Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 28


__ADS_3

Karna merasa tertantang, keempat preman itu pun maju melawan Gea. Tapi semuanya tumbang, gerakan kaki Gea yang lincah. Kecepatan tubuh yang terlatih dari Gea, membuat gerakannya selalu tepat sasaran. Ada yang mukanya kena tojokan, ada yang daerah terlarangnya kena tendangan kaki lincah Gea. Dan banyak yang lain lagi, semuanya tumbah melawan Gea.


"Ayo bangun kalian semua," kata Gea pada preman yang sedang kesakitan itu.


"Ampun cantik, kami tidak akan ganggu kamu lagi. Kamu memang gadis cantik yang sangat berbeda dari yang lainnya," kata ketua preman itu.


"Beda apanya," kata Gea sambil mendekat namun dengan tangan yang menggepal.


Melihat itu, ketua preman dan anak buahnya segera bangun dan berusaha melarikan diri dari Gea. Gea senyum melihat wajah takut dari preman kacangan yang baru saja berhadapan dengan Gea tadi.


"Dasar lelaki lemah," gumam Gea saat melihat preman itu meninggalkan Gea.


Ketika melihat adiknya telah mengusir para preman dengan mudah. Dewa baru turun dari mobilnya, dan langsung menghampiri Gea.


Ada rasa malu dihati Dewa pada adiknya, tidak seperti kebanyakan kakak-kakak diluar sana. Biasanya kakak yang melindungi adiknya, apa lagi kakak itu adalah seorang laki-laki dan adiknya seorang perempuan. Tapi semua itu berbeda dengan Dewa dan Gea, adiknya yang selalu melindungi kakaknya. Yang paling tidak enak itu adalah, adiknya cewek yang selalu melindungi kakaknya cowok. Inikan jauh dari kebalikan yang terjadi diluar sana.


"Ge, maafin kakak ya," kata Dewa pada adiknya.


Gea melihat kearah Dewa yang tiba-tiba saja minta maaf padanya. Ia merasa bingung dengan kata maaf yang kakaknya ucapkan.


"Maaf?"


"Maaf untuk apa sih kak?" kata Gea tidak mengerti.


"Maaf untuk kakak yang tidak pernah bisa melindungi kamu selama ini. Dari kamu kecil hingga kamu besar, bahkan hingga kamu sudah menikah. Kakak tidak pernah melindungi kamu. Bahkan kakak yang malah selalu minta perlindungan sama kamu. Kakak adalah kakak yang tidak berguna buat kamu dek," kata Dewa sambil menundukkan kepalanya.


"Ya ampun kak Dewa, Gea gak pernah merasa kalo kakak Gea ini tidak berguna. Gea juga tidak pernah merasa kalo Gea melindungi kakak. Gea itu bersyukur udah dilahirkan oleh mama yang ternyata punya anak seperti kakak. Semua orang punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing kakak," kata Gea sambil memegang kedua bahu kakaknya.


"Sekarang kak Dewa lihat Gea, Gea sayang sama kak Dewa. Gea bangga punya kakak yang selalu sabar dan selalu lemah lembut pada setiap orang. Kak Dewa adalah kakak terbaik buat Gea," kata Gea berusaha mengatakan apa yang ada dalam hatinya.


Dewa senyum saat melihat mata adiknya yang terlihat indah saat mengatakan hal itu. Dewa sangat tahu siapa adiknya, apa yang adiknya katakan selalu bisa ia tesap lewat mata yang bagaikan bersinar terang itu.


Dewa memeluk adiknya, pas saat itulah raja kampus melihat Dewa dan Gea berpelukan. Rasa cemburu dengan apa yang ia lihat membuat hatinya marah.

__ADS_1


Ia tahu siapa Dewa, namun tidak tahu banyak tentang kehidup Dewa diluar kampus. Makanya, ia tidak tahu siapa Gea dikehidupan Dewa.


Saat yang bersamaan, seorang gadis yang sedari tadu menyaksikan tingkah laku Gea. Mengambil ponselnya, ia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi yang ia tahu, itu adalah sebuah kesempatan buatnya. Untuk menjelekkan nama Gea di mata Elang. Gadis itu mengambil beberapa foto saat Gea dan Dewa berpelukan.


Setelah orang yang ia suruh untuk menghadang Gea kalah. Ia sudah merasa sangat kecewa, namun saat Dewa keluar dari mobilnya. Ia merasa sangat bahagia, apa lagi saat Gea dan Dewa berpelukan. Itu adalah hal yang paling ia sukai, tanpa ia tahu apa hubungan antara Gea dan Dewa. Ia malah merasa, kalau ia punya sebuah keberuntungan setelah ia gagal.


......


Gea pulang kerumah setelah hari yang melelahkan ini ia lalui dengan senang hati. Ia duduk di sofa ruang tamu.


"Sayang," kata suara orang yang tidak asing lagi baginya.


Siapa lagi kalau bukan suaminya, Pangeran Elang. Gea melihat Elang yang memeluknya dari belakang. Elang juga baru pulang kerja, ia langsung memeluk Gea saat melihat Gea duduk di sana.


"Gimana kuliahan kamu hari ini sayang, apa baik-baik saja?" kata Elang sambil mencium leher Gea.


Gea menikmati setiap ciuman yang Elang berikan. Ia sekarang mulai terbiasa dengan sentuhan-sentuhan kecil yang suaminya berikan.


"Apa itu?" kata Elang penasaran.


"Yah, apa lagi kalau bukan ... tidak ada kamu disana Lang. Aku malah di dekati lelaki yang tidak aku sukai di sana," kata Gea dengan manjanya.


"Hamz ... mau kasih tahu hal yang tidak enak, apa hal yang enak sih ini. Jangan buat aku cemburu dong Ge," kata Elang melepaskan tangannya yang memeluk Gea dari belakang.


Lalu berpindah duduk disamping Gea.


"Niatnya sih mau bikin kamu cemburu, kayaknya kamu biasa aja deh Lang," kata Gea.


"Biasa apanya, kamu gak tahu aja hati aku. Tapi aku tahu siapa istri ku," kata Elang mencubit gemes pipi Gea.


"Lang, sakit tahu."


"Biar aja, biar kamu tahu satu hal. Kamu gak akan pernah bisa lepas dari aku. Kamu hanya milik aku, selamanya."

__ADS_1


"Sok manis kamu Lang, hobinya dramaan melulu deh kayaknya."


"Aku gak drama cantik, hanya mengatakan apa yang ada di hatiku saat ini. Kamu malah bilang aku drama, dasar istriku."


Gea sekarang berada dalam pelukan Elang. Tersenyum bahagia, merasakan kehanggatan dalam pelukan Elang. Tidak ada yang bisa membuat Gea merasa tenang selain pelukan Elang suaminya.


"I love u," bisik Elang ditelingga Gea.


"Love u too," jawab Gea pelan.


"Sayang deh sama kamu," kata Elang sambil mengencangkan pelukannya.


"Sayang apa benci sih, kamu mau bikin aku gak bisa bernapas tahu gak."


Elang senyum, ia melonggarkan pelukannya.


"Lang, mandi dulu kamu gih."


"Gak ah, kamu aja mandi duluan. Kamu juga belum mandi kan?" kata Elang.


"Iya kamu duluan aja mandinya, nanti setelah kamu aku."


"Mandi bareng aja gimana?" kata Elang sambil senyum nakal.


"Ogah, kamu mah nakal nantinya."


"Gak salah bukan kalau akunya nakal sama istri sendiri."


"Iya kamu gak salah," kata Gea pelan.


"Ge, mau gak kalo kita bulan madu. Kita gak pernah bulan madukan sejak nikah," kata Elang tiba-tiba saja.


Gea kaget, ia tidak pernah berpikir kalau Elang memikirkan hal itu. Apa lagi hal itu tiba-tiba saja Elang ucapkan padanya.

__ADS_1


__ADS_2