Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+56


__ADS_3

Semalam, Elang tidak masuk sekolah. Bahkan ia hanya menjemput Gea saja di depan taman biasa nya.


Hari ini, dia mengantar Gea dan buru-buru pergi meninggal kan Gea sendiri di taman.


Sikap Elang makin lama makin aneh saja, Elang makin hari makin berubah, seperti ada yang ia tutupi dari Gea dan keluarga yang lain.


Ada apa sebenar nya sama Elang, apa ada masalah yang membuat nya menutupi semua nya dari Gea dan keluarga nya.


Waktu di sekolah tadi, ia tidak bertemu dengan Elang sama sekali. Setelah Elang meninggal kan nya di kursi taman sampai sekarang Elang tidak ia lihat.


Apa kah Elang juga tidak masuk hari, seperti yang Elang laku kan dua hari yang lalu. Kata nya dalam hati saat duduk di kursi nya.


Tanpa ia sadari, dua sahabat nya sibuk memperhati kan dia dari tadi.


"Nu, lho lihat Gea agak aneh gak sih dari kemaren sampai hari ini. Dia kayak bukan singa lagi ya." kata Rika pada Danu.


"Husss... Mana boleh ngomong sahabat sendiri singa. Kan dia singa yang cantik." kata Danu sambil tersenyum.


"Eh.. Gadung... Lho bilang sama gue gak boleh bilang sahabat sendiri singa, la itu barusan lho bilang apa?." kata Rika.


"Itu kan gak bilang singa aja, Rika. Gue bilang singa ada cantik nya kan di belakang nya." kata Danu.


"Dasar lho Danu gak bener. Sama aja lho sama Gea." kata Rika.


"Ge... Lho sakit ya. Kok diam aja dari tadi. Bahkan kita berdua ngobrol dari tadi lho gak tanggapin sama sekali." kata Rika sambil mencubit pipi Gea.

__ADS_1


"Au... Sakit tahu. Lho gak bener banget ya jadi teman. Main cubit pipi gue aja." kata Gea.


"Gue bilang juga apa Nu, singa tadi lagi tidur." kata Rika pada Danu.


"Apa singa??? Lho yang singa. Gue makan juga nanti lho berdua ini." kata Gea.


"Aku bilang juga apa Rik, jangan di bangunin singa jika lagi tidur. Kan lho terima sendiri amukan nya." kata Danu.


"Kalian ini sama aja ya. Kayak bukan sahabat gue lho berdua tahu gak." kata Gea.


"Ya maaf, habis nya lho dari tadi gak ada respon nya. Sakit lho ya," kata Rika.


"Gak lah, gue baik-baik aja. Hanya ada yang gue pikir kan aja sih sebenar nya." kata Gea.


"Apa yang lho pikir kan, cerita dong ama gue Ge. Mana tahu gue bisa bantu mrmbebas kan masalah lho gitu." kata Rika dengan nada khas nya.


"Gila lho..mikir yang ngak-ngak tentang gue lho ternyata ya." kata Rika.


"Yah Ge, kalau Rika jadi kakak ipar lho terpaksa deh gue sama lho kan jadi nya." kata Danu bercanda.


"Itu deman nya lho gadung." kata Rika sambil melepar pena nya pada Danu.


"Rik, kekelas kakak ku yuk. Mau ikut gak nih." kata Gea.


"Wah boleh, ayo berangkat." kata Rika.

__ADS_1


Seperti dugaan, Rika paling suka di ajak kekelas kakak Gea. Dia lebih suka kesana di banding kan kekantin.


"Gue ikut dong, gak enak sendiri di sini lho." kata Danu.


"Gak ah, nanti lho suka bikin lebai di sana. Kan bikin malu kita aja nanti nya." kata Gea.


"Bilang aja lho mau lihat kak Elang Ge, paham banget gue udah sama lho berdua." kata Danu.


"Itu lho tahu, udah ya Danu manis. Da.... " kata Gea sambil melambai kan tangan nya.


Mereka berdua menuju kelas nya Dewa, kelas Dewa ya kelas Elang lah. Karna kan Elang dan Dewa satu kelas.


Sesampai nya di sana, mereka hanya menemu kan Dewa dan teman-teman yang lain nya saja. Tidak ada Elang di sana.


"Kemana kak Elang kak Dewa." kata Rika yang bertanya.


"Gak tahu Rik, dia dari tadi keluar nya gak ada masuk tuh." kata Dewa.


"Ooo... Gitu ya kak Dewa." kata Rika lagi.


"Eh.. Lho cari Elang apa cari kakak gue sih. Gak konsisten banget lho ya." kata Gea.


"Hey... Hello.. Gue cuma nanya ya. Serah gue dong mau nanya siapa kan kak Dewa." kata Rika pada Dewa.


"Awas lho kak, jika belain nih cewek ya. Gak akan dapat restu dari aku kalian berdua." kata Gea ngancam.

__ADS_1


"Ya ampun, main kasar lho kayak nya." kata Rika.


Gea tertawa puas ketika bisa menjadi kan restu sebagai ancaman buat Rika dan kakak nya.


__ADS_2