Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+36


__ADS_3

Mereka pun masuk kelas bersama, dan seperti biasa nya. Mereka akan berpisah di depan kelas kak Dewa nya.


Sesampai nya di kelas, Rika menatap nya dengan tatapan ingin meminta penjelasan. Jelas-jelas tadi nya Gea ingin kekantor untuk mengundur kan diri nya jadi putri di drama yang akan mereka peran kan.


Tapi, setelah mereke bertemu di depan kantor, anak itu jadi sangat manis dan tidak ada masalah apa pun lagi.


"Ge, jelas kan pada ku. Apa yang terjadi sebenar nya." kata Rika.


"Kamu minta aku jelas kan masalah apa sih." kata Gea sambil mengigit pena nya.


"Kamu kan tadi nya ingin mengundur kan diri kan. Tapi kok ngak jadi." kata nya.


Gea memandang kearah Rika, Rika menatap nya untuk memberi kan penjelasan.


"Oh... Aku tidak ingin mengundur kan diri kok. Aku hanya ingim guru meminta sikadal keluar tadi nya." kata Gea.


"Terus, gimana. Mau guru melepas kan Elang karna permintaan mu." kata Rika.

__ADS_1


"Yah,, jelas tidak dong. Tapi, aku pikir-pikir ada untung nya juga sih. Jika aku jadi putri di sana. Kan akan terkenal. Ya gak.... " kata Gea.


Sebenar nya ia bohong pada Rika, dia memang ingin mengundur kan diri dari drama itu. Tapi di sana ia bertemu Elang, yang juga ingin masuk kantor. Alhasil, Elang mengancam akan bilang pada semua nya jika mereka sudah tunangan dan akan menikah bulan depan. Jika Gea berani mengundur kan diri dari drama itu.


"Awas lho kalo bohong sama aku. Kena akibat nya kamu nanti." kata Rika sambil nujuk kearah Gea.


Gea hanya tersenyum saja, apa yang sahabat nya kata kan itu tidak ada pengaruh nya bagi dia. Maka nya ia tidak akan mendengar kan apa yang sahabat nya kata kan.


Sedang kan di kelas Elang, ia sedang duduk di samping sahabat nya. Mereka berbincang banyak hal, karna guru yang mengajar tidak masuk kelas.


"Lang, kamu sudah tahu siapa yang akan jadi putri nya nanti kan." kata sahabat nya.


"Siapa yang akan jadi putri nya nanti." kata teman nya yang lain.


"Aku dengar Gizella kan Lang. Anak yang galak itu lho. Karna ia di pilih sendiri oleh guru-guru dan teamn sekelas nya." kata yang lain.


"Apa kah kamu terima jika dia yang jadi putri nya Lang." kata teman nya yang lain

__ADS_1


"Aku sih terima saja, dari pada anak-anak kelas yang lain ingin aku dan Sella yang jadi nya." kata Elang.


Teman nya saling pandang satu sama lain, ketika Elang menjawab setuju dengan apa yang guru pilih. Bahkan ia lebih senang gadis yang galak itu jadi putri. Di banding kan Sella yang terkenal manja itu.


Mereka pun terus membicara kan hal itu, sampai akhir nya. Salah satu dari mereka melihat jari Elang yang terdapat sebuah cincin emas yang indah.


"Sejak kapan lho suka pake cincin Lang, setahu gue lho paling gak suka pake cincin kan." kata Rendi.


"Itu.... Sejak... Yah, aku ingin mencoba nya saja." kata Elang beralasan.


"Cincin nya kayak cincin tunangan lho Lang. Jangan bilang lho udah tunangan ya." kata Adi.


"Apaan sih kalian, tunangan dari mana nya gue. Ini kan cincin biasa, masa cincin tunangan sih." kata Elang sambil memandang kearah Dewa yang dari tadi hanya diam saja.


Ya... Dewa adalah anak yang tidak banyak bicara. Tapi dia sangat di sukai teman-teman cewek nya. Karna, ia tidak suka menggangu orang lain.


"Nagapain lho lihat Dewa, ada yang salah dengan nya." kata Reno.

__ADS_1


"Ngak, cuma mau lihat aja. Emang salah kalo liat orang." kata Elang.


__ADS_2