
Selesai mandi dan ganti baju, Gea pun keluar dari kamar nya. Ia melihat keluar, tidak ada Elang di kamar mau pun di dalam rumah.
"Bik, Elang nya kemana sih, kok gak ada." kata Gea kebingungan.
"Den Pangeran gak tahu kemana tadi non, ia membawa Kitty keluar dari. Cuman, den pangeran gak bilang mau kemana." kata bibik.
"Keluar, maksud nya keluar dari rumah atau keluar jalan-jalan sih bik?" Gea gak mengerti apa yang bibik kata kan.
"Den Pangeran keluar sama Kitty naik mobil non, gak bilang apa-apa sama bibik." kata bibik itu menjelas kan lagi.
Gea tidak menjawab, ia baru mengerti apa yang bibik kata kan. Kalau Elang sedang keluar gak tahu kemana sama kucing kesayangan nya.
Sejak mereka pindah setahun yang lalu, kucing itu juga ikut pindah kerumah baru Elang. Hewan peliharaan kesayangan Elang ini tidak akan di tinggal kan oleh Elang. Kemana ia pergi, kucing itu akan di bawa nya ikut serta.
Gea duduk di sofa ruang tamu, sambil melihat layar ponsel nya. Mencoba menelfon Elang, namun tidak ada jawaban nya.
Gea tahu, Elang pasti sedang kesal pada Gea. Karna melupa kan janji yang telah mereka buat. Dan berpura-pura tidak ada masalah dengan janji yang sangat Elang harap kan.
Hari sudah mulai senja, namun Elang belum juga pulang. Gea terus menatap ponsel nya, berharap ada balasan dari wa yang ia kirim kan pada Elang sejak dari satu jam yang lalu.
Tak lama, ada bunyi dari ponsel Gea. Buru-buru Gea mengambil ponsel dan melihat wa nya. Benar saja, ternyata bunyi itu tidak mengecewa kan hati nya. Elang baru saja membalas chat yang ia kirim kan. Walau pun telat dapat balasan, namun hati nya terasa bahagia.
Pesan singkat itu mengata kan kalau Elang sekarang sedang berada di rumah mama nya. Ia tidak ingin Gea menunggu untuk makan malam, karna ia mungkin pulang agak larut malam.
"Ternyata kamu menghindar dari aku ya Lang. Kamu pikir bisa menghindar dari aku, aku kan bisa ikut kamu kerumah mama." kata Gea bicara sendiri sambil senyum. Setelah membawa chat dari Elang.
Gea bangun dari duduk nya, ia memanggi sopir agar bisa membawa ia kerumah mama mertua nya. Bukan tidak bisa bawa mobil sendiri. Hanya saja, Gea masih rada takut untuk membawa mobil sendirian, apa lagi saat malam hari.
Gea masuk kedalam kamar, mengganti baju rumah nya dengan baju jalan. Kemudian pamit sama bibik, agar bibik tidak cemas jika ia tiba-tiba tidak ada di rumah.
"Bik, aku kerumah mama dulu ya. Bibik makan gak usah nungguin aku. Aku bawa kunci cadangan keluar, karna Elang juga ada di rumah mama sekarang." kata Gea pada bibik.
__ADS_1
"Iya non, hati-hati ya non Gea nya. Gak pergi sendirian kan, keluar nya." kata bibik.
"Gak kok bik, sama mas Jono kok pergi nya." kata Gea sambil berjalan keluar rumah.
Gea dan mas Jono pun pergi meninggal kan rumah nya. Sebelum keluar tadi, Gea sudah bilang sama mas Jono. Kalau mereka akan pergi kerumah mertua Gea. Maka nya mas Jono tidak bertanya lagi sama Gea.
***
Sedang kan di rumah mama, Elang sedang berada di sofa ruang keluarga. Mama menghampiri Elang dengan rasa penasaran.
"Tumben anak mama jadi lembek gini, jalan sendiri lagi." kata mama.
"Gak jalan sendiri kok ma, berdua kan sama Kitty." kata Elang membantah apa yang mama kata kan.
"Alah, sama aja sama jalan sendiri kalau sama Kitty. Kitty kan bukan manusia, mana bisa di ajak ngobrol." kata mama.
"Mending sama Kitty yang gak bisa di ajak ngobrol dari pada yang bisa di ajak ngobrol tapi gak mau dengerin apa yang kita bicara kan." kata Elang.
"Ya elah, baru aja bahagia malah merana lagi. Dasar anak muda jaman sekarang, mau nya berantam mulu." kata mama.
"Gak berantem, tapi kesini nya masih pakai kemeja tadi siang." kata mama.
Tak lama, bel rumah pun berbunyi. Mama dan Elang saling pandang, mereka tidah tahu siapa yang bertamu saat hari masih senja.
Mama bangun dan menghampiri pintu rumah, karna yang ada di sana hanya mama dan Elang. Tidak mungkin kan kalau Elang yang bangun.
Saat pintu di buka, muncul lah wajah cantik di sana. Wajah cantik menantu kesayangan mama.
"Sayang, kok kamu kesini senja-senja begini sih." kata mama.
"Kamu gak bawak mobil sendiri kan Ge?" kata mama terlihat cemas.
__ADS_1
"Gak kok ma, aku sama mas Jono datang nya. Maaf ya, aku datang di hari senja seperti ini. Mau numpang makan ma, maka nya datang senja." kata Gea sambil senyum.
"Dasar anak nakal, ayo masuk kamu." kata mama sambil senyum.
Gea dan mama berjalan beriringan, Gea menuju menuju ruang keluarga yang di sana ada Elang yang duduk bersandar di sofa. Sedang kan mama menuju dapur, untuk melihat bibik selesai masak apa belum.
Gea tersenyum lebar saat melihat Elang yang sedang duduk bersandar di sofa ruang keluarga itu. Sedang kan Elang kaget saat melihat yang datang ternyata Gea istri nya.
"Lho, kok malah datang kesini sih kamu Ge." kata Elang.
"Lho kenapa emang nya, ini kan rumah mertua aku. Gak boleh kalo aku datang kesini ya." kata Gea sambil mengangkat alis nya.
"Bukan gak boleh, ngapain kamu harus kesini di senja begini. Gak perlu datang nyusul aku kerumah mama. Aku bisa pulang sendiri nanti nya." kata Elang.
"Hei, siapa yang nyusul kamu kesini. Aku datang bertamu kerumah mama, bukan nyusul kamu lho ya." kata Gea.
"Gak nyusul kok datang nya setelah dapat wa dari aku." kata Elang.
"Aku kesini mau numpang makan rumah mama, bukan untuk nyusul kamu. Kalau masalah wa mu, yah itu urusan belakangan lah." kata Gea.
"Alasan." kata Elang sambil senyum lebar.
"Eh, gak kok."
Gea tiba-tiba mendekat kan hidung nya di tubuh Elang. Kemudian ia menutup hidung nya dengan tangan nya.
"Kamu kok bau banget ya Lang, mandi sana gih." kata Gea sambil terus menutup hidup nya.
"Gak ah, biar aja sampai mau tidur baru aku mandi." kata Elang.
"Apa?"
__ADS_1
"Aku gak salah dengar ya, kamu mau tidur nanti baru mandi." kata Gea.
"Ya gak salah dengar lah, aku kan bilang pada mu. Aku mandi nya saat mau tidur aja, dan gak mau mandi sekarang." kata Elang.