
Elang pun turun dari pangung, tanpa tahu apa yang sedang menunggu nya di bawah sana. Tanpa curiga sedikit pun pada orang-orang di sekitar nya.
Saat ia sedang sedang berjalan menuju meja nya. Kirana yang membawa segelas air di tangan nya, pura-pura terjatuh karna tersandung. Posisi nya itu sangat tepat berada di samping Elang.
"Aaaaaaa....." kata Kirana.
Bukkkkk.... Tubuh itu jatuh kelantai. Sedang kan minuman nya berpindah ketangan orang lain, yang tak lain adalah Gea. (Penasaran kan, kenapa Gea yang bisa ada di sana. Kita kembali lagi pada beberapa menit sebelum nya).
....
Gea gadis yang sangat pintar, ia lebih pintar dari waktu sekolah dulu. Ia bisa membaca situasi di sekitar nya. Apa lagi kalo soal Elang, dan orang-orang yang ada di sekitar Elang.
Saat Elang turun dari pangung, ia sudah melihat gelagat gadis yang dari tadi menatap suami nya dengan penuh perasaan takjub.
Gadis yang mungkin tak jauh dari umur nya itu, terus saja melihat suami nya yang sedang memberikan sambutan di atas pangung itu.
Sejak awal Gea melihat gadis yang baru pertama kali ia lihat itu. Ia merasa curiga, hati cemburu nya mulai bangkit dan firasat buruk nya pun timbul.
Sejak Elang ketahuan dekat dengan Sella dulu. Ia berubah jadi waspada pada siapa pun yang melihat suami nya dengan tatapan aneh. Ia tahu, suami nya memang orang yang tampan dan banyak gadis yang berusaha mendekati nya. Maka dari itu, ia juga berusaha menjaga suami nya.
Ia terus saja memperhati kan tingkah laku dan gerak-gerik gadis itu. Apa yang gadis itu laku kan. Dan kemana gadis itu pergi, tidak luput dari perhatian Gea.
__ADS_1
Saat Elang selesai memberi kan kata sambutan. Gadis itu pun berjalan mendekati pangung. Sambil membawa segelas air, gadis itu terus berjalan dan mendekati pangung.
Gea merasa ada yang gadis itu rencana kan
Karna dari tadi, gadis itu terus senyum-senyum sendiri sambil melihat Elang. Gea mengikuti gadis itu, walau berjarak agak jauh.
Benar saja, saat Elang berjalan menuju meja nya. Gadis itu tiba-tiba saja menjatuh kan diri tepat berada di samping Elang. Gelas yang ia bawa itu pun terlambung tinggi.
Karna kecepatan yang Gea miliki, ia dengan sigap menarik tubuh suami nya dan menangkap gelas kaca yang jatuh dari tagan gadis itu. Untuk nya, air dalam gelas itu tidak banyak, dan tidak pula mengenai Elang. Karna Gea cepat menarik tubuh Elang.
Hasil nya, air itu pun tumpah di atas kepala gadis yang jatuh. Jatuh nya juga di atas lantai, tanpa ada yang menyambut gadis itu. Sebenar nya, sangat mudah bagi Gea untuk menyambut gadis itu. Kalo gadis itu benar-benar terjatuh. Namun karna Gea tahu, gadis itu berusaha mencari perhatian pada suami nya. Ia biar kan tubuh gadis itu jatuh di lantai sebagai pelajaran buat gadis yang berusaha mendekati suami nya.
Tapi apa lah daya, ia ingin memperlihat kan pada semua karyawan suami nya. Kalau ia benar-benar menjaga suami nya dari orang yang berniat mendekati suami nya dengan maksud tertentu.
(Kita kembali lagi.)
Kirana jatuh terjerebab di lantai dengan kepala dan baju nya juga terkena air yang tumpah dari gelas yang Gea ambil.
Sesaat Elang melihat karyawan nya yang jatuh. Bukan untuk membantu, melain kan hanya melihat saja. Yang hadir di sana juga kaget dengan apa yang baru saja terjadi.
Lalu Elang membalik kan tubuh Gea, ia mumbulak balik kan tubuh istri nya dengan sangat cemas.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja sayang." kata Elang sambil melihat setiap inci tubuh istri nya.
"Apa gak ada yang terluka, kamu baik-baik saja kan. Gak kena tumpahan air, atau ada yang sakit." kata Elang lagi.
Gea senyum, ia bersyukur dalam hati. Bukan gadis yang jatuh itu yang Elang perhati kan. Melain kan tubuh Gea yang berdiri tegak tanpa cacat itu yang di perhati kan Elang dengan wajah cemas.
"Kamu kok malah senyum sih, aku cemas ini Ge." kata Elang.
"Yah, aku gak ada yang sakit, juga gak ada yang harus kamu cemas kan. Aku baik-baik saja tahu gak." kata Gea.
Karyawan yang hadir di sana sangat terharu sekaligus bahagia dan campur aduk rasa. Karna melihat kejadian itu, mereka tahu bahwa Elang terlalu sayang pada istri cantik nya. Dan istri cantik itu terlihat sangat perhatian pada suami nya.
"Mbak, apa kamu baik-baik saja. Apa perlu aku bantu." kata Gea pada Kirana.
"Sayang, kamu kan mau makan tadi. Ayo makan sekarang, kamu kan lapar." kata Elang pada Gea.
"Herika, kamu bantu Kirana. Tanya kan ia butuh apa, dan bilang lain kali hati-hati." kata Elang pada asisten nya.
"Baik bos ceo." kata Herika.
Kirana sangat sakit hati, marah dan benci jadi satu dalam hati nya. Ia tak menyangka, ada gadis yang berani mengaggu rencana nya. Dan ceo nya juga tidak perduli pada kondisi nya. Harus nya, ceo nya itu memperhati kan dia. Karna dia sudah jatuh, sudah tidak di tolong malah di tinggal kan saja.
__ADS_1