Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+44


__ADS_3

Belum juga sampai Gea kemobil Danu, tangan nya sudah di tahan oleh Elang.


"Apaan sih lho, main pegang-pegang aja. Ini tangan gue tahu gak. Bukan boneka milik lho." kata Gea berusaha melepas kan tangan nya dari Elang.


"Lho pulang bareng gue aja. Gue antar sampai rumah." kata Elang.


"Gak ah, nanti nyasar lagi. Gue gak mau menderita bareng lho lagai tahu gak." kata Gea.


"Ge, kamu dan kak Elang kenapa sih." kata Danu yang dari tadi tidak mengerti dengan apa yang di lihat nya itu.


"Gak ada papa kok Dan, kami ini sudah biasa seperti ini. Karna sudah sangat lama kenal nya." kata Gea sambil menginjak kaki Elang agar setuju dengan apa yang ia kata kan.


"Au.... Gila lho ya, sakit tahu." kata Elang kesakitan.


"Eh... Maaf aku gak sengaja lho." kata Gea.


"Ya udah deh kalo gitu Ge, kamu pulang nya sama siapa jadi nya nih." kata Danu.

__ADS_1


"Gea pulang sama aku, kamu pulang aja duluan. Aku akan antar Gea pulang nanti nya." kata Elang.


"Eh... Enak aja bikin keputusan sendiri. Aku kan gak bilang mau pulang bareng." kata Gea.


"Lho yakin gak mau pulang bareng gue ni Ge," kata Elang.


"Iya... Gue pulang bareng lho sekarang. Puas lho gue mau pulang sama lho." kata Gea pada Elang.


"Dan, maaf ya gak jadi lagi pulang bareng lho. Gue bikin lho nunggu tapi gak jadi lagi pulang nya." kata Gea dengan lembut.


Elang pergi dulu kemobil nya, ia merasa aneh dengan apa yang ia lihat. Gea sangat lembut dengan orang lain, sedang kan dengan dia sangat kasar dan tak pernah bersikap lembut sedikit pun.


Sejak dalam perjalanan mereka tadi, tak seperti biasa nya. Elang tak sepatah pun bicara pada Gea, ia hanya diam. Itu sangat aneh bagi Gea.


"Tumben lho gak bicara kadal, sariawan lho ya. Diam aja dari tadi." kata Gea.


"Kamu suka pada anak itu singa." kata Elang.

__ADS_1


"Itu bukan urusan mu, aku mau suka atau tidak." kata Gea.


Elang tidak menjawab apa pun yang Gea kata kan lagi. Ia hanya dia diam sambil memandang lurus kejalan yang mereka lewati.


Tak lama mereka pun berhenti di depan rumah Gea. Gea pun turun dan Elang langsung melaju kan mobil nya kembali.


"Sama siapa kamu tadi Ge," kata mama.


"Sama Elang ma, kakak Dewa mana ya." kata Gea sambil masuk rumah.


"Lho, kok gak di ajak masuk lagi Elang nya Ge." kata Mama.


"Dia mau cepat pulang ma, gak bisa mampir." jawab Gea sambil duduk di kursi.


"Mau cepat pulang atau kamu gak ajak nya mampir sih Ge." kata mama lagi.


"Gea keatas dulu ya ma, capek lah sekarang. Mau istirahat dan mandi dulu." kata Gea.

__ADS_1


Gea naik keatas, menaiki anak tangga menuju kamar nya. Hati nya merasa aneh dengan sikap Elang hari ini. Entah kenapa, ia merasa Elang berubah hari ini.


Sampai nya di kamar, Gea pun membaring kan badan nya di atas kasur empuk milik nya. Ia merasa capek sekali hari ini. Capek hati dan capek badan menjadi satu.


__ADS_2