
Setelah mobil Denis jauh meninggalkan rumah. Elang baru masuk kedalam rumah, dengan pemikiran yang sangat berat. Ia takut akan kenekatan Sella yang mungkin saja lebih dari sebelumnya.
Ia memikirkan Sella yang sudah tidak berada dirumah sakit jiwa lagi. Mungkin Sella akan kembali menjadi Sella yang dulu. Yang datang dengan kenekatannya.
Elang pun berjalan meninggalkan pintu rumah, menuju kamar mamanya yang disana ada Gea sedang membuka apel untuk sang mama.
"Udah pulang Denis nya Lang?" kata mama yang masih baring di tempat tidur itu.
"Udah mah,"
Elang pun duduk disamping mama, diatas kasur samping mama.
Malam itu, Elang dan Gea memutuskan untuk tidur dirumah mama saja. Karna sudah lama juga mereka tidak nginap dirumah mama, sejak mereka sudah punya rumah sendiri.
"Lang, kamu kok agak aneh ya sejak ketemu Denis tadi sore. Apa ada masalah yang kamu simpan dari aku?" kata Gea saat mereka sedang berada dikamar.
Elang melihat Gea yang sedang duduk bersandar diranjang. Sedangkan Elang sudah terbaring sejak tadi.
"Gak ada apa-apa kok Ge, mana ada aku aneh. Aku rasa biasa aja dari tadi," kata Elang sambil melihat Gea.
"Bagus deh kalo gak ada masalah," kata Gea sambil membenarkan posisinya dari duduk menjadi baring.
Mungkin karna udah ngantuk, baru baring sebentar saja Gea udah langsung tidur. Elang melihat wajah cantik Gea dengan perasaan takut kehilangan.
Ia ingat, bagaimana ia hampir saja kehilangan wanita cantik itu beberapa tahun yang lalu. Karna kebodohan yang ia lakukan, hampir saja mengorbankan satu wanita yang paling berharga dalam hidupnya. Sejak saat itu, ia berubah semakin dingin dengan wanita lain. Semakin tidak perduli lagi dengan wanita yang selalu berusaha mendekatinya.
Elang sudah berjanji pada dirinya sendiri. Ia akan menjaga istrinya sampai ia tua nanti. Apa pun halangannya, Gea tidak akan ia biarkan siapa pun menyakiti.
"Kamu milik aku, siapa pun tidak boleh menyakiti istriku. Aku akan menjaga kamu walau dengan nyawaku sendiri cantik," kata Elang sambil mencium kening Gea yang sedang terlelap.
....
__ADS_1
Paginya, setelah mandi dan sarapan. Gea dan Elang pamit pulang pada mama dan papa. Hari ini Elang tidak kekantor karna hari libur. Makanya mereka bisa pulang agak siangan dari rumah mama.
Mobil melaju meninggalkan rumah mama dan papa Elang. Melintasi jalan raya yang terlihat tidak seramai biasanya. Karna hari libur, orang masih diam dirumah. Mungkin juga bobok manis dirumah masing-masing.
setelah melewati jalan raya, mobil Elang pun sampai dirumah mereka. Gea turun dari mobil sedangkan Elang kembali melajukan mobilnya meninggalkan Gea didepan pintu rumah.
Pintu rumah mereka dibuka oleh bibik, Gea masuk kedalam rumah. Sedangkan bibik sibuk melihat-lihat keluar rumah.
"Den Pangerannya gak ikut pulang ya non?" kata bibik pada Gea setelah melihat orang yang cari tidak ia temui.
"Elang tadi pulang bik, hanya saja ia harus pergi lagi. Katanya ada urusan yang harus ia kerjakan."
"Oh, bibik kira non Gea pulang sendiri tadi."
"Gak kok bik, aku sama Elang pulangnya."
Gea pamit pada bibik, ia berjalan menuju kamarnya. Sedangkan disisi lain, Elang melajukan mobil melintasi jalan raya.
Ntah kemana tujuan Elang sebenarnya, Gea juga tidak tahu kemana Elang akan pergi.
Panti asuhan Kasih Bunda, itulah nama panti asuhan yang Elang datangi.
Di sana, bukan hanya ada mobil Elang ternaya. Mobil Denis juga ada diparkiran itu. Denis sudah duluan sampai kepanti itu sebelum Elang sampai.
Elang turun dari mobilnya, mendekati Denis yang sedang bicara sama seseorang ditaman panti itu. Denis ternyata bicara sama seorang wanita, wanita yang pastinya Elang kenali.
"Permisi," kata Elang menyapa Denis dan wanita yang sedang duduk ditaman membelakangi arah parkir itu.
Sontak saja, wanita itu terlihat sangat kaget sama suara Elang. Ia langsung bangun dari duduknya dan melihat asal dari suara yang tidak asing lagi di telingganya.
"Elang ...."
__ADS_1
Wanita itu terlihat kaget bukan kepalang saat melihat ternyata ia tidak salah mengenali suara. Ternyata memang benar suara itu milik orang yang sangat ia kenali.
Untuk sesaat, Elang juga melihat kearah wanita itu dengan perasaan yang tidak percaya sama apa yang ia lihat. Benarkah wanita yang berdiri dihapannya saat ini adalah orang yang sama sama orang yang ia kenali dulu? Tapi rasanya seakan tidak mungkin, wanita itu jauh berbeda dari orang yang ia kenal.
"Hmz .... silakan duduk, mau duduk di sini atau masuk kedalam rumah saja," kata wanita itu berusaha mencairkan suasana.
"Oh, di sini saja gak papa," jawab Elang.
"Baiklah kalau gitu," kata wanita itu lagi.
"Maaf ya Den, aku agak lama baru sampai kesini. Soalnya antar Gea pulang dulu, dan nyari alamatnya juga lumayan lama," kata Elang pasa Denis yang sedari tadi hanya diam saja sebagai penonton.
"Iya gak papa, aku juga baru sampai di sini kok," kata Denis.
"Apa kalian mau minun, biar aku ambilkan dulu," kata wanita itu pada Denis dan Elang.
"Tidak usah, aku tidak haus. Tapi gak tahu Denis mau atau tidak," kata Elang sambil melihat kearah Denis.
"Aku juga gak mau, gak usah repot-repot," kata Denis menjawab.
"Oh ya, maaf ya kalau aku terkesan tidak sopan pada kalian. Aku sudah menawarkan kalian untuk masuk, tapi kalian malah menolak," kata wanita itu.
"Tidak apa-apa, seharusnya kami yang minta maaf sama kamu. Karna kami sudah menganggu waktu mu menjelang siang ini," kata Denis.
"Aku gak merasa terganggu kok, sedikit pun gak merasa terganggu. Aku malah senang bisa bertemu kalian yang sudah lama tidak aku lihat," kata wanita itu.
Denis dan Elang saling pandang, mereka semakin merasa tak percaya sama apa yang mereka lihat saat ini.
Wanita yang berada di depan mereka itu pun hanya bisa tersenyum simpul saja saat melihat Elang dan Denis menunjukkan wajah bingung mereka.
Tidak banyak yang mereka bicarakan, mereka lebih banyak diam diawal pertemuan mereka ini. Ntah mereka merasa kalau mereka baru berhadapan dengan orang yang berubah. Atau ntah karna sudah lama mereka tidak saling berjumpa.
__ADS_1
Namun yang jelas, mereka hanya bicara sesekali namun banyak waktu hanya diam sambil memperhatikan anak-anak panti asuhan ini bermain dengan bahagia di sekitar taman tempat mereka duduk bersama.
"Apa kabar kamu sekarang Lang, aku dengar kamu sudah jadi seorang ceo bukan?" kata wanita itu pada Elang.