Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 31


__ADS_3

Sejak ia kuliah di kampus ini, bukan hanya barang itu yang ia terima. Yang artinya, barang yang ibu kantin itu bawakan pada Gea, bukanlah barang pertama yang Gea terima. Melainkan sudah barang yang kesekian kalinya.


Gea sudah sering menerima barang, baik itu makanan atau sejenis barang perlengkapan untuk gea. Seperti, coklat, bajulah lipstik dan banyak lainnya lagi. Dan kalau untuk bunga, jangan tanya lagi. Sudah tidak bisa dibilang berapa banyak bunga yang ia terima.


Dan kali ini, ia mendapatkan kotak kecil berwarna merah. Kotak kecil yang sangat mirip dengan kotak cincin. Tapi tidak bisa dipastikan kalau itu beneran cincin atau bukan.


"Ge, kalau kamu ingin tahu apakah isi dari kotak itu. Maka kamu harus buka dan lihat apa isinya," kata Danu.


"Iya Ge, dan lihat juga apa yang tertulis disurat itu. Mungkin ada petunjuk siapa yang memberikan kamu barang kali ini," kata Rika.


Gea mengangguk, ia setuju dengan apa yang temannya katakan. Gea pun membuka kotak kecil merah dengan pita yang sama merahnya itu. Saat Gea membukanya, seperti dugaan mereka bertiga. Kotak itu benar-benar berisikan cincin berlian yang sangat cantik dan sangat mahal pula harganya.


"Cincin berlia," kata mereka bertiga serentak.


"Gila, ini harganya pasti sangat mahal sekali," kata Danu pada kedua temannya.


"Iya, ini mahal banget Ge. Apa ini beneran yang asli atau palsu yah," kata Rika.


"Eh, kamu gak lihat itu dikotak cincinnya. Masa gak bisa bedain yang palsu sama yang asli sih," kata Danu.


"Ye, mana aku tahu bedain berlian yang asli dengan yang palsu. Punya aja aku gak pernah," kata Rika.


"Minta dibelikan aja nanti sama kak Dewa kalau kamu mau," kata Gea sambil sibuk melihat cincin itu.


"Enak aja kamu, kamu pikir aku cewek apaan main minta aja," kata Rika.


"Alah, sama adik ipar aja kamu malu-malu sih," kata Danu.


"Aku serius ini, jangan bercanda dong. Kamu mau apakan itu cincin Ge?" kata Rika.


"Ya mau dibalikinlah sama yang ngasihnya, mana bisa aku terima barang kayak gini. Apa lagi sama orang gak kenal," kata Gea.


"Kalau kenal kamu ambil ya Ge," kata Danu iseng.


"Ya gaklah, untuk apa ambil barang dari orang. Yang dari Elang aja udah lebih dari cukup buat aku," kata Gea.

__ADS_1


Kedua sahabatnya saling pandang, lalu tersenyum satu sama lain. Mereka bangga pada teman mereka yang satu ini. Walau sebanyak apapun lelaki yang mengejarnya ditempat baru ini. Hati Gea untuk Elang tidak runtuh. Jangankan runtuh, goyah sedikit pun juga tidak sama sekali.


"Ge, lihat surat yang ibu kantin berikan bersama cincin itu. Mana tahu ada petunjuknya disurat itu," kata Danu.


"Iya Ge, aku udah penasaran banget sama suratnya," kata Rika.


"Kamu penasaran sama surat, apa sama orang yang ngirim?" kata Gea.


"Yaelah, sama aja kale. Udah, buka suratnya," kata Rika.


Gea pun membuka surat yang terikat dengan pita merah itu. Lalu membacanya bersama kedua temannya.


***Cantik, selamat datang dikampus ini. Dan selamat menjadi primadona kampus ini. Banyak sekali lelaki yang memperebutkan kamu. Diantara mereka, salah satunya adalah aku.


Ku berikan cincin berlian ini padamu. Sebagai bukti, aku ingin menikah denganmu suatu hari nanti. Aku sangat berharap kamu menerima aku, karna aku mencintaimu.


Jika ingin tahu siapa aku, datanglah keatap kampus. Aku menunggu kamu disana jam istirahat pelajaran kedua. Aku tunggu kamu disana, jika datang aku anggap jawabanmu iya. Dan jika tidak, aku anggap kamu tidak suka padaku***.


Itulah bunyi surat yang Gea dan kedua temannya baca. Mereka kaget dengan apa yang tertulis diatas kertas itu.


"Iya, jika kamu datang. Ia anggap kamu setuju sama lamarannya. Tapi jika tidak datang, kita gak akan tahu siapa yang mengirimkan cincin berlian ini," kata Danu.


"Bodo amatlah, kita bisa kembalikan pada ibu kantin. Dan minta bantuan ibu kantin kembalikan pada yang ngasih kekamu," kata Rika.


"Iya Rika, kamu beber banget. Gak sia-sia aku restuin kamu sama kakak ku. Ternyata kamu sangat pintar banget yah," kata Gea.


"Alah, gitu aja pintar. Dasar cewek," kata Danu.


Belum juga selesai mereka makan, bahkan belum mencicipi makanan yang mereka pesan. Karna masalah kotak cincin dari penggagum rahasia Gea. Kini, saat mereka ingin makan. Para siswa gaduh-gaduh diluar kantin.


Mereka harus membatalkan niat mereka untuk makan. Karna gaduh-gaduh itu membuat semua yang ada dikantin kekuar semuanya.


"Hadeeeeh, ada apa lagi sih ini. Masalah apa yang sekarang," kata Gea sambil meletakkan sendok kembali kepiring.


"Udah, nanti makan lagi. Kita lihat dulu, siapa yang bikin ribut saat ini. Mana tahu ini semua karna fens kamu lagi Ge," kata Rika.

__ADS_1


"Aku lagi?" kata Gea tak percaya.


"Mana tahu, kita lihat aja dulu baru kita tahu," kata Rika.


Mereka bertiga pun pergi dari kantin, menuju asal suara yang bikin gaduh.


"Ada apa sih in?" kata Danu pada salah satu cewek.


"Raja kampus mengajak anak lemah adu tinju diatas ring," kata cewek itu.


"Anak lemah, maksudnya apa sih?" kata Gea tak mengerti.


"Aku tidak tahu, lihat saja sendiri."


Cewek itu langsung pergi setelah mengatakan hal itu pada Gea. Dengan tatapan yang tidak suka ia melihat Gea, sebelum ia pergi.


"Apaan tuh, aneh banget," kata Gea.


"Udah, gak usah diambil hati nyonya Elang. Ayo kita lihat, siapa yang diajak raja kampus berkelahi," kata Rika.


Mereka pun menuju area tinju kampus. Disana sudah sangat ramai mahasiswa yang datang untuk melihat. Bahkan sudah mulai pertandingannya.


Saat ingin masuk, Gea dan kedua sahabatnya bertemu dengan teman kakak Gea. Ketiga teman Dewa yang biasanya selalu melukis bersama dengan Dewa diruang lukis.


"Tunggu," kata Gea pada teman Dewa.


"Dimana kak ku, kenapa tidak bersama dengan kalian."


Mereka saling pandang satu sama lain. Hingga yang perempuan waktu itu maju dan bicara lantang pada Gea.


"Kenapa kamu sok tidak tahu, semua yang terjadi disini itu gara-gara kamu. Kamu memang adiknya Dewa, tapi kamu selalu bikin sial kakak mu," kata teman cewek Dewa.


"Astrid, jangan bicara seperti itu pada adiknya Dewa. Kamu gak ingin hubungan kamu dan Dewa rusak bukan?" kata salah satu teman cowonnya.


"Apa maksud kalian ini, dan untuk kamu cewek. Jaga ucapan kamu yah, aku gak akan pernah bikin kakak ku menjadi sial," kata Gea mulain naik darah sekarang.

__ADS_1


__ADS_2