
Malam itu, setelah makan malam. Gea memutus kan untuk langsung pulang saja. Karna ia malas berada di rumah mama mertua nya. Takut dengan kelakuan Elang yang makin menjadi-jadi saat berada di rumah mama.
Saat dalam mobil, ia bicara dengan Elang. Bicara tentang, niat nya untuk melajut kan kuliah. Karna teman-teman Gea semua nya kuliah.
"Lang, boleh aku bicara sesuatu gak sama kamu." kata Gea sambil memeluk Kitty di pangkuan nya.
"Boleh, mau bicara apa kamu. Bicara kan saja kenapa harus bertanya lagi sih." kata Elang yang masih tetap fokus pada jalan.
"Lang, apa boleh aku lanjut kuliah. Aku ingin sekali kuliah bersama teman-teman ku. Kamu tahu kan, kalau kak Dewa sudah melamar Rika. Namun, Rika kuliah dulu baru nikah." kata Gea.
Elang menghenti kan mobil nya, ia sebelum nya sudah bilang pada Gea, kalau Gea tidak perlu kuliah karna ia sudah menjabat sebagai ceo di perusahaan.
"Aduh, kamu bisa pelan-pelan gak sih Lang kalau mau berhenti nya." kata Gea kambuh lagi sakit galak nya.
__ADS_1
"Kamu gak salah ngomong Ge, aku kan udah bilang sama kamu kemarin gak perlu kuliah lagi. Kamu bisa langsung kerja kalau mau kan." kata Elang.
"Ya tapi aku mau merasa kan, bagai mana jadi mahasiswa Lang. Dan aku janji, aku akan jadi istri mu yang baik. Tapi setelah selesai kuliah baru kamu bisa meminta aku jadi ibu." kata Gea.
"Apa maksud mu, apa kamu masih mau mengulur waktu untuk jadi istri aku." kata Elang.
"Lang, aku masih muda untuk jadi mama. Kalau kamu mau aku jadi istri, aku siap sekarang. Tapi izin kan aku kuliah, aku akan jadi istri yang nurut sama kamu. Tapi untuk jadi mama, kita undur sampai aku selesai kuliah, bagai mana Lang." kata Rina.
Elang terlihat berfikir, ia memikir kan apa yang Gea tawar kan. Kalau di pikir-pikir, Gea memang terlalu muda untuk punya anak. Resiko untuk melahir kan memang sangat besar di usia nya yang saat ini.
"Baik, aku akan ikuti syarat kamu Lang. Aku gak akan nolak sama kamu." kata Gea.
Kalau di fikir-fikir kan itu memang kewajiban Gea. Gak harus jadi persyaratan juga kan, tapi mau gimana lagi. Elang tidak bisa menolak apa yang Gea mau.
__ADS_1
Mobil pun sampai di depan rumah mereka. Gea dan Elang turun, Gea menggendong Kitty dan membawa kucing itu masuk kedalam rumah.
"Ge, apa perjanjian itu sudah berlaku malam ini." kata Elang.
"Aku rasa belum malam ini Lang, karna kita baru membuat perjanjian beberapa jam yang lalu. Jadi belum berlaku deh kayak nya." kata Gea menghindar.
"Aku juga mau membatal kan perjanjian ku dengan mu kalau gitu. Aku sudah berubah fikiran sekarang." kata Elang.
"Eh, gak bisa gitu dong. Enak aja kamu sama aku, kamu kan udah bikin janji tadi. Mana boleh di batal kan gitu aja. Gak ada ya pembatalan janji ya Lang. Aku gak setuju sama pembatalan janji." kata Gea.
"Kalau gitu, janji itu sudah berlaku malam ini bukan." kata Elang.
"Iya, suka-suka kamu lah." kata Gea pasrah.
__ADS_1
"Tumben pasrah, gak punya alasan lagi ya. Ingin banget kayak nya kamu kuliah Ge." kata Elang.
Gea diam tanpa menjawab apa yang Elang kata kan. Ia juga bingung mau bilang apa, ia memang sangat ingin kuliah.