
Walaupun milik Elang telah keluar, tapi rasa sakitnya masih tersisa di mahkota milik Gea. Elang terkapar lemah disamping Gea, dengan tubuh yanh bersimbahkan peluh.
Elang baru menyadari saat ini, kalau ia telah menyakiti Gea tadi. Ia baru tahu, kalau Gea telah menangis akibat milik Elang yang masuk kesarangnya.
"Ge, aku minta maaf ya. Kamu jangan marah dan jangan benci aku. Ini yang pertama memang sakit," kata Elang yang mencoba membelai rambut Gea.
Gea hanya diam saja, ia tidak bisa marah pada Elang. Karna ini adalah tangung jawab yang selama ini ia tangguhkan. Ia harusnya bersyukur, telah diberikan suami seperti Elang. Yang sabar menunggunya hingga detik ini baru bisa menikmati miliknya.
"Kamu gak salah kok, hanya ini terlalu sakit Lang. Aku gak kuat untuk menahannya," kata Gea sambil menarik selimut.
"Ini yang pertama Gea, milik kamu itu sangat sempit. Nantinya tidak akan sakit lagi, aku janji sama kamu."
"Apa? Nanti?" kata Gea kaget.
"Iya nanti. Kamu kok kaget gitu," ucap Elang sambil membelai rambut Gea.
Gea diam, ia memikirkan sesuatu saat ini. Yang tadi aja masih terasa sakitnya, bagaimana ia bisa menerima rasa sakit lagi nanti.
"Kali ini tidak akan sakit Ge, aku janji padamu. Kamu tidak perlu cemas, jika kamu tidak keberatan. Kita akan lakukan setiap hari selama disini."
"Gila kamu Lang, yang ini aja masih sangat amat sakit. Masa kamu ingin melakukannya setiap hari. Kamu gak mikir aku ya," kata Gea mulai emosi.
"Sayang, aku kan udah bilang sama kamu. Lain kali gak akan sakit lagi lho, malah kamu akan merasa nikmatnya. Jika kamu tidak membiarkan aku masuk lagi, maka kamu akan merasa sakit lagi nantinya," ucap Elang.
"Terserah kamu lagi, aku gak mau bahas ini terus. Kapan kamu suka, kamu bisa datang."
Gea bagun dari baringnya sambil memegang selimut. Saat ia bagun, otomatis selimut yang ia gunakan terangkat. Saat itu, Elang yang juga menggunakan selimut yang sama dengan Gea. Tubuhnya terbuka, Gea menjerit kaget.
"Ya ampun sayang, kamu ini lucu aja deh. Kamu akan terbiasa nantinya, melihat aku seperti ini dan sebaliknya," kata Elang sambil bangun dan mendekap Gea.
Gea berpikir, apa yang Elang katakan itu benar juga. Bukankah ia baru saja menikmati sesuatu yang berbeda tadi.
"Aku mau mandi lagi Lang, tubuhku sangat lengket dan gerah sekali sekarang," kata Gea sambil menarik selimut.
"Sayang, jika kamu bawa selimut ini kekamar mandi. Maka kita tidur malam ini gak akan punya selimut dong," ucap Elang sambil menahan selimutnya.
__ADS_1
"Lalu, aku kekamar mandinya pakai apa dong?"
"Gak usah pakai apa-apa lagilah, kamu bisa jalan gitu aja. Nanti aku antarkan kamu handuk saat ingin keluar."
"Apa kita mandi bersama aja ya," kata Elang lagi menggoda Gea.
"Jangan banyak tingkah kamu Lang. Aku ingin mandi sendirian saja. Kamu bisa mandi nanti, setelah aku mandi."
Gea berusaha bangun dari kasur itu, tapi ia merasa sangat sakit disekitar mahkotanya. Ia bahkan tidak kuat untuk berdiri saat ini, apa lagi untuk berjalan.
"Ge, kamu gak papakan?" kata Elang sedikit cemas.
"Aku gak papa," ucap Gea sedikit gemetar karna menahan sakit.
"Maafkan aku, aku akan antarkan kamu kekamar mandi sekarang," ucap Elang sambil bangun dan mengangkat tubuh Gea.
Gea tidak sempat bicara apa pun, karna Elang langsung melakukan apa yang ia mau pada Gea. Elang mengangkat tubuh itu, dan membawanya kekamar mandi.
"Apa kamu bisa mandi sendiri Ge?" kata Elang masih cemas.
"Ya sudah, aku akan tinggalkan kamu sebentar dikamar mandi. Kamu tunggu aku pulang, aku akan pindahkan kamu kekasur."
"Kamu mau kemana?" kata Gea penasaran.
"Aku akan belikan makanan dan obat buat kamu. Karna kita masih belum makan malam dan kamu terlihat sangat sakit," kata Elang.
"Apa tidak ada yang akan mengantarkan makanan buat kita, Lang?" kata Gea.
"Aku bilang pada mereka, tidak usah antar kita makanan. Aku mau beli sendiri saja soalnya."
"Aku pergi sebentar ya, kamu jangan keluar sebelum aku pulang. Aku takut kamu kenapa-napa, aku gak akan lama kok."
Gea menagguk saat Elang menagatakan hal itu. Elang pun pergi meninggalkan Gea sendirian dikamar mandi. Gea melihat tubuhnya, diantara dua buah gunung putih itu begitu banyak noda merah yang tertinggal.
Gea tersenyum, ia memikirkan apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Elang. Ia terus memandangan noda merah itu, sambil memainkan air yang menutupi sebagian tubuhnya yang setegah berbaring itu.
__ADS_1
Ada sedikut rasa puas dihati Gea, walaupun rasa sakit itu masih tearas jelas. Ia bahagia, karna telah berhasil menjaga mahkota berharga miliknya. Dan ia serahkan pada seoarang lelaki yang bersetatus suami sahnya.
Noda merah itu membuatnya merasa berharga menjadi wanita. Yaitu, wanita yang mampu mempersembahkan barang yang paling berharga miliknya, kepada suaminya.
....
Gea masih didalam bath mandinya, sambil senyum dan ditemani rasa bahagia saat ini.
Pintu kamar mandi itu diketuk oleh seseorang dari luar. Sambil terdengar suara khas milik Elang memanggil namanya.
"Ge, apa kamu sudah selesai mandinya. Aku sudah pulang," kata Elang.
"Iya, aku susah siap."
Elang pun masuk kedalam kamar mandi, sambil membawa handuk yang baru untuk Gea.
"Kamu gak perlu gendong aku lagi Lang, aku bisa jalan sendiri kok."
"Gak papa, aku yang bikin kamu sakitkan. Jadi aku yang akan tangung jawab semuanya."
Gea tidak bisa menolak Elang, ia hanya bisa pasrah saja sekarang. Elang sekarang sangat susah ia tolak. Ntah kenapa, taring yang ia miliki tidak berfungsi saat bersama dengan Elang saat ini. Galaknya tiba-tiba menghilang sekarang.
Elang menyelimuti tubuh Gea dengan handuk yang ia bawakan. Lalu, ia mengangkat tubuh Gea keluar dari kamar mandi dan meletakkannya diatas kasur.
"Kamu mau pakai baju mana Ge?" kata Elang sambil menuju koper mereka.
"Biar aku yang cari sendiri Lang, kamu gak usah repot-repot gitu deh. Yang istri itukan aku, bukan kamu."
"Kamu sakit gara-gara aku, jadi biarkan aku melayani semua kebutuhan kamu saat ini ya."
Gea hanya bisa menurutinya saja, Elang menyediakan baju buat Gea. Elang juga ingin membantu Gea memakaikan bajunya, namub Gea menolaknya.
Selesai berganti baju, Gea dan Elang makan. Elang pun sudah menyediakan obat pereda rasa sakit buat Gea.
Malam ini, mereka tidak jalan kemana pun. Karna selain hari yang sudah sangat malam. Kondisi Gea yang sedang tidak baik, juga menjadi kendala mereka.
__ADS_1
Setelah makan, Gea langsung disuruh istirahat oleh Elang. Sedangkan Elang, ia baru bisa mandi setelah selesai mengurus Gea.