Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 25


__ADS_3

Elang terdiam, ia tidak langsung menjawab apa yang wanita itu katakan. Ia penasaran dari mana wanita itu tahu kalau ia sudah menjadi seorang ceo.


Baru juga Elang mau menjawab apa yang wanita itu tanyakan. Seseorang membatalkan niat Elang untuk bicara.


"Sella, siapa mereka? Kenapa gak kamu ajak masuk aja tamunya," kata seorang wanita paruh baya berjalan menghampiri mereka.


Ya, kalian penasarankan sama wanita yang Elang dan Denis temui di panti asuhan ini. Dia adalah Sella, wanita yang hampir saja merebut Elang dari Gea. Yang hampir saja merusak rumah tangga Elang dan Gea. Wanita yang dikenal menghalalkan segala cara hanya untuk membuat Elang menikah dengannya. Wanita yang masuk rumah sakit jiwa karna beban berat yang ia alami karna kedua orang tuanya masuk penjara lalu mamanya bunuh diri. Namun papanya juga menyusul mamanya dengan cara yang sama, yaitu bunuh diri.


Tapi, itu semua terjadi beberapa tahun yang lalu. Sekarang, wanita itu sudah jauh berubah. Ia sudah sembuh dari sakitnya, dan sekarang tinggal di panti asuhan Kasih Bunda. Membantu mengurus anak-anak panti asuhan itu.


Sella bukanlah Sella yang beberapa tahun yang lalu lagi. Sella yang sekarang berubah 180 derajat dari Sella yang dulu. Ia lebih terkenal agak pendiam dan berpakaian tertutup. Ia sekarang menggunakan hijau sebagai penutup kepalanya.


Pokoknya, ia bukan Sella yang sekelas dengan Denis lagi. Ia Sella yang baru, jauh dari kata anak manja dan gadis yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia sekarang malahan mengorbankan hidupnya untuk membuat orang lain bahagia.


...


Kenapa Elang dan Denis bisa bertemu dengan Sella disini. Jawabannya karna Elang mengerahkan orang-orangnya untuk mencari tahu dimana orang yang bernama Sella itu tinggal. Dan Elang juga minta Denis ikut mencari tahu dimana Sella berada.


Sangat gampang untuk tahu dimana Sella berada. Karna Sella tidak menutup identitasnya, ia masih menggunakan identitas yang sama dengan dirinya dahulu.


Makanya, orang-orang suruhan Elang dengan mudah menemukan keberadaan Sella. Tak sampai satu malam, mereka tahu dimana Sella tinggal. Dan apa saja yang Sella lakukan selama keluar dari rumah sakit jiwa.


....


Kembali saat mereka duduk di taman panti asuhan. Mereka melihat kearah wanita paruh baya yang sedang menghampiri mereka.


Sella bangun dari duduknya, ia senyum kearah wanita paruh baya itu.


"Aku sudah mengajak mereka masuk kedalam ibu Jihan. Tapi mereka tidak mau, mereka bilang mau duduk di taman saja," kata Sella.

__ADS_1


"Oh ya, Elang, Denis, kenalkan. Ini ibu pemilik panti asuhan ini, namanya ibu Jihan."


"Ibu Jihan, ini teman sekolah aku dulu. Denis dan Elang," kata Sella pada ibu Jihan.


Denis dan Elang pun bangun dari duduk mereka. Mengulurkan tangan kepada ibu Jihan lalu bersalaman satu persatu. Ibu Jihan senyum melihat kedua lelaki yang sama-sama tampan.


"Aku sepertinya pernah melihat kamu nak, tapi ntah dimana, aku sudah lupa. Tapi wajah mu sangat tidak asing lagi bagi aku," kata ibu Jihan itu berusaha menginggat-ingat dimana ia pernah melihat Elang.


"Di televisi ibu Jihan, dia juga selalu muncul di majalah bisnis. Dia ini ceo dari perusahan ELGA yang terkenal itu," kata Sella pada ibu Jihan.


Ibu Jihan bahagia karna ia sudah ingat siapa Elang. Sedangkan Elang hanya senyum saja, namun hatinya juga agak tenang. Karna pertanyaannya tentang dari mana Sella tahu ia seorang ceo telah terjawab barusan.


"Iya, aku baru ingat kalau kamu adalah ceo muda berbakat itu. Kamu terlalu tampan dan sangat terkenal di dunia bisnis," kata ibu Jihan.


"Tidak terlalu terkenal ibu Jihan, hanya saja saya masih baru makanya banyak mata yang melihat perusahan saya," kata Elang.


Setelah dirasa cukup melihat bagaimana Sella dan perubahannya. Denis dan Elang pun pamit pada Sella dan ibu Jihan. Mereka meninggalkan ibu Jihan dan Sella yang mengantarkan mereka sampai tempat parkir.


Ibu Jihan senyum melihat Sella, ia pun mulai menggoda Sella.


"Cieeee ... kamu terlihat sangat bahagia Sell, yang mana satu nih yang bikin kamu bahagia."


"Gak ada yang aku bahagiakan bu Jihan, aku hanya bahagia ternyata mereka masih ingat aku."


"Ibu gak yakin kamu bahagia hanya karna mereka masih ingat kamu. Pasti ada yang lain yang bikin kamu bahagia kan?" kata ibu Jihan.


"Apa yang ceo itu?" kata ibu Jihan lagi.


"Ih, ngaklah bu. Ia sudah punya istri yang sangat cantik, dan aku bersumpah tidak akan pernah jadi orang kedua lagi. Aku tidak akan jadi perusak rumah tangga orang lagi selama hidupku," tanpa sengaja Sella mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Lagi?" kata bu Jihan tak mengerti.


"Eh, gak ada apa-apa. Ayo bu Jihan kita masuk, udah waktunya makan siang bukan?" kata Sella mengubah pokok pembicaraan.


Ibu Jihan yang tidak terlalu ingin ikut campur masalalu Sella pun tidak membahas lagi apa yang Sella katakan. Ia pun mengikuti Sella masuk kedalam panti dan melupakan semua yang Sella katakan.


Disisi lain, Elang melajukan mobilnya menuju rumah. Sama halnya dengan Denis, ia juga menuju rumahnya. Tapi Denis masih terbayang Sella dan perubahannya. Sella sangat berubah jauh, Denis memuji perubahan itu dari sejak ia pertama bertemu hingga ia pulang.


Hal itu berbeda dengan yang Elang pikirkan. Ia masih tak percaya pada apa yang ia lihat. Rasa curiga pun masih ia simpan buat Sella. Dia pun menugaskan seseorang untuk terus menyelidiki pergerakan Sella di panti itu, untuk berjaga-jaga dari hal yang mungkin saja terjadi.


Elang sampai dirumah, wajahnya kembali cerah dan terlihat tidak ada beban lagi. Gea yang duduk di kursi taman itu pun penasaran sama perubahan wajah Elang yang sangat cepat itu.


Bagaimana tidak, tadi pagi itu wajah lumayan kusut. Seperti orang yang tidak mandi beberapa hari. Tapi saat pulang dari jalan, wajahnya terlihat cerah dan bahagia. Hal ini menimbulkan rasa curiga di hati Gea. Hati cemburunya tiba-tiba bangun karna pikiran yang tidak baik itu.


"Sayang ...." kata Elang lalu memeluk Gea dari belakang.


"Kamu dari mana sih Lang, habis jalan sama siapa?" kata Gea langsung bertanya.


"Aku habis jalan sama cewek canti lho Ge, rambutnya hitam dan matanya bulat."


Sontak, tangan Gea langsung mencubit perut Elang yang bicara seperti itu.


"Aw ... sakit, ampun-ampun. Istriku sekarang kok main kasar aja deh kelihatannya. Aku kan cuma bercanda tadi, masa langsung dapat sebuah cubitan sih," kata Elang.


"Kamu bikin aku kesal, makanya aku hadiahkan cubitan buat kamu. Dan satu lagi, peringatan buat orang nakal."


"Istriku yang baik hati, aku hanya bercanda masa iya diambil hati."


"Peduli amat," kata Gea sambil berdiri dari duduknya. Berjalan meninggalkan taman, Elang dengan senyum manis mengikuti Gea dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2