Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 22


__ADS_3

Belum sempat Gea meninggalkan ruang tamu. Tangannya sudah ditahan oleh Elang, Elang tahu kalau Gea pasti sedang marah. Makanya, Elang sudah siap-siap sebelum Gea menjawab tadi.


"Tunggu dulu Ge, kamu kok buru-buru banget sih," kata Elang.


"Aku capek Lang, mau istirahat dulu," kata Gea berusaha melepaskan tangannya.


"Kamu marah sama aku karna aku gak ada dirumah semalaman bukan?" kata Elang.


Gea diam saja, ia tidak menjawab apa yang Elang katakan. Karna apa yang Elang katakan itu benar adanya. Gea memang sangat marah sama Elang yang pergi tanpa pamit lagi.


Elang memegang kedua bahu Gea, ia menatap mata Gea yang terlihat sangat indah itu. Gea tidak membalas tatapan Elang, ia malah melihat kesisi lain.


"Ge, kamu harus tahu semalam aku itu panik banget. Aku gak sempat kasih tahu kamu, tapi aku kasih tahu sama bibik kalau aku kerumah sakit," kata Elang berusaha menjelaskan salah paham yang terjadi antara dia dan istrinya.


Reflek Gea menatap wajah Elang, rasa cemas dan kaget pun bersatu dihatinya. Gea penasaran siapa yang sakit. Kalau Elang yang sakit itu jelas tidak mungkin. Karna saat ini, Elang terlihat baik-baik saja.


"Kerumah sakit?" kata Gea.


"Iya kerumah sakit," jawab Elang sambil senyum.


"Siapa yang sakit?" Gea semakin penasaran.


"Mama yang sakit, mama jatuh di kamar mandi. Saat papa telfon, aku langsung kaget dan lupa kalau aku meminta kamu untuk menungguku dikamar. Aku langsung kerumah sakit, tapi sampai disana aku malah di paksa sama mama untuk pulang kerumah," kata Elang menjelaskan.


Gea ingin menjawab apa yang Elang kataka. Namun, jari tangan Elang langsung bergerak kearah mulut Gea. Membuat Gea tidak bicara karna jari Elang menahan bibirnya untuk bergerak.


"Sabar komennya Ge, aku belum selesai bicara," kata Elang.


"Karna mama memaksa aku untuk pulang biar kamu gak cemas sama aku. Aku pun pulang kerumah, tapi sayangnya saat aku pulang kamu malah udah tidur nyenyak. Aku pun memutuskan untuk kembali kerumah sakit menemani mama. Aku berharap bisa pulang pagi, sayangnya aku malah bangun kesiangan. Aku kecewa saat tahu kamu sudah pergi bersama kak Dewa. Malahan kamu pesan sama bibik supaya aku gak usah nyusul," kata Elang panjang lebar.


"Bagaimana keadaan mama sekarang?" kata Gea.


"Mama sudah baik-baik saja sekarang, bahkan mama sudah di bolehkan pulang tadi pagi," jawab Elang.

__ADS_1


"Syukur deh kalo mama gak papa sekarang," kata Gea sambil melepaskan nafas lefasnya.


"Kamu masih marah sama aku Ge, saat kamu tahu alasan aku gak kasih tahu kamu saat aku pergi dari rumah," kata Elang.


"Aku gak marah sama kamu, dari tadi juga aku gak marah sama kamu. Yang bilang aku marah sama kamu itu siapa?" kata Gea.


Elang langsung memeluk tubuh Gea, rasanya ia bahagia saat tahu Gea tidak marah sama dirinya. Gea membiarkan Elang memeluknya, ia memang tidak marah sama Elang. Hanya saja, ia masih kesal sama perilaku Elang yang membuatnya menunggu tadi malam.


...


Saat Elang masuk kedalam kamar, Gea sudah selesai mandi dan sudah terlihat rapi dengan baju jalannya.


"Kamu mau kemana sih Ge, cantik banget sore ini," kata Elang sambil menghampiri Gea.


"Ya mau kerumah mama lah, mau kemana lagi aku," kata Gea.


"Kamu masih kesal sama aku ya Ge, sampai kamu terlihat sangat dingin padaku," kata Elang.


"Aku sudah melupakan semua yang terjadi, dan aku sangat berharap sama kamu. Jika kamu gak akan mengulangi lagi perbuatan mu itu."


Gea senyum melihat tingkah konyol Elang. Ternyata, lelaki yang awalnya dingin itu bisa bertingkah konyol juga didepan istrinya.


"Kamu manis," kata Elang berbisik pada Gea.


"Gombal, aku gak makan gombal tahu gak."


Walau mulutnya berkata hal itu, namun hatinya sangat bahagia. Elang memang bisa bikin suasana hati Gea yang kesal berubah bahagia. Gadis galak itu tidak bisa berkutik saat suaminya merayu dan memberikan kata-kata manis.


"Aku gak gombal lho Ge, hanya muji kamu saja. Kamu memang manis, dilihat dari mana pun kamu tetap saja manis."


"Sudah, berhenti menggombalnya. Ayo pergi kerumah mama, aku mau lihat kondisi mama sekarang bagaimana. Nanti mama malah bilang aku menantu yang gak bener lagi, karna aku gak jenguk mama saat sakit."


"Emangnya kamu gak capek apa Ge, kamu yakin ya mau pergi sekarang?" kata Elang berubah serius.

__ADS_1


"Aku gak capek kok, aku juga yakin banget mau kerumah mama sekarang. Kamu pikir aku bercanda ya Lang."


"Yaudah deh, kalo kamunya mau pergi sekarang. Aku temani kamu berangkat," kata Elang.


"Eh, gak dengan baju kamu yang sekarang kamu pakai ya Lang. Mandi dulu kamu," kata Gea pada Lang.


"Gak perlu mandi deh kayaknya, aku masih wangi lho Ge."


"Aku gak percaya kamu masih wangi, yang ada kamu udah bau tahu gak."


"Kamu mah tega sama aku ya Ge, gak percaya sini cium aku."


"Lang, kamu bau, yang paling bau itu ketek mu. Jangan coba-coba kamu peluk aku yang udah mandi ini."


"Yakin kamu gak mau memastikan kalau aku masih wangi. Kamu gak akan tahu kalau aku masih wangi jika kamu gak cium sendiri," kata Elang berjalan mendekati Gea.


"Ih ngak, aku gak mau cium kamu yang bau. Apa lagi ketek mu itu, bau banget deh."


Gea mendorong Elang kekamar mandi, sebelum sampai kamar mandi mereka sibuk bercanda. Untuk bawa Elang kekamar mandi aja, Gea butuh waktu lama buat nyampainya.


Walau butuh usaha, namun Gea berhasil membawa Elang sampai depan kamar mandi.


"Kamu yakin Ge gak ikut aku mandi sore ini," tanya Elang sambil senyum dengan mata menggoda Gea.


"Apaan sih kamu Lang, cepat mandi atau aku tinggal kamu sendiri dirumah."


"Jangan dong cantik, kamu gak boleh tinggalkan aku sendirian."


"Lang, berhenti dramanya dan cepat mandi. Kamu bikin waktu kita semakin lama dirumah dan semakin lama baru bisa kerumah mama," kata Gea dengan wajah seriusnya.


Melihat wajah istrinya yang berubah serius, Elang pun memutuskan untuk mandi. Namun sifat jahilnya tidak pernah ia lupakan.


"Kamu cantik sekali istriku ...." kata Elang sambil memcubit hidung Gea dengan gemesnya. Lalu segera menutup pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Elang ...." kata Gea setengah berteriak.


__ADS_2