
Di sana, berdiri Danu bersama seorang gadis. Mereka tersenyum melihat Rika yang sedang membalikkan badannya. Rika menghampuri Danu dan gadis itu dengan cepat. Sama halnya Gea, ia juga datang menghampiri Danu.
"Kemana aja kamu Dan, kok baru sampai sekarang," kata Rika.
"Iya ih kamu. Kamu udah bikin Rika jadi gak tenang karna kamu datangnya sangat telat," kata Gea pula.
"Sayang, kasian Danu nya dong. Masa kalian berdua langsung nyerang dia saat dia baru aja datang," ucap Elang.
"Iya nih kak Elang, ini anak berdua memang suka menyudutkan aku kak. Aku gak niat kok datang telat. Jalanannya aja yang niat banget buat aku datang terlambat, karna tiba-tiba aja macet," kata Danu.
Sangking bahagianya mereka, mereka tidak ingat memperhatikan siapa yang ada disamping Danu. Mereka mengabaikan gadis itu.
"Eh, bukannya ini ...."
"Pacarku, Elsy." Danu memotong perkataan Gea dengan cepat.
Ia, dia datang bersama pacarnya saat ini. Gadis yang Gea hadirkan saat perpisahan sekolah mereka waktu itu. Saat ini, Danu membawa pacarnya untuk ikut hadir diacara pernikahan Rika dan Dewa.
"Oh iya, aku ingat dengan pacar kamu."
"Apa kabar Elsy, maaf ya kami melupakan kamu," ucap Gea.
"Iya, maafkan aku yang lupa pada orang yang paling Danu sayangi," ucap Rika pula.
"Gak papa, akukan jauh dari kalian semua. Pantas kalau kaliam lupa sama aku," kata Elsy.
"Tapi aku selalu ingat padamu sayang," kata Danu.
"Alah, gombal didepan umum aja kamu Dan," ucap Elang.
"Gaklah kak Elang, aku mah selalu ingat sama pacar aku. Apa lagi kalo kalian pada berduaan semua, yang sendirikan cuma aku doang."
"Itulah resiko orang setia. Ia gak sayang?" kata Elang.
"Ah iya ajalah. Ayo Elsy, duduk dulu."
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka. Sedangkan Rika kembali ketempata dimana ia harus membantu Dewa untuk menyambut para tamu mereka.
__ADS_1
"Udah datangkan Danu nya sayang," kata Dewa sambil berbisik.
"Udah kak, baru aja sampai. Tuh orangnya lagi ngomong sama Gea," kata Rika sambil ikut berbisik.
Resepsi pernikahan Dewa dan Rika akhirnya selesai. Mereka terlihat sangat amat lelah. Tamu yang diundang oleh oma, sangatlah ramai sekali. Namakan juga, oma itu orang terkaya kedua dikota ini, setelah keluarga Elang tentunya.
Bukan hanya pengantin baru yang terlihat sangat capek. Gea yang tidak melakukan apa-apa juga ikut capek. Ia terlihat sangat lelah saat ini.
"Sayang, kalo kamu capek, istirahat sekarang aja ya," ucap Elang saat mereka saat sampai kerumah.
"Gak bisa langsung istirahat sekarang Lang. Aku mau lihat Kitty sama anaknya dululah," kata Gea.
"Sayang, lihat Kitty nya kan bisa nanti aja. Sekarang kamu istirahat dulu aja ya," kata Elang.
"Lang, mau lihat Kitty dulu baru istirahat," kata Gea ngotot.
"Ya udah deh, terserah kamu aja kalo gitu."
Yah, sekarang Kitty, kucing kesayangan Elang sudah punya anak, anaknya kembar tiga. Elang sangat bahagia saat kucingnya punya anak. Kitty sudah punya anak, tapi ia masih belum punya anak juga sampai sekarang.
Gea berniat pergi melihat Kitty yang berada dikamar sebelah. Kamar yanh dikhususkan tempat boneka Gea selama ini, sekarang dijadikan kamar Kitty.
"Gea!"
Elang sangat kaget saat melihat Gea tibahtiba ingin jatuh. Elang dengan sigap menagkap tubuh Gea. Untuk saja Elang sangat cepat, jika tidak, Gea mungkin sudah jatuh kebawah sana.
Elang pun memanggil sopirnya untuk segera menyiapkan mobil. Ia akan membawa Gea kerumah sakit secepat mungkin.
Elang sangat cemas akan keadaan Gea yang tiba-tiba saja tidak sadarkan diri. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya. Ia tidak bisa membayangkan akan hal buruk itu. Ia terus meminta pada sopirnya untuk cepat sampai kerumah sakit. Wajah panik itu tergambar jelas diwajah Elang.
Saat mobil sampai, tidak menunggu lama lagi. Elang langsung membawa Gea keluar dari mobil dan meminta dokter segera memeriksa istrinya.
Dokter meminta Elang untuk menunggu diluar, agar ia bisa leluasa memeriksa pasiennya.
Beberapa saat kemudian, mama dan papa Elang datang kerumah sakit. Mereka dapat kabar dari bibik, kalau menantu kesayangannya sedang tidak sadarkan diri dan dilarikan kerumah sakit.
"Lang, bagaimana keadaan Gea saat ini?" kata mama terlihat sangat cemas.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu ma, dokternya belum keluar dari ruangan itu."
Tak lama, dokter pun keluar dari ruangan itu.
"Bisakah saya bicara dengan salah satu dari keluarga pasien," kata dokter itu.
"Saya suaminya Dok, ada apa dengan istri saya," kata Elang cemas.
"Ayo ikut saya, kita bisa bicara diruangan saya saja."
Dokter itu pun berjalan meninggalkan kamar Gea. Sedangkan Elang mengikuti langkah kaki dokter itu menuju keruangan sanga dokter.
"Silahkan duduk dulu," kata dokter itu saat mereka sampai diruangannya.
"Terima kasih Dok," ucap Elang.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" kata Elang sudah tidak sabar lagi.
"Mas Elang, istri mas tidak apa-apa. Ia hanya sedang kecapean, karna tidak cukup istirahat saja. Saya sarankan untuk istri mas istirahat total selama satu minggu, karna janin yang ada dalam kandungannya saat ini masih sangat lemah."
Elang kaget saat dokter memberikan sebuah penjelasan. Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengarkan.
"Apa yang barusan dokter katakan Dok? Janin?" kata Elang mengulagi perkataan dokter.
"Iya mas, saat ini istri mas sedang hamil. Tapi, usia kandungannya sedang sangat muda sekali. Mas harus menjaganya, harus ekstra menjaga istri mas. Karna janinnya sangat rentan sekali," kata dokter menjelaskan lagi.
"Baik Dok, saya akan jaga istri saya dengan sangat baik. Saya tidak akan membiarkan ia kecapean sedikit pun," kata Elang sangat bahagia.
"Selamat ya mas, karna sebentar lagi, mas akan menjadi seorang ayah."
"Terima kasih banyak ya Dok," kata Elang.
Saat ini, hati Elang dipenuhi rasa gembira. Ia tak henti-hentinya bersyukur didalam hatinya. Ia segera meninggalkan ruangan dokter itu ia ingin segera menyampaikan berita bahagia inu kepada kedua orang tuanya yang sedang berada diruangan Gea.
Gea sudah sadarkan diri sekarang. Namun tubuhnya masih sangat lemah. Ia tidak tahu apa yang terjadi padanya, hingga saat ia bagun, ia sudah berada dirumah sakit yang bercatkan serba putih dan semerbak mau obat-obatan yang membuatnya ingin muntah saja.
...
__ADS_1
Elang pun sampai didepan kamar Gea, disana ia masih melihat mama dan papanya yang masih duduk di kusi tunggu.
"Gimana Lang? Apa kata dokter tentang Gea?" kata mama dengan sangat cemas.