Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+65


__ADS_3

Gea sampai di sana bersama kakak nya. Suasana nya masih sama dari dulu sampai sekarang. Gea tidak ingin mengubah apa pun dari lahan kosong itu. Lahan kosong itu hanya di beri pagar dari seng yang di bikin tinggi agar tidak ada yang masuk tanpa izin.


Gea juga menempat kan satu penjaga di lahan kosong itu. Maka nya tempat itu tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Karna penjaga itu akan memotong rumput jika sudah sangat panjang.


"Ge, kita sudah sampai. Apa mas Retno ada di sini ya." kata Dewa.


"Gak tahu kak, kok gak kelihatan ya. Biasa nya kan dia akan menyambut kita." kata Gea.


Tak lama muncul orang yang mereka bicara kan. Orang itu masih lumayan muda. Orang itu tergesa-gesa menghampiri kakak beradik itu.


"Non Gea sama mas Dewa kok gak kasih kabar dulu jika mau kesini non. Kan saya jadi nya gak tahu jika non, dan mas ada di sini, jadi nya saya kayak gak perduli kalian datng." kata Retno.


"Gak papa mas, gak usah di sambut juga gak masalah. Orang kami hanya mampir setelah pulang sekolah kok." kata Gea.


"Maaf ya non, belum mas potong rumput nya. Jadi nya agak tinggi deh." kata Retno saat mereka masuk kedalam lahan kosong itu.

__ADS_1


"Gak papa mas, ini juga masih indah kan. Gak perlu di potong setiap panjang. Karna rumput ini yang bikin lahan ini makin indah." kata Gea.


Mereka menikmati matahari terbenam di lahan kosong itu. Gea naik keatas pohon kayu ara yang rindang. Itu ada lah tempat terindah yang pernah ia lihat. Karna di atas kayu ara terasa sangat damai. Sedang kan kakak nya hanya berayun di ayunan.


Sesekali Gea melepar kan ranting kayu ara yang mati kearah kakak nya. Itu membuat kakka nya kaget karna ada yang tahu di atas kepala nya.


Mereka berdua melepas kan semua yang menjadi beban di hati mereka masing-masing. Sedang kan Elang, dia sudah dari tadi sampai di rumah mertua nya. Tapi, Gea dan Dewa belum juga pulang.


"Mungkin sebentar lagi Lang, kamu kok gak barengan sama Gea sih tadi." kata mama.


"Gak ma, Gea sama kak Dewa. Sedang kan aku pulang agak telat tadi ma." kata nya. Ia belum bisa mencerita kan apa yang sebenar nya terjadi.


"Gak papa ma, Lang pulang dulu aja mungkin ya. Nanti datang lagi kesini." kata Elang.


"Oh ya udah kalo gitu. Nanti kamu nginap di sini aja lah. Kan Gea mau nginap di sini malam ini Lang." kata mama.

__ADS_1


"Iya ma, nanti Lang pikir kan lagi ya." kata Elang.


Kemudian Lang pamit pada mama, dan meninggal kan rumah Gea.


Tak lama mobil Elang pergi, sampai pula mobil Dewa di halaman rumah itu. Gea dan kakak nya turun dari mobil dan masul kerumah.


"Ge, kok kalian baru pulang sih nak. Kan udah lama pulang nya kan." kata mama.


"Maaf ma, kami kelahan kayu ara tadi. Maka nya lama baru sampai kerumah." kata Gea.


"Tadi Lang kesini Ge, kalian kok gak barengan pulang nya. Dan ada apa sih sama kamu dan Lang, mama lihat ia ingin sekali bertemu kamu. Bukan nya kalian satu rumah kok aneh." kata mama.


"Gak papa ma, hanya ada masalah kecil saja ma. Aku bisa mengatasi nya nanti." kata Gea.


Mama diam mendengar apa yang Gea kata kan. Ia tidak ingin ikut campur urusan anak nya, karna jika anak nya tidak belajar dati sekarang untuk menghadapi masalah nya sendiri, kapan lagi anak nya akan dewasa dengan hidup nya.

__ADS_1


Mama bukan nya tidak perduli, hanya saja tidak ingin manja kan anak nya dengan terlalu ikut campur urusan anak nya. Apa lagi itu menyangkut urusan rumah tangga anak nya.


Mama ingin anak nya belajar menyelesai kan masalah pribadi nya sendiri.


__ADS_2