Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 44


__ADS_3

Gea telah memaafkan Sella dan bisa menerima setiap alasan yang Sella ucapkan. Sekarang, Sella sudah jauh berubah. Ia juga sudah tidak tertarik lagi untuk rebutan Elang dengan Gea. Ia malah belajar mencintai Denis sekarang. Dan mereka juga berniat untuk bersatu dengan ikatan pernikahan.


Hari ini, Gea dan Elang sudah mulai melakukan aktifitasnya seperti biasa. Elang sudah kekantor dan Gea sudah masuk kuliah.


Saat Gea sampai dikampus, ia berpas-pasan dengan Astrid. Orang yang telah membuat hubungan kakaknya dan temannya hampir saja berantakan.


"Hmz ... kakak angkatan ternyata. Apa kabar kamu kak? Apa kamu baik-baik saja sekarang," kata Gea menyapa Astrid dengan ramah dan senyum manis.


"Kenapa kamu menyapa aku hari ini, kamu tidak lihat aku baik-baik saja," ucap Astrid ketus.


"Haduuuh, aku rasa kamu tidak terlalu baik hari ini. Aku rasa kamu sedang cemas bukan?"


"Apa maksud kamu?" kata Astrid mulai terpancing.


"Tidak ada maksud apapun, hanya saja aku tidak sengaja mendengar kalau adikmu sedang berada dirumah sakit karna oenyakit ganasnya kambuh. Dan juga, perusahaan keluarga kakak Astrid sedang tidak baik bukan?" kata Gea dengan senyum manis.


Astrid sangat amat kaget dengan apa yang Gea katakan. Ia tidak menyangka, gadis itu bisa tahu semua tentang kehidupannya. Bahkan sedetail mungkin Gea tahu tentang masalah Astrid.


"Jangan kaget gitu dong kak Astrid. Aku tidak ingin ikut campur masalah kamu sebenarnya, tapi aku tidak sengaja tahu apa yang telah menjadi beban kamu."


"Gea, dari mana kamu bisa tahu semua tentang aku. Apa yang sebenarnya kamu inginkan dengan mencari tahu semua tentang aku," kata Astrid mulai takut.


"Kak Astrid, aku tidak suka cari masalah. Tapi saat aku dapat masalah, maka aku akan menumpas habis biang dari masalah itu. Aku bukan Rika sahabatku, yang hanya diam saja saat kamu sakiti. Dan kamu juga tahu, Dewa itu adalah kakakku, kakak kandungku yang sangat aku sayangi. Kamu hampir saja membuat kakakku dan sahabt baik aku berpisah. Kamu tahu apa yang akan aku lakukan padamu saat ini, aku akan membuat kamu kehilangan segala yang kamu punya. Gimana?" kata Gea.


Astrid terbelalak dengan apa yang Gea katakan. Ia merasa telah salah besar karna telah menggali sumur didepan jalan yang akan ia lewati. Ternyata, gadis galak itu hukan hanya galak, melainkan sangat amat menakutkan.


"Jangan lakukan apapun pada keluargaku, kamu boleh melakukan apapun pada aku, tapi jangan keluargaku Gea. Aku mohon, mereka tidak ada urusannya dengan apa yang aku lakukan."

__ADS_1


"Harusnya kamu mikir dulu sebelum kamu melakukan sesuatu. Jika kamu melakukan hal yang bisa merugikan orang lain, apa resikonya. Itu harus kamu pikirkan. Aku tidak akan menganggu siapapun, jika kamu berjanji tidak akan merusak apa yang aku miliki. Ini adalah peringatan kedua buat kamu, jangan coba-coba ganggu apapun yang berkaitan dengan aku. Jika peringatan kedua ini tidak kamu indahkan juga, maka tidak akan ada peringatan lagi," ucap Gea panjang lebar.


"Aku tahu, aku tidak akan bersikap bodoh lagi sekarang."


Gea tersenyum sambil berjalan pergi meninggalkan Astrid yang masih terpaku disana. Gea tersenyum bukan soal apa, melainkan karna wajah Astrid yang terlihat sangat ketakutan akan hal yang Gea sampaikan. Sebenarnya, Gea tidak bernaksud benar-benar merusak Astrid, apalagi keluarga Astrid. Ia hanya melakukan itu supaya Astrid kapok dan tidak akan mau melakukan hal yang sama lagi.


"Hebat sekali kamu," kata seseorang sambil bertepuk tangan.


Gea pun membalikkan badannya, untuk melihat siapakah orang yang telah memujinya kali ini. Ia melihat seorang cowok sedang berdiri disana. Lelaki yang memakai kemeja dan terlihat sangat berkharisma itu sepertinya bukanlah mahasiswa.


"Siapa kamu?" kata Gea.


"Kamu tidak tahu aku siapa, kamu memang gadis yang keterlaluan. Aku yang selalu memperhatikan kamu, tapi kamu tidak pernah melihat aku sedikit pun," kata lelaki itu.


"Jangan banyak basa basi, katakan saja siapa kamu dan apa mau kamu."


"Hmz, aku tidak punya waktu untuk itu. Jika kamu tidak ingin mengatakan siapa kamu, maka aku mau pergi."


Gea memutar badannya, berniat utuk meninggalkan lelaki yang telah membuat ia tertahan beberapa saat disana.


"Tunggu!" kata lelaki itu mencegah Gea untuk pergi.


"Aku akan katakan siapa aku, kamu jangan terburu-buru untuk pergi."


"Katakan sekarang!" kata Gea sambil membalikkan badannya mrnghadap kearah lelaki itu kembali.


"Aku Dandy, dosen dikampus ini. Hanya saja, aku tidak ada jadwal untuk masuk kekelas kamu."

__ADS_1


Gea mengangkat satu alisnya, ia seakan tak percaya dengan apa yang ia dengarkan. Lelai itu bernama Dandy dan ia adalah seorang dosen.


"Aku dosen sekaligus dekan di kampus ini. Aku sudah lama memperhatikan kamu, dan juga selalu ingin bertemu langsung dengan kamu. Tapi, kamu tidak pernah sendirian dan tidak pernah memperdulikan ajakan pertemuan yang aku berikan."


Gea mencoba mengingat sesuatu, ia berusaha mengingat ada berapa banyak ajakan bertemu yang laki-laki katakan padanya.


"Aku tidak ingat kalau kamu pernah mengajak aku bertemu. Bahkan kamu tidak pernah mengirim pesan padaku, atau apalah gitu."


"Gadis cantik yang galak, apa kamu lupa tentang seseorang yang ingin kamu datang. Apa kamu lupa, ada seseorang yang memberikan kamu kotak merah."


Gea kaget, ia baru ingat akan kotak merah yang isinya cincin berlian itu. Ia sekarang tahu, siapa pengirim dari kotak cicin berlian itu. Ternyata, pengirim cincin itu adalah seorang dosen sekaligus menjabat sebagai dekan dikampus mereka.


"Apa kamu sudah ingat sekarang?" kata Dandy nenganggetkan Gea.


'Ya ampun, kenapa begitu banyak masalah yang aku timbulkan dikampus ini. Habis satu, muncul lagi satu. Kapan selesainya ini masalah,' kata Gea dalam hatinya.


"Kamu masih belum ingat ya," kata Dandy lagi.


"Aku udah ingat kok, tapi cincinnya sudah aku kembalikan pada ibu kantin. Karna aku tidak bisa menerima hadiah yang terlalu mahal seperti itu. Dan juga, aku yakin kalau pak dekan juga sudah tahu tentang setatus aku bukan?" kata Gea berusaha menjelaskan.


"Iya, aku tahu setatus kamu sekarang. Dan aku juga tidak menanyakan tentang cincin itu sekarang. Aku hanya ingin kamu kenal dengan aku, itu saja sudah cukup."


"Ya sudah kalau gitu, saya permisi dulu pak dekan. Saya ada kelas pagi ini," kata Gea berusaha sebisa mungkin untuk cepat pergi dari sana.


"Oh iya, lain kali kita bisa bicara lagi ya. Dan juga, saya harap, kita bisa berteman lebih dekat lagi."


Gea hanya tersenyum saja, ia bergegas meninggalkan pak dekan yang sangat aneh itu. 'Ada-ada saja, masa iya dia ajak aku berteman dengannya. Duh, yang benar saja itu pak dekan,' ucap Gea dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2