Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 36


__ADS_3

Bunda tersenyum mendengarkan tutur Gea yang selalu membuat hati bunda merasa senang. Ia bangga akan anak yang satu ini, tidak ingin dipanggil dengan sebutan nona, padahal ia adalah anak orang terkaya nomor dua dikota ini. Menikah pula dengan anak orang terkaya nomor satu.


"Kamu ini Ge, kalo ngomong itu panjang lebar aja yah. Udah jadi hobi buat kamu kayaknya, bicara harus ngegas gitu," kata Danu.


"Suka-suka aku dong, yang ngomong juga aku kan."


"Iya, yang ngomong kamu, tapi yang denger aku sama bunda."


"Udah, gak usah bertengkar. Ayo masuk kedalam, kalian bisa langsung masuk kekamarnya Rika kalau mau. Nanti bunda antarkan minumnya kekamar Rika aja," ucap bunda sambil tersenyum ramah.


"Baik bunda," ucap kedua anak itu serentak.


"Tapi gak usah repot-repot bunda, gak perlu bikin minum buat kita, kita gak akan lama kok," kata Gea.


"Iya bunda, gak usah bikin minum. Kita hanya ingin melihat Rika aja kok bun, habis itu langsung kembali kekampus," ucap Danu pula.


"Baiklah anak-anak, silahkan kalian kekamar Rika."


Gea dan Danu pun tersenyum pada bunda. Kemudian melanjutkan langkah mereka menuju kamar Rika yang letaknya agak kebelakang sedikit.


Danu mengetuk pintu kamar temannya itu. Terdengar suara berat yang berasal dari dalam kamar.


"Masuk aja bunda, pintunya gak aku kunci kok," kata suara Rika.


Mereka berdua tidak bersuara, mereka berdua membiarkan Rika salah menebak, lalu menerobos masuk kedalam kamar itu.


Saat pintu kamar dibuka, tampaklah seorang gadis yang sedang duduk didepan jendela sambil melihat luar jendela. Gea mendekati Rika, lalu menyentuh bahu temannya dengan lembut. Rika pun menoleh kearah pemilik tangan yang menyentuh pundaknya itu.

__ADS_1


Betapa kagetnya Rika saat melihat kalau pemilik tangan itu bukanlah bundanya, melainkan tangan teman yang sangat tidak ingin ia temui hari ini.


"Kamu kenapa Rika?" ucap Gea prihatin.


Rika yang kaget itu pun secepatnya menghapus air mata yang masih tersisa disisi matanya. Mata sembab itu seakan menggambarkan kalau Rika habis menangis semalaman.


"Aku gak papa Ge, kenapa kalian malah datang kerumahku, bukannya kalian harus kuliah. Kalian datang juga gak memberi kabar kepadaku duluan," kata Rika.


"Kami cemas padamu, jika kami memberi tahukan padamu duluan, maka kamu tidak akan membiarkan kami datang."


"Iya, apa yang Gea katakan itu benar. Kami tidak akan tahu bagaimana kabar kamu jika tidak datang hari ini. Katakanlah, apa yang telah terjadi padamu saat ini," ucap Danu.


"Aku gak papa Danu, Gea, kalian gak perlu cemas. Aku hanya mengalami sedikit flu saja sekarang."


"Benarkah kamu flu saat ini Rika? Tapi matamu tidak menggambarkan kalau kamu sedang flu sekarang. Malah aku rasa, kamu baru habis nangis dalam waktu yang lama," kata Gea sambil duduk disamping Rika.


"Kamu tidak bisa membohongi aku Rika, kita sama-sama wanita. Aku tahu betul kalau kamu tidak sedang flu saat ini," kata Gea.


"Ceritakan pada kami, apakah kamu dan kak Dewa punya masalah sekarang," kata Danu.


Mendengarkan apa yang Danu ucapkan, wajah Rika tiba-tiba berubah. Sebenarnya, ia tidak ingin siapapun tahu apa yang telah terjadi pada hubungannya dengan Dewa.


"Apa itu karna aku Rika," ucap Gea dengan nada rendah sambil menunjukkan wajah bersalahnya.


"Tidak-tidak, ini semua bukan salah kamu. Aku dan kak Dewa tidak ada masalah apapun, percayalah padaku Gea, Danu."


"Rika, kita berteman bukan sehari atau pun seminggu, kita berteman sudah bertahun-tahun, Rika. Aku tahu kalau kamu sedang tidak flu, dan kamu sedang punya masalah besar saat ini," kata Gea sambil memegang kedua tangan Rika.

__ADS_1


"Yang Gea katakan itu benar Rika, kita teman sudah lama. Kamu tidak perlu menyembunyikan apapun dari kami berdua," kata Danu sambil memegang bahu Rika.


"Gea ...."


Rika pun memeluk sahabatnya itu, sambil menangis. Saat ini, kehadiran Danu dan Gea memang sangat ia butuhkan. Karna, hanya dengan kehadiran kedua temannya ini, hati Rika bisa sedikit tenang.


"Sudah, jangan menangis lagi, aku dan Danu akan selalu ada buat kamu. Ceritakan pada kami, agar kami tahu apa yang terjadi," kata Gea sambil membujuk.


Gea berusaha membuat sahabatnya merasa tenang dahulu, agar sahabatnya bisa menceritakan apa yang sedang sahabatnya alami kemarin. Setelah tenang, Rika mulai melepaskan pelukannya dengan Gea.


"Ge, kak Dewa telah salah sangka padaku. Ia marah dan ingin memutuskan pertunangan kami, aku tidak bisa terima hal ini Ge. Aku sangat sayang pada kak Dewa," kata Rika sambil menangis dan menundukkan kepalanya.


"Apa? Kenapa kak Dewa begitu dangkal pikirannya. Kenapa sampai harus memutuskan hubungan kalian seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi," kata Danu dengan amarahnya.


"Tunggu dulu, aku tahu kak Dewa itu seperti apa. Ini bukan seperti kak Dewa, biasanya, kak Dewa tidak berpikir sesingkat ini. Masa langsung putuskan hubungan gitu aja, inikan sungguh tidak bisa aku percaya," kata Gea tak percaya.


"Tapi itulah kenyataannya Gea, kak Dewa sendiri yang bilang padaku, ia tidak ingin melanjutkan hubungan kami lagi. Ia ingin membatalkan pertunangan kami."


"Katakan sebabnya, ceritakan semuanya padaku punca dari masalah kalian," ucap Gea.


Rika menceritakan apa yang telah terjadi dari awal mula mereka punya masalah. Saat mereka pulang bersama, Rika tidak sengaja menjatuhkan cincin yang Gea titipkan dihadapan Dewa. Saat itu, Dewa merasa curiga pada cincin yang ia lihat itu. Hatinya mulai merasa sangat cemburu. Rika pun menjelaskan perihal tentang cincin itu secara rinci dari awal hingga akhir. Dewa sedikit bisa menerima apa yang telah Rika jelaskan panjang lebar itu. Namun, datang lagi masalah baru yang buat Dewa dan Rika. Saat itu, Astrid melihat apa yang telah terjadi dari awal hingga akhir. Saat ia keluar dari uks, ia beruntung masih menemukan Dewa dan Rika masih ada dikampus. Dan ia pun punya kesempatang bagus saat tahu masalah Dewa dan Rika.


Namun, Dewa yang masih marah dan punya hati yang sangat kesal itu. Menghindari Astrid yang bicara soal Rika punya seseoarang yang mengangguminya. Pada akhirnya, Astri masih punya kesempatan untuk memanfaatkan masalah salah paham itu pada malam harinya. Ia mengirimkan berbagai foto yang tidak pernah Rika lakukan pada Dewa. Hingga akhirnya, Dewa terpancing dan menemui Rika. Lalu bertengkar hebat, dan akhirnya memutuskan hubungan mereka.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Dalam rangka suasana lebaran, saya selaku author cantik-cantik galak (ccg) mengucapkan minal aidil walfaidzin, mohon maaf lahir batin pada semua teman yang selalu setia mengikuti perjalanan hidup Gea dan Elang. Saya juga minta maaf atas keterlambatan saya up ceritanya, janji tiga hari lebaran, malah tidak bisa saya tepati. Maaf ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2