
Gea terdiam mendengar kan apa yang mereka bicara kan. Sahabat nya melihat itu, dengan cepat mengubah arah pikir Gea.
"Udah nih Ge, ayo cepat. Nanti keburu lama mereka pacaran." kata Danu.
Gea pun memberi kan apa yang ia ingin beli kepada Danu. Danu pun membayar apa yang telah di pilih.
Mereka ingin keluar dari kantin, tapi ada seorang anak yang mencegat mereka di depan sana.
"Gea, bukan nya kamu dekat dengan Elang kan. Apa kah kamu tahu jika Elang itu sudah punya pacar." kata salah satu dari anak yang berani bicara.
"Terus apa urusan nya sama gue, gue rasa gak ada deh." kata Gea.
"Yah. Lho gak bisa dekat sama Elang lagi dong ya." kata Anak itu lagi.
"Udah Ge, gak perlu di ladenin ya. Kita pergi sekarang aja deh." kata Danu cepat-cepat menarik tangan Gea agar terhindar dari anak-anak yang nakal itu.
Danu tahu, jika tidak ia tarik Gea dari sana. Mungkin gunug merapi akan meletus seketika.
Tapi sayang nya Elang melihat hal itu, ia mencegat Gea dan Danu. Dan melepas kan tangan Danu dari tangan Gea.
"Kak Elang,...." kata Danu kaget.
"Ngapain lho pegang tangan Gea," kata Elang lantang.
Semua yang mendengar kan apa yang Elang kata kan. Memandang kearah mereka. Tak ada satu pun yang tidak ikut melihat kearah Elang.
__ADS_1
"Sabar kak, ini salah paham." kata Danu ingin menjelas kan.
Buuuk....
Satu hantaman tangan Elang mendarat di wajah Danu. Danu pun tersungkur di tanah.
Semua yang melihat itu sangat kaget.
"Danu.... " kata Gea kaget.
Gea menghampiri Danu yang tersungkur, sudut bibir nya berdarah sekarang.
"Lho gila ya, main pukul anak orang aja. Lho pikir lho siapa hah." kata Gea lantang.
"Aku suami mu, aku rasa kamu masih ingat jika kamu sudah punya suami." kata Elang dengan suara sangat keras. Tak ada yang tidak mendengar kan apa yang Elang ucap kan.
"Aku juga harap kamu tidak lupa, jika kamu punya istri tidak akan menghianati nya." kata Gea tak kalah lantang nya.
Gea lupa, jika ia berada di tengah kerumunan siswa siswu, teman sekolah nya.
"Ge udah, jangan perpanjang masalah. Aku gak papa. Dan kak Elang hanya salah paham sama kita." kata Danu.
"Itu bukan salah paham Danu, dia terlalu egois dan tidak tahu diri. Harus kah orang seperti dia di kasih hati." kata Gea pada Danu.
"Ge, kamu harus nya dengar penjelasan aku. Bukan malah menghakimi aku dengan cara mu sendiri. Kamu tidak bisa terus menghindar dari ku Gea." kata Elang dengan nada yang sangat lembut.
__ADS_1
"Basi... Tidak ada hal yang harus kamu jelas kan. Aku tidak mau mendengar kan nya lagi."kata Gea.
Gea membantu Danu bangun, dan membawa nya keruang uks. Ia tidak menghirau kan apa yang Elang kata kan. Karna ia sangat marah pada lelaki itu.
"Ge.... Ge.... Jangan gini dong Ge... " kata Elang.
Gea tetap tidak perduli. Ia tetap dengan pendirian dan keras kepala nya dia.
Sella datang kesana bersama teman-teman nya. Karna ia baru mendengar apa yang terjadi.
"Ada apa sih ini Lang, kok ramai gini." kata Sella mendekat dan menyentuh tangan nya.
"Jangan sentuh gue, gue jiji sama lho." kata Elang sambil mendoronh Sella hingga terjatuh.
"Sella.... " kata sahabat nya kaget.
"Au... Sakit Lang, kamu kok tega banget pada ku Lang." kata Sella sedih.
"Ini semua salah kamu Sella, jika istri ku tidak bisa aku dapat kan lagi. Aku akan buat hidup mu seperti, hidup segan mati tak mau." kata Elang pada Sella.
Kemudian ia meninggal kan Sella di sana bersama teman-teman nya yang kaget dengan apa yang Elang kata kan.
"Sella, lho gak papa kan." kata Wita sambil membantu Sella untuk bangun.
"Gak papa dari mana, gue apa-apa banget tahu gak." kata Sella marah.
__ADS_1
"Lho gak dengar apa yang Elang kata kan Sella. Istri?" kata Wita lagi.
"Lupa kan apa yang Elang kata kan. Kau tidak ingin membahas itu semua." kata Sella.