Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+27


__ADS_3

Mendengar kan hal itu, air mata nya pun tak bisa terbendung lagi. Ia pun berlari meninggal kan kakak nya sendiri di sana.


"Ge... Mau kemana kamu." kata kakak nya berusaha menahan. Tapi, ia membatal kan niat nya untuk menahan adik nya. Karna ia tahu, Gea butuh waktu untuk sendiri.


Ia berlari sambil menagis dan melewati Elang dan teman-teman nya yang berada di jalan menuju taman. Tujuan nya berlari adalah, ia ingin sendiri di taman belakang sekolah.


"Nagapain tuh cewek galak lari-lari sambil menagis lagi." kata salah satu teman Elang.


"Ntah,,, gak tahu gue. Bisa nangis juga tuh cewek galak. Kirain gak bisa nagis dia, kirain cuma bisa galak aja." kata teman nya yang lain.


"Lang, tadi pagi dia bikin baju lho kotor kan." kata satu yang lain.


"Iya.... Emang kenapa." kata Elang.


"Lho apain dia sih sampai segitu nya tuh cewek galak." kata teman nya.


Elang hanya diam, ia tahu apa yang bikin Gea nangis. Pasti karna apa yang Denis kata kan pada nya di wc tadi.


"Kalian duluan aja yah, aku mau ketaman sebentar." kata Elang pada teman nya.

__ADS_1


Teman-teman nya pun pergi duluan, dan Elang menyusul Gea ketaman. Elang tahu, di balik galak nya Gea juga ada sisi lemah nya sebagai perembuan.


Elang melihat sekeliling taman, ia mencari-cari gadis yang galak itu. Akhir nya ia menemu kan gadis itu. Gea duduk di bawah pohon mangga yang lumayan rimbun. Ia menyembunyi kan wajah nya di balik kedua tangan nya.


Elang melihat nya, ia seperti bukan Gea ynag ia kenal hari-hari nya. Gadis itu terlihat sangat menyedih kan sekarang.


Elang berjalan menghampiri nya dengan langkah pelan. Lalu ia berjongkok di depan gadis itu.


"Hey,,,,, orang galak tidak boleh bersedih seperti ini." kata Elang pada Gea.


Gea tetap tidak memperduli kan apa yang Elang kata kan.


Sebenar nya, ia ingin menghibur gadis itu. Agar tidak menagis lagi. Tapi, Gea tidak menujuk kan respon apa pun pada nya. Tak seperti biasa nya gadis itu akan membalas apa pun yang ia kata kan.


"Jangan terlalu bersedih, aku memang tak bisa membatal kan apa yang telah keluarga sepakati. Tapi setidak nya, kita masih bisa bersandiwara dalam keluarga." kata Elang.


Mendengar apa yang Elang kata kan, Gea mengangkat wajah nya. Terlihat pipi nya penuh dengan air mata yang tumpah. Dan mata nya sekarang berwarna agak kemerahan.


"Apa maksud mu." kata nya.

__ADS_1


"Hapus dulu air mata mu, seekor singa tidak akan bersedih karna buruan nya lepas kan." kata Elang lagi.


"Jangan banyak bicara yang tidak aku ingin kan. Kata kan saja apa yang kamu maksud kan." kata Gea.


"Baik lah, hapus air mata mu atau aku yang akan menghapus nya." kata Elang lagi.


Dengan cepat Gea menghapus air mata yang tumpah di pipi nya.


"Baik, apa kah mungkin bagi mu untuk membatal kan pernikahan yang keluarga buat." kata Elang bertanya.


Gea terlihat berfikir, bagi nya tidak akan mungkin. Apa lagi, ini menyangkut dua keluarga terkaya di negara ini. Mana mungkin bisa di batal kan dengan cara sepihak. Sedang kan dengan cara dua pihak aja rsa nya sulit.


"Aku tidak bisa membatal kan apa yang oma sepakati, di tambah kakak dan mama akan menerima akibat dari apa yang aku laku kan." kata Gea pada Elang.


"Kamu dan aku sama, aku juga tidak akan bisa membatal kan nya. Kita hanya punya satu cara sekarang." kata Elang.


"Apa cara mu, bisa kah aku tahu." kata Gea.


"Kita hanya bisa mengikuti, apa yang kekuarga ingin kan. Kita hanya bisa menikah sesuai yang mereka mahu." kata Elang.

__ADS_1


__ADS_2