Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+84


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, sekarang adik kelas baru terlihat masih polos dan lugu. Perasaan baru kemarin Gea dan teman-teman nya naik kelas sebelas. Dan Elang juga Dewa naik kelas dua belas.


Tapi sekarang mereka sudah mencapai waktu lulus nya dari sekolah itu. Baru kemari perasaan mereka baru naik kelas dua belas. Tapi hari ini sudah di hadap kan dengan hari perpisahaan mereka.


Ya, Elang dan yang lain nya telah lulus dan selesai bersekolah di sana. Acara perpisahan telah pun selesai di laku kan. Sekarang, seperti janji Gea yang Elang sepakati.


Mereka akan menempati rumah baru nya hari ini juga, malam nanti akan di ada kan acara syukuran untuk rumah baru mereka.


Elang terlihat sangat tidak sabar ingin menempati rumah baru mereka itu. Hampir semua barang kesayangan nya telah di pindah kan. Begitu juga Gea, ia hanya membawa barang yang paling berharga bagi nya.


Acara syukuran rumah baru nya, semua di tangani oleh dua mama. Dua mama terlihat sangat kompak dalam segala hal. Kedua papa juga sangat bisa di andal kan.


Mereka cukup bahagia, atas apa yang anak mereka miliki sekarang, hubungan keluarga mereka sangat baik.


Dua mama dan dua papa tidak pernah membahas masalah cucu pada Elang mau pun Gea. Karna mereka tahu, anak mereka masih butuh kebebasan yang di rasa kan setiap anak muda pada umum nya.


Gea juga mengundang Danu dan Rika untuk datang di acara syukuran rumah baru mereka.


"Ge, rumah kamu bagus banget ya. Warna nya bikin nyaman deh, apa kah ini semua kamu yang dekor sendiri Ge." kata Rika.


"Bukan aku Rika," kata Gea.

__ADS_1


"Lho, jika bukan kamu. Siapa dong?" kata Rika.


"Elang," kata Gea.


Rika terlihat tak percaya, jika rumah itu Elang yang mendekor nya.


"Kok muka kamu gitu sih, gak percaya kamu bukan aku yang dekor nya." kata Gea.


"Apa benar kamu gak dekor sama sekali." kata Rika.


"Yah Rik, tidak ada sedikit pun campur tangan aku dalam mendekor rumah ini. Semua nya Elang yang mendekor nya. Aku hanya terima bersih saja." kata Gea menjelas kan.


"Tanya Elang atau kak Dewa deh jika kamu masih gak percaya." kata Gea.


Gea gak tahu, jika orang yang di bicara kan nya ada di belankang mereka.


"Tanya apa sih pada kamu berdua." kata Elang.


"Iya, tanya apa." kata Dewa.


"Gak sekalian tanya aku juga?" kata Danu.

__ADS_1


"Ih, untuk apa tanya sama kamu rumput. Gak ada guna nya." kata Rika pada Danu.


"Tega banget kamu Ka, bikin hati ku rontok aja." kata Danu.


"Ha.. Ha... Ha.. Nasib jomblo mu itu yang buruk Dan." kata Elang.


"Maka nya, jika ada yang mau langsung terima aja lah." kata Dewa.


"Kak Dewa kok bilang nya gitu sih. Terlihat sekali aku ini tidak ada apa-apa nya." kata Danu pura-pura sedih.


"Emang kamu nya gak akan laku, jika kamu gak terima cewek yang culun itu mau pada mu." kata Gea.


"Kalian sunguh terlalu pada ku." kata Danu.


Mereka tertawa bersama, candaan selalu menghiasi saat bersama. Mereka tidak lengkap rasa nya jika tidak ada yang membuat candaan.


Acara nya terus berlanjut, hingga beberapa jam kemudian. Dan setelah usai nya acara, malam ini. Dua mama dan papa ikut nginap di rumah baru Gea dan Elang. Begitu pun dua sahabat mereka.


Karna esok adalah hari libur untuk mereka, maka nya mereka tidak pulang. Dan menghabis kan waktu malam nya dengan berbagai permainan.


Hingga mereka, capek dan tertidur di ruang tamu rumah baru Gea. Karna kelelahan bermain hingga dini hari. Membuat mereka tidur di ruang tamu dengan sendiri nya.

__ADS_1


__ADS_2