Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 19


__ADS_3

Pagi itu, Gea bangun tanpa Elang di sampingnya. Ia tidak tahu kalau tadi malam Elang pulang. Gea mengira kalau Elang tidak pulang sama sekali tadi malam.


Gea pun bangun, lalu menuju kamar mandi. Hari ini, Gea akan mendaftar kan kuliah nya dikampus yang sama dengan teman-teman dan kakak nya.


Saat Gea turun kebawah, ia juga masih belum melihat Elang ada di rumah. Janji Elang untuk menemaninya mendaftar hari ini, mungkin tidak Elang ingatkan lagi.


Gea memutuskan untuk langsung pergi saja. Ia tidak berniat untuk menunggu Elang pulang. Karna ia tidak tahu, Elang akan pulang atau tidak pagi ini. Jika ia menunggu tanpa kepastian, ini sama saja ia menunggu buah muda untuk jatuh kebawah.


Gea melangkah kan kaki nya menuju pintu rumah. Disana ia bertemu bibik yang sibuk dengan pekerjaan yang biasa bibik lakukan.


"Bik, saya berangkat dulu ya." kata Gea pamit.


"Non Gea berangkat kekampus ya?" tanya bibik sambil menghentikan pekerjaannya.


"Iya bik, saya mau kekampus untuk mendaftar." kata Gea.


"Sama siapa non, kok gak nunggu den Pangeran pulang dulu." kata bibik.


"Sama kak Dewa aja bik, kalau Elang pulang nanti bilang aja kalau aku udah pergi sama kak Dewa. Bilang juga, gak usah nyusul aku lagi, karna aku udah sama kak Dewa." kata Gea.


"Baik non." kata bibik dengan nada rendah.


Bibik tahu, dari nada bicara yang Gea ucapkan. Tergambar helas kalau Gea sedang kecewa sama sikap Elang. Ia bahkan minta Elang jangan nyusul kekampus.


Benar saja, tak lama setelah Gea bicara. Mobil Dewa pun masuk kehalaman rumah Gea. Dewa menghentikan mobil nya di tempat biasa ia memarkir kan mobil.


"Udah siap kamu Ge." sapa Dewa saat melihat Gea langsung menghampiri mobil nya.


"Udah kak, berangkat sekarang aja yok." kata Gea sambil masuk kedalam mobil kakaknya.

__ADS_1


"Tumben banget kamu cepat, bangun jam berapa sih kamu Ge." kata Dewa sambil menjalankan mobil.


"Enak aja bilang tumben sama aku, aku juga biasa nya bangun cepat kok dari dulu sampai sekarang." kata Gea.


"Iya ya, perasaan mah kamu bangun lama mulu dulu saat sekolah. Aku harus nunggu kamu siap-siap baru bisa berangkat." kata Dewa.


"Yeeeee, enak aja kak Dewa. Mana ada kakak nunggu aku, yang ada itu aku nungguin kakak tahu gak." kata Gea.


Mereka terus saja bicara, sambil sesekali tertawa karna ulah Gea yang bikin hati kakak nya terasa geli. Apa lagi mereka sudah lumayan jarang bersama sejak Gea punya rumah sendiri.


...


Beberapa menit saja berlalu setelah mobil Dewa meninggal kan rumah Gea. Mobil Elang pun sampai di halaman rumah. Ia buru-buru pulang karna ia ingat hari ini adalah hari Gea harus mendaftar kekampus. Ia ingat kalau ia berjanji sama Gea untuk menemani Gea mendaftar kekampus yang akan menjadi tempat baru Gea menuntut ilmu.


Elang turun dengan tergesa-gesa, karna keputusan nya untuk tidur di rumah sakit membuat ia terlambat sampai kerumah karna jalan yang ia lewati terjebak macet.


"Baru pulang den Pangeran." kata bibik saat membuka pintu.


"Non Gea udah berangkat beberapa menit yang lalu den. Non Gea berpesan, jika den Pangeran gak perlu menemaninya lagi hari ini. Karna ia sudah di temani sama mas Dewa, dan juga, den Pangeran gak perlu nyusul non Gea kekampus. Gitu kata pesan non Gea sama bibik tadi sebelum berangkat." kata bibik panjang lebar menjelas kan.


Elang hanya diam saja mendengar kan apa yang Gea katakan. Dalam hati nya merasa kecewa dan juga ada rasa bersalah. Gea mungkin marah sama dirinya, karna tidak menepati janji. Sampai Gea berpesan untuk tidak menyusul kekampus.


"Yaudah kalo itu yang Gea katakan sama bibik. Saya keatas dulu." kata Elang sambil berjalan meninggal kan bibik.


.....


Disana, Gea dan Dewa baru saja sampai di kampus baru yang akan menjadi kampus Gea nanti nya. Itu kalau Gea di terima dikampus ini.


"Gea, kamu bisa pergi sendirikan keruang pendaftaran." kata Dewa.

__ADS_1


"Lho, kak Dewa gak antarkan aku sekalian masuk kedalam." kata Gea.


"Kalau kamu gak bisa ya terpaksa kakak ikut kamu. Tapi kalau kamu bisa pergi sendiri kan kakak gak perlu ikut." kata Dewa.


Dewa tahu bagaimana adik nya, Gea gak butuh teman untuk mendaftar. Makanya ia putuskan untuk tidak menemani Gea masuk kedalam ruang daftar.


"Ya aku tahu bisa aja kak, tapi kak Dewa nya mau kemana coba kalo gak ikut sama aku." kata Gea.


"Yah kamu lupa ya ini kampus kakak, hari-hari kak belajar di sini. Dan hari-hari juga kakak mengelilingi kampus ini. Berjalan sesuka hati kakak mau kemana aja." kata Dewa.


"Iya aku tahu kalo ini kampus kakak. Tapi kakak mau kemana sih, itu yang aku tanya kan." kata Gea.


"Kak mau keruang seni, kamu bisa pergi kesana nanti kalo sudah selesai. Kakak tahu kamu gak butuh teman untuk mendaftar kan diri mu di kampus ini." kata Dewa sambil senyum.


"Ya udah, pergi sana. Kakak tahu aja siapa aku." kata Gea.


"Hey, siapa yang gak kenal sama adiknya sendiri. Kamu itu sejak kecil hidup serumah sama aku. Bagaimana aku tidak tahu siapa kamu." kata Dewa.


"Oh ya, satu hal lagi yang harus kamu ingat. Jangan bikin kacau di tempat yang baru ini. Kak gak mau kamu galak-galak di sini." kata Dewa berpesan sebelum langkah kaki nya ia lanjut kan.


Gea tidak menjawab, hanya tangan nya saja yang ia acungkan pada kakaknya. Sambil di barengi senyum manis yang ia tunjukkan pada kakaknya.


Gea melihat kakaknya yang berjalan semakin menjauh saja. Sedangkan ia masih saja berdiri disana.


Saat ia berjalan sambil memutar badannya, tanpa sengaja seseorang malah menabrakkan tubuh nya.


Pukkkkk....


Kertas yang orang itu lihat dari tadi berserakan. Sedangkan Gea di sambut oleh orang yang menabrak nya dengan cepat.

__ADS_1


Sebenarnya, kalau pun tidak di sambut oleh orang itu. Gea juga tidak akan jatuh kebawah, karna ia punya kelincahan yang akan ia gunakan saat ia dalam keadaan terdesak.


Orang itu pun menatap wajah Gea lekat, ia terlihat kagum dan memuji kecantikan wajah gadis yang ada dalam pelukan nya. Walau pun tidak mirip pelukan sih sebenarnya. Karna ia hanya menyambut tubuh gadis yang ia tabrak kan. Gadis itu hampir jatuh karna ia yang fokur pada kertas tanpa melihat jalan.


__ADS_2