raja kampus itu adalah Randy Haryanto.
Kedua temannya sudah berdiri dari duduk mereka. Sedangkan Gea kembali duduk membelakangi Randy yang baru saja masuk itu.
Tatapan para gadis yang sedang ada dikantin itu tidak bisa dibicarakan lagi. Semuanya melihat kearah raja kampus yang tidak ada turun dari kantin atas. Yah, kantin ini berlantai dua. Satu dikhususkan buat raja kampus dan teman-teman kayanya. Sedangkan yang bawah, untuk umum.
"Hai semuanya ...." sapa Randy pada para gadis.
"Hay Randi," jawab semua gadis dengan di barengi senyum terbaik mereka.
Randy berjalan untuk melihat yang manakah gadis yang tercantik. Yang menjadi bahan pembicaraan para penghuni kampus selama seminggu belakangan ini.
"Hamz ... apa di sini ada anak baru yang bernama ...." Randy terlihat berpikir nama gadis yang ia cari.
Ia melihat kearah temannya supaya temannya membantu menginggatkan nama gadis yang ia cari.
Belum juga sempat temannya mengatakan nama Gea. Gea pun bangun dari duduknya, dan mengajak kedua temannya meninggalkan kantin itu.
Saat pertama kali melihat Gea, Randy dan teman-temannya terpana. Untuk pertama kalinya, ia melihat gadis yang jadi bahan pembicaraan kampus selama seminggu terakhir.
"Tunggu, tidak ada yang boleh keluar dari kantin," kata Randy saat Gea ingin melangkahkan kakinya.
Rika dan Danu saling pandang, mereka takut Gea bikin masalah kali ini. Karna mereka tahu betul siapa teman mereka ini. Bisa-bisa, kantin ini akan rusak akibat Gea yang nengamuk nantinya.
"Ge, jangan bikin masalah yah. Kita anak baru di sini. Kamu harus ingat hal itu," kata Rika berbisik ditelingga Gea.
__ADS_1